Kiat Memilih ‘Rookie Fund’

Almarhum Kolonel Tom Parker,   yang meninggal pada 1977 dalam usia 87 tahun, adalah salah satu orang paling cerdas dalam sejarah musik dunia.  

Tahun 1954, ia mendengar Elvis Presley muda menyanyi di Louisiana Hayride, pertunjukan musik country yang berlangsung setiap akhir pekan. Setelah melihat penampilan Presley, Tom parker langsung mengikatnya dalam perjanjian bisnis. Ia menjadi manager dan membuat jadwal tur. Sisanya adalah sejarah. Presley menjadi raja rock and roll dan Tom Parker turut makmur dan masyhur. Ia dikenal sebagai salah salah satu impresario musik terbesar. 

  

Menurut Morningstar, lembaga pemeringkat reksa dana global, pemodal reksa dana juga dapat berbuat seperti Colonel Tom, yakni mampu mengenali setiap rookie fund (reksa dana baru) berpotensi. “Artinya, berinvestasi di reksa dana baru bukan merupakan perjudian,” Russel Kinner, analis di Morningstar. 

Peluang investasi di rookie fund bisa jadi tampak jelas bagi pemodal reksa dana berpengalaman. Lantas bagaimana pemodal baru bisa mengenali potensi reksa dana baru yang belum memiliki track record?

Rudy Johansen, presiden direktur PT Batavia prosperindio Aset Manajemen yang mengelola 16 reksa dana senilai Rp 2 triliun memberikan kiatnya. Jika manajer investasi sudah pernah mengelola reksa dana sejenis, kata Rudy, gunakan reksa dana yang lama sebagai patokan. “Kalau manajer investasi belum pernah mengelola reksa dana sejenis, maka pemodal perlu melihat sosok fund manager-nya,” tambahnya.

Nasihat ini tampaknya berlaku untuk reksa dana pendapatan tetap (RDPT) baru yang sebenarnya reksa dana lama, tetapi harus berganti baju agar dapat tetap menikmati insentif pajak bunga obligasi. Schroder Dana Mantap Plus II contohnya, adalah lanjutan dari Schoder Dana Mantap Plus.

Menurut Rudy, reksa dana yang dikelola oleh MI yang belum memiliki track record dan dikelola fund manager yang belum pengalaman bukan berarti tidak layak dilirik. “Lihat dulu strategi investasinya bagaimana,” tambah Rudy.

Di sisi lain, reksa dana baru yang dikelola oleh MI yang memiliki nama besar dengan  fund manager berpengalaman bisa jadi bukan pilihan bagus kalau MI atau fund manager tersebut mengelola reksa dana terlalu banyak. Satu tim pengelola bisa mengelola sampai lima reksa dana terproteksi (RDT) yang sifatnya tertutup, tetapi hanya bisa mengelola secara maksimal dua reksa dana terbuka. “Karena aktivitas reksa dana tertutup tidak sekencang reksa dana terbuka,” tegasnya.

Pentingnya melihat strategi investasi sebuah reksa dana juga ditekankan   para analis di Morningstars. Dengan mengetahui strategi investasi sebuah reksa dana, tulis morningstar, pemodal dapat menetapkan target investasi secara realistik.

Jika sebuah RDPT memiliki strategi untuk bersikap konservatif dengan menginvestasikan semua asetnya di surat utang negara, maka diharapkan  memperoleh hasil yang stabil tetapi tidak terlalu tinggi.

Jika sebuah reksa dana saham dikelola dengan strategi agresif, pemodal bisa mengharapkan hasil investasi yang lebih tinggi daripada kinerja pasar saham. Strategi investasi juga mengindikasikan potensi risiko. Misalnya, reksa dana yang berinvestasi di saham sektoral bisa diperkirakan akan memiliki kinerja yang fluktuatif.

Para analis  Morningstar  menganjurkan pemodal untuk memberi perhatian besar pada biaya ketika membeli rookie fund. Adalah hal yang masuk akal kalau sebuah reksa dana baru yang dikelola oleh manajer investasi baru memungut biaya yang relatif tinggi.

Hal itu diperlukan karena aset masih kecil dan biaya besar dibutuhkan untuk menutup overhead cost. Jika kemudian aset membesar, maka biaya bisa diturunkan. 

Meskipun rookie fund menawarkan peluang keuntungan besar, para analis Morningstar merekomendasikan pemodal membeli reksa dana baru sebagai sarana diversifikasi setelah memiliki reksa dana utama yang telah memiliki track record.            

Wawan Hendrayana, analis reksa dana PT Infovesta Utama, lembaga sejenis Morningstar di Indonesia, memberikan tiga tips bagi pemodal yang ingin membeli reksa dana baru.

Pertama, lihat siapa sponsor (pihak yang memberikan dana awal) pada reksa dana tersebut. “Tentu saja para sponsor ini pasti sudah melewati beberapa pertimbangan sehingga bersedia menjadi sponsor,” katanya. 

Langlah kedua hampir mirip. Lihat apakah reksa dana baru tersebut dijual lewat bank. Bank penjual reksa dana, kata Wawan, tentu tidak sembarangan dalam memilih sebuah reksa dana.

Ketiga, bila pemodal masih ragu-ragu untuk masuk ke sebuah reksa dana baru, sebaiknya pemodal menunggu dulu paling tidak satu  tahun untuk melihat kinerjanya.

Menurut Wawan, dalam enam bulan terakhir sejak 1 Desember, terdapat 59 reksa dana (RD) baru, yang terdiri dari 11 reksa dana saham, 6 pasar uang, 10 pendapatan tetap, 25 terproteksi dan 7 RD Campuran. Total dana kelolaan 59 reksa dana baru per  11 Mei 2007  sekitar  Rp 10 triliun. Padahal, selama periode tersebut total dana kelolaan reksa dana hanya naik sebesar Rp 13,98 triliun menjadi Rp 61,47 triliun.

1 Response to “Kiat Memilih ‘Rookie Fund’”


  1. 1 capriano November 1, 2007 at 8:28 am

    thx
    atas tips nya sangat berguna


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: