Tanah Sebagai Wahana Investasi

Ketika berinvestasi di bangunan, Anda harus bisa menentukan nilai bangunan dan menginspeksi struktur bangunan. Setelah membeli, Anda harus mengelolanya agar bisa memberikan imbal hasil maksimal.

Bagi banyak orang, aktivitas tersebut bisa jadi sangat merepotkan. Kalau Anda menganggap berinvestasi di bangunan merepotkan, bagaimana kalau berinvestasi di tanah?

Sebenarnya, di satu sisi berinvestasi di tanah sangat menjanjikan karena beberapa  alasan. 

Pertama, aman. Kalau tidak ada erosi atau kebijakan land reform – keduanya sangat jarang terjadi – jumlah areal tanah tidak berkurang.  

Kedua, luas tanah, yang membentuk 30 persen dari permukaan planet bumi, tetap. Karena pada saat yang sama kebutuhan manusia akan tanah terus meningkat sejalan dengan perkembangan jumlah dan peradaban manusia, maka sebagaimana hukum ekonomi berlaku, harga tanah akan naik dengan sendirinya.  

Ketiga, tanah dan apa yang dapat Anda lakukan dengan atau di atasnya, membuat tanah menjadi bernilai. Selain untuk hunian, tanah juga diperlukan untuk lahan pertanian, pabrik, kantor, hiburan dan jalan. Bahkan sebagai lahan kosong Anda bisa menyewakannya. Artinya, Anda dapat menggunakan tanah untuk memperoleh berbagai manfaat lain.  

Strategi Berinvestasi

Strategi berinvestasi di tanah bisa mudah dan sederhana: Anda membeli tanah di lokasi yang akan dikembangkan, lalu pegang sampai harga membubung dan kemudian jual.

Dalam praktek, sulit memperoleh laba besar dari investasi di tanah. Salah satu kesulitannya adalah memilih lokasi yang tepat.  Dengan mengindentifikasi komunitas mana yang akan mengalami pertambahan penduduk cepat dan pertumbuhan lapangan kerja beberapa tahun ke depan tidaklah mudah.

Seringkali perkembangan sebuah wilayah di luar rencana.  Di sisi lain, kalau lokasi tersebut sudah direncanakan, maka harga tanah di wilayah yang akan diperkirakan menjadi hot spot biasanya sudah dijual dengan harga premi oleh pejabat yang menangani perencana tanah atau pihak yang memperoleh hak untuk mengembangkan lokasi tersebut. Keberuntungan adalah bagi mereka yang mempunyai lahan yang akan dikembangkan. 

Selain itu ada satu hal penting yang perlu Anda pertimbangkan ketika berinvestasi di tanah: berinvestasi ditanah menguras kas. Jika membayar tanah dengan cash, Anda akan mempunyai uang yang terikat di investasi. Anda harus membayar pajak properti dan pengeluaran lain. Jika membeli dengan pinjaman maka harus membayar bunga.

Lembaga pemberi pinjaman pada umumnya mengenakan bunga tinggi untuk transaksi pembelian tanah karena mereka melihatnya sebagai investasi yang lebih spekulatif. Kecuali di lokasi yang sangat strategis, Anda tidak akan menerima pendapatan untuk menutup pengeluaran ini.  

Jika suatu ketika Anda ingin membangun rumah atau gedung di tanah yang Anda beli, Anda harus mengeluarkan biaya besar lagi. Memperoleh pinjaman untuk pengembangan bisa lebih mahal daripada pinjaman properti yang sudah jadi. 

Jika anda ingin berinvestasi di tanah, yakinkan bahwa anda:

1. Mampu. Catat biaya dan dana untuk membeli dan menjaga sehingga Anda mengetahui berapa dana yang dibutuhkan.

Konsekuensi finansial apa yang akan terjadi dengan adanya fakta di atas —misalnya, akankah Anda mampu membiayai sepenuhnya akun pensiun yang menjadi pengurang pajak. Jika tidak dapat, hilangnya manfaat pajak ini akan menjadi biaya tambahan untuk memiliki tanah. 

2. Pahami apa yang dibutuhkan kalau Anda ingin membangun rumah atau gedung di atas tanah tersebut. Untuk itu, riset hal-hal apa yang akan menimbulkan biaya tambahan seperti garis kegunaan, jalan dan lanscaping.  

3. Kenalilah status wilayah. Nilai sebuah tanah tergantung pada apa yang dapat Anda kembangkan di atasnya. Jangan pernah, membeli tanah tanpa memahami sepenuhnya bagaimana tanah tersebut dizonakan dan apa yang dapat dan tidak dapat dibangun di atasnya.

Jadi selidiki kecenderungan apa yang terjadi dari perencanaan dinas tata kota dan masyarakat sekitarnya. Wilayah-wilayah yang anti pertumbuhan dan perkembangan kemungkinan lebih kecil sebagai tempat yang bagus untuk berinvestasi di tanah. 

4. Apakah familiar dengan ekonomi dan situasi perubahan lokal. Akan lebih baik kalau Anda membeli tanah di wilayah yang akan menjadi pusat perkembangan industri atau perumahan dan di wilayah tersebut ketersediaan tanah mulai langka.  

(Bersambung)

0 Responses to “Tanah Sebagai Wahana Investasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: