Prakondisi Untuk Menulis

Dalam sebuah wawancara penulis kaliber dunia Ernest Hemingway pernah mengatakan bahwa kesejahteraan ekonomis dan kesehatan yang terjaga dengan baik merupakan situasi kondusif untuk menulis. Ini berbeda dengan pandangan romantis yang mengatakan bahwa menulis adalah perjuangan.  

Dalam konteks Indonesia pandangan kedua yang lebih banyak berlaku. Ini bukan berdasar pengalaman pribadi, tetapi juga merupakan konklusi dari berbagai pengamatan.

Tidak ada orang di Indonesia yang berprofesi sebagai penulis. Kebanyakan orang menulis merupakan pekerjaan sambilan, bahkan sebuah investasi. Kelompok terakhir ini rela mengeluarkan uang agar bukunya bisa terbit.

Pendek kata: menulis untuk membangun brand name. Saya menyadari dan merasakan, dengan kesejahteraan ekonomi penulis dapat berkarya dengan baik. Penulis juga perlu menyekolahkan anak secara layak dan memenuhi kebutuhan lain. Kurangnya jaminan social dan tunjangan kesehatan, maka penulis juga memerlukan uang untuk menjaga kesehatan diri dan keluarganya.  

Menulis perlu nafas panjang dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menulis perlu keseriusan. Dan total. Kalau tidak maka sangat tidak efisien. Saya membeli buku untuk beberapa topik. Bayangkan kalau untuk menulis satu topik dan data terbaru dengan membeli buku asing dan harganya sangat mahal.

Harga buku paling mahal yang saya beli adalah $65 ketika dolar sedang 9.000. Karena pakai karu kredit, maka tidak terasa. Kalau buku terlalu mahal dan harus beli maka fotokopi. Ini dilakukan dengan meminjam di perpustakaan dan ada teman baik yang suka meminjami buku.Kalau dibaca dan membuat ringkasan maka datanya kena.

Beruntung karena membeli buku sudah menjadi kebiasaan sejak saya sekolah SMP. Waktu itu saya menggunakan uang saku untuk membeli buku pelajaran bahasa Inggris. Saya tidak membeli dan kemudian dipajang, tetapi dipelajari. Berkat belajar bahasa Inggris sendiri, saya bisa menulis bahasa Inggris dan pernah bekerja di media massa berbahasa asing terbitan luar negeri. 

Menulis beberapa draft sekaligus juga bermanfaat. Sekali ke perpustakaan maka bisa mencari beberapa data. Juga ketika membuat kiping. Dengan berlangganan sebuah koran, maka bisa dikliping untuk berbagai topik. Dalam teknis menggarap 3-4 draf sekaligus. Dan yang lama data dihimpun. 

Ada kalanya muncul pesimisme apakah usaha akan membawa hasil atau tidak. Kalau lesu fisik tetapi pikiran masih kuat maka memasak dapat meregang otot. Membuatkan makanan untuk diri sendiri atau anak juga cara yang murah untuk bersantai.

Ada cara lain yang bisa ditempuh oleh orang lain, yakni melakukan hobi.Ketika saya loyo pikiran, maka pergi ke toko buku bisa memberikan penghiburan. Bisa membeli novel dan membacnya sampai selesai. Biasanya semangat muncul lagi. Melihat penulis lain sambil benchmarking sering menyegarkan semangat.  

Merokok. Banyak orang berpandangan bahwa merokok dapat membantu konsentrasi. Tidak juga. Saya bisa produktif baik ketika masih kecanduan rokok maupun setelah tidak lagi merokok. Bahkan merokok seringkali menganggu karena asap masuk ke mata. Ini karena ruangan saya tidak ber AC. Merokok dalam kamar ber-AC bisa berbahaya.  

Sebagai penulis, saya pernah dua minggu di dalam rumah, khususnya berkutat untuk hal yang sama. Misalnya meringkas data 100 halaman yang bisa diringkas menjadi bahasa yang enak dalam 10 halaman.

Maka peluangnya besar kalau mengalami kejenuhan. Saya mengatasinya dengan membaca topik lain, atau menulis materi lain. Ini dapat berakiat pada disiman di komputer dan pernah hilang.Menjaga kesehatan mata? ini vital.

1 Response to “Prakondisi Untuk Menulis”


  1. 1 sunaryo broto February 25, 2011 at 2:27 am

    Mas JEC, wah rasanya telaten tulisan anda. Pelan-pelan masuknya. Sip lah. Sukses ya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: