Memilih Lokasi Rumah (Bagian II)

Berikut ini beberapa item yang perlu dipertimbangkan selama memilih lokasi rumah:

1. Nilai. Fungsi rumah yang tercermin dari lokasi berimplikasi pada harga. Semakin banyak fungsi maka harga semakin tinggi. Pertimbangannya di sini adalah apakah harga sudah mencerminkan nilai dan manfaat yang akan Anda peroleh. Alangkah sayangnya kalau Anda membeli rumah di lokasi dengan berbagai fasilitas tetapi Anda mengnghabiskan seluruh waktu di tempat kerja. Atau rumah yang Anda beli dengan mahal hanya Anda tempati sekali sebulan atau pada akhir pekan.

2. Sekolahan. Apakah Anda mempunyai anak atau tidak, Anda perlu peduli tentang masalah ini. Pasalnya, umumnya orang tua peduli soal ini dan mereka memberi penghargaan pada kualitas sekolahan. Penghargaan atas mutu sekolah akan mempunyai dampak langsung pada nilai properti di sekitar sekolahan tersebut.

Maka tidak heran kalau banyak pengembang membangun sendiri, atau bekerjasama dengan pengelola sekolahan, sebuah sekolahan di sebuah kawasan atau kompleks perumahan untuk menarik pembeli. Oleh karena itu kunjungi sekolahan untuk melihat kualitas fisik sekolahan. Kalau perlu tanyakan apa yang terjadi di sekolahan untuk melihat kualitas sekolaha secara kualitatif.

3. Feng Shui. Dalam membeli rumah, tidak ada kata terlalu hati-hati. Sedapat mungkin hindari atau kurangi risiko salah pilih. Salah satu caranya adalah dengan mempertimbangkan hal yang bersifat tradisional dan kurang konvensional, seperti feng shui. Anda boleh tidak percaya pada feng shui tetapi sebagai pembeli Anda perlu peduli. Pasalnya, mereka yang percaya pada feng shui akan menentukan jumlah permintaan dan penawaran. Anda tahu permintaan dan penawaran akan menentukan harga.

4. Aspek perpajakan. Transaksi tanah atau bangunan merupakan obyek pajak. Selanjutnya sebagai pemilik tanah dan bangunan Anda akan dikenai pajak bumi bangunan. Oleh karena itu pertimbangkan aspek perpajakan untuk mengetahui berapa besar pengeluaraan tambahan Anda. (Lihat Catatan 1).

5. Lingkungan sosial. Jangan pernah membuat kesalahan untuk menyimpulkan kondisi sebuah kawasan dari cerita atau dari pengalaman sejumlah kecil orang. Ketika Anda mendengar atau membaca bahwa seseorang dirampok atau tertembak di sebuah kawasan tertentu, itu tidak berarti bahwa wilayah tersebut berbahaya atau lebih berbahaya daripada wilayah lain. Persepsi orang sering tidak sesuai dengan fakta. Telefon kantor polisi lokal atau lembaga formal lain untuk memperoleh faktanya. Pajak yang Anda bayarkan bernilai untuk ini, gunakan.

6. Perkembangan masa depan. Sebelum membeli ada baiknya Anda mengetahui pola perkembangan baru atau renovasi besar yang akan atau sedang dilakukan di lokasi di mana Anda akan tinggal. Siapa tidak ingin rumah yang baru dibeli kemudian melonjak harganya. Atau siapa uang ingin ketika melihat bahwa rumah yang baru dipugar kemudian kena gusuran. Cek dengan dinas perencanaan kota atau pejabat lain yang berwenang.

7. Risiko bencana. Apakah lingkungan di mana Anda akan membeli rumah mudah terserang bencana banjir, kebakaran, tanah longsor atau gempa bumi? Asuransi properti yang pantas akan melindungi secara finansial dari bencana ini. Anda harus juga mempertimbangkan bagaimana mengatasi bencana secara emosional. Asuransi hanya meringankan penderitaan finansial dari kehilangan rumah, tetapi bagaimana perasaan Anda?

Semua wilayah mempunyai risikonya masing-masing. Lingkungan sosial sebuah kawasan dapat berubah. Artinya Anda tidak dapat menghapus semua risiko ketika memilih sebuah rumah atau lingkungan sosial, tetapi Anda setidaknya mendidik diri sendiri dan sadar apa bencana yang mungkin timbul.

 Jika anda orang baru di sebuah wilayah dan tidak mempunyai informasi tentang potensi risiko yang melekat di sebuah wilayah, gali informasi tersebut dari sejumlah sumber yang berbeda. Agen real estate yang jujur dan berpengetahuan mungkin membantu, tetapi Anda mungkin juga perlu mencari informasi dari dinas tata kota mempunyai daerah rawan banjir. Dengan mengetahui potensi risiko, Anda bisa membuat rencana untuk mengatsinya, misalnya melalui asuransi. 

Catatan 1: Berdasar UU No. 20/2000 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan,  nilai perolehan obyek pajak rumah yang melebihi Rp 60 juta akan kena pajak sebesar 5%. Misalnya Anda membeli tanah senilai Rp 100 juta, maka nilai perolehan kena pajaknya adalah Rp 40 juta ( Rp 100 juta – Rp 60 juta). Dengan tarif pajak 5%, maka pajak yang harus dibayar pembeli adalah Rp 2 juta. Sejalan dengan otonomi daerah, kini setiap daerah mempunyai peraturan daerah yang berbeda.  

Misalnya, beberapa pemerintah daerah tingkat II di Jawa Barat menurunkan nilai perolehan tidak kena pajaknya menjadi Rp 30 juta. Artinya kalau membeli rumah senilai Rp 40 juta, Anda akan dikenai pajak. Seperti halnya bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, kini besaran pajak bumi bangunan ditetapkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memberlakukan tarif PBB untuk tanah dengan nilai di bawah Rp 1 miliar sebesar 20% dikalikan nilai jualnya kemudian dikalikan setengah persen. Untuk luas tanah dengan nilai di atas Rp 1 miliar, maka tarifnya adalah 40% dikalikan nilai jual dan kali 0,5%.  

Keterangan: Feng shui adalah sebuah disiplin ilmu kuno dari Cina yang bersumber pada pada ajaran I Ching sekitar 6.000 tahun  lalu. Feng shui berarti “angin” dan “air”, dua kekuatan utama di alam dan sangat penting dalam kehidupan.  

Prinsip yang mendasari feng shui adalah hidup selaras dengan lingkungan sehingga energi di sekeliling bekerja untuk bukannya menentang diri sendiri. Pada mulanya feng shui digunakan untuk memilih makam yang bagus, kemudian digunakan untuk memilih tempat istana, bangunan pemerintah dan monumen, sampai ahirnya seluruh kota dirancang dan dibangun dengan prinsip ini.  

Dewasa ini feng shui digunakan dalam pembangunan properti. Banyak pengembang menggunakannya mulai saat memilih tanah untuk lokasi, membuat desain sampai tahap penyelesaian akhir. Sebagian ada yang menggunakan dalam penyelesaian akhir saja. Ada pengembang yang menggunakan jasa konsultan feng shui jika menghadapi masalah di tengah jalan, misalnya tidak bisa segera menjual sebuah gedung.  

2 Responses to “Memilih Lokasi Rumah (Bagian II)”


  1. 1 gie October 16, 2008 at 3:35 am

    dear pak cahyono,

    senang sekali menemukan artikel yang membahas tips menemukan lokasi dalam membeli rumah. saya mau minta pendapat bapak, saya berencana untuk membeli rumah di daerah cibubur. setelah melihat2 ke beberapa lokasi, saya menemukan 2 pilihan yang sesuai dengan keinginan dan budget saya namun kondisi rumahnya berbeda. rumah A berlokasi di cububur, tepatnya sebelum perempatan cikeas, perumahan baru yang siap huni 1 tahun lagi lt92lb29. rumah B berlokasi di cimanggis, tepatnya dekat perum jati jajar, siap huni kapan saja, lt84lb168 kualitas bangunan sangat bagus. menurut bapak, mana yang sebaiknya saya ambil?mengingat saya dan suami bekerja di daerah sudirman, mana yang lokasinya lebih bagus dan mana yang mempunyai nilai investasi lebih tinggi?terima kasih

  2. 2 jecs October 20, 2008 at 11:20 am

    advis saya begini.
    Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Jangan berpikir untuk kebutuhan saat ini saja, tetapi juga kebutuhan mendatang. berapa usia ibu? ada anak atau tidak? berapa anak yang ada dan yang diharapkan? ini menjadi pertimbangan untuk memilih luas tanah yang berbeda. Berapa lama kira-kira akan digunakan? jangan berasumsi bahwa anda akan tinggal selamanya di sana? karena ketika karir Anda bagus maka bisa membeli rumah yang lebih bagus? mungkin bahwa keluarga ibu harus pindah ke kota lain.
    Nilai rumah juga berubah. kawasan yang cepat tumbuh akan ada saatnya menjadi daerah yang matang dan pertumbuhan akan lamban. dan ingat harga rumah, seperti terjad di AS sekarang ini, bisa turun juga. Mengenai kondisi saat ini, saya kurang mengikuti perkembangan. jadi silahkan riset sendiri, dengan mengunjungi kedua lokasi dan bertanya ke warga sekitar.
    Mungkin rumusan saya begini: pilih yang paling banyak memberi manfaat. Kalau nantinya ada capital gain, anggap saja sebagai bonus. Jangan percaya omongan pengembang bahwa lokasi mereka prospektif dan akan meningkat. Kalau mereka yakin, mereka tidak akan menjualnya tetapi menyimpan untuk dirinya.

    selamat berburu rumah
    salam
    jaka cahyono


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: