Affluenza

Saya menemukan kata ini dalam penjelajahan saya ke dunia maya, satu aktivitas regular yang saya anggap mutlak  perlu dalam posisi saya sebagai wartawan finansial. Aktivitas ini sering memberikan masukan atau inspirasi tentang topik-topik yang bisa diangkat di majalah tempat saya bekerja.

Investopedia, kamus online untuk semua hal yang berkaitan dengan investasi, mendefinisikan affluenza sebagai sebuah kondisi sosial yang muncul dari keinginan untuk lebih makmur, lebih sukses atau melek finansial.

Seperti virus influenza, virus affluenza kini sedang mewabah di mana-mana. Saya yakin dalam tempo singkat istilah ini akan segera menjadi jargon di kalangan pelaku industri keuangan di Indonesia.  

Investopedia juga menyatakan bahwa affluenza adalah sebuah gejala dari budaya yang menghitung kesuksesan finansial sebagai salah satu target tertinggi yang ingin dicapai. Orang yang terjangkiti affluenza umumnya menemukan bahwa kesuksesan ekonomi yang mereka buru tidak pernah sepenuhnya terpenuhi.

Mereka selalu ingin kekayaan lebih banyak lagi. Bahkan tidak jarang “penderita” affluenza menjadi kecanduan mengejar sukses ekonomi. Mungkin Anda salah satunya. Tetapi yang jelas saya bukan salah satunya. Sejak awal saya menyadari bahwa jurnalisme bukan tempat yang bagus untuk menghimpun kekayaan. Industri ini tidak memberi peluang untuk menjadi makmur. Meskipun seringkali merasakan desakan kebutuhan, saya selalu “gagal” menempatkan kesuksesan finansial sebagai prioritas tertinggi.

Melalui salah satu buku saya, tahun 2001 saya menyebarkan virus ini, yang waktu itu belum mempunyai nama. Virus ini saya bawa dari luar negeri dan beberapa orang mengakui upaya saya ini. Tetapi kini virus ini sudah mewabah setelah banyak kalangan mengimpor virus ini.

Munculnya profesi perencana keuangan, wealth manager, dan berbagai gelar di bidang jasa keuangan kini banyak sekali bertebaran. Salah satu dari gelar tersebut adalah associate wealth manager (AWM), gelar level dua dalam bidang wealth management. Saya juga berhak menyandang gelar ini setelah menyelesaikan tiga pendidikan yang diselenggarakan oleh asosiasi wealth management Indonesia (AWMI). 

Sebenarnya bertekad untuk menjadi makmur tidak ada salahnya. Bayangkan kalau seorang pandai yang memiliki ketajaman bisnis. Ketika ia mengembangkan usahanya, ia bisa menciptakan banyak lapangan kerja.

Artinya ia menciptakan kekayaan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi orang lain dan negara. Bagi orang lain, misalnya menyimpan uangnya di bank. Oleh bank uang tersebut disalurkan sebagai kredit ke perusahaan yang menciptakan lapangan kerja.

Masalah akan timbul kalau ada yang menggunakan jalan pintas menuju kemakmuran. Banyak pejabat yang ingin makmur kemudian menggalang kemakmurannya dengan melanggar hukum. Orang pandai menggunakan kepandiannya agar bisa makmur.  

Banyak orang kaya yang setelah terjangkiti virus affluenza bertambah menjadi semakin kaya. Seringkali mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan kekayaan mereka. Begitupun mereka terus mengejar kekayaan. Sering mereka melakukan karena mengembangkan kekayaan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Beberapa orang kaya berubah menjadi philanthrophist.

Orang bisa menjual jiwa demi uang, tetapi ia tidak akan bisa membelinya kembali dengan karensi yang sama. Semakin banyak uang, semakin besar keinginan orang untuk memperoleh uang lebih banyak. Tidak ada satupun yang bisa memuaskan. 

Mengutip Investopedia: Bilamana affluenza tidak bisa dikuantifikasi dengan mudah, mereka yang ingin menghindari kondisi itu harus bisa menjadi Tuan bukan budak dari barang yang buisa mereka miliki dengan uang.

Oleh : Jaka Eko Cahyono AWM

0 Responses to “Affluenza”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: