Why Jurnalisme

Di artikel bertajuk Affluenza saya menulis bahwa jurnalisme tidak memberi peluang untuk menjadi makmur. Hal ini berlaku di mana-mana, termasuk Indonesia.

Pertanyaannya kemudian Mengapa banyak orang mau menjadi jurnalis? Saya sendiri menjadi wartawan sejak masih kuliah. Orang memasuki dunia jurnalistik untuk berbagai alasan, tetapi terlepas dari masalah uang, lazimnya ada tujuh motivasi utama.

1. Keinginan menulis. Jurnalis adalah orang yang menghidupi diri dengan menulis secara kreatif. Banyak orang yang bercita-cita menjadi novelis memilih jurnalistik sebagai cara untuk menghidupi diri sementara mereka mengembangkan kemampuan menulisnya. Menulis untuk koran dan buku membutuhkan keahlian berbeda, tetapi profesi jurnalis merupakan wadah bagus untuk memulai karir sebagai penulis buku. 

2. Egoisme. Keinginan untuk tampak lebih pintar, populer dan dikenal. Ini motif kuat. Penulis serius memiliki kesombongan yang lebih besar dan lebih egois dibandingkan para jurnalis. Hampir semua orang ingin karyanya dikenal. Ini membantu memberi arti pada masyarakat. Beberapa orang juga ingin menjadi terkenal sehingga mereka mempunyai status di masyarakat.

Keinginan untuk terkenal bukanlah motivasi yang buruk, tetapi jangan pernah menjadi alasan utama menjadi seorang jurnalis. Anda tidak akan bisa menjadi seorang jurnalis yang baik apabila Anda berusaha untuk membuat pembaca Anda terkagum-kagum daripada memenuhi kebutuan mereka. Dari sini umumnya penulis kurang tertarik pada uang.

3. Keinginan untuk berpengaruh. Beberapa orang memasuki dunia jurnalistik demi kekuasaan untuk dapat mempengaruhi orang. Dan memang kata-kata yang tercetak memiliki kekuatan lebih besar daripada kata-kata yang terucap.

Di beberapa negara, sebagan besar politikus berlatar belakang jurnalis. Apakah mereka jurnalis yang berganti karier atau calon politikus yang menggunakan dunia jurnalis sebagai batu loncatan. Jurnalis adalah pelayan masyarakat, sebagai penerjemah peristiwa. Kesadaran ini akan membuat orang menjadi jurnalis yang bagus yang memandang diri sebagai pembela masyarakat awam.

4. Rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu adalah sifat alami semua orang tetapi unsur utama seorang jurnalis. Banyak orang memasuki dunia jurnalistik karena haus pengetahuan. Ilmu bisa berguna untuk memperbaiki masyarakat atau untuk kepentingan diri sendiri.

5. Antusiasme estetis. Banyak orang menjadi jurnalis karena ingin mengabadikan keindahan. Tak ada buku yang terbebas dari pertimbangan estetis.

6.Impuls historis. Keinginan untuk melihat benda-benda sebagaimana adanya. Oleh karena itu jurnalisme cocok untuk orang yang memiliki ketekunan dalam mencari fakta sejati dan menyimpannya untuk keperluan pelacakan asal usul.

7.Tujuan politis dalam pengertian untuk mengubah pandangan orang.

(Bersambung)  

1 Response to “Why Jurnalisme”


  1. 1 kustiah August 27, 2009 at 8:48 am

    Luar Biasa !!!!!!!!!saya sepakat pak Jaka,,”Keinginan untuk terkenal bukanlah motivasi yang buruk, tetapi jangan pernah menjadi alasan utama menjadi seorang jurnalis. Anda tidak akan bisa menjadi seorang jurnalis yang baik apabila Anda berusaha untuk membuat pembaca Anda terkagum-kagum daripada memenuhi kebutuan mereka. Dari sini umumnya penulis kurang tertarik pada uang.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: