Sejak Dari Awal

Banyak produk reksa dana yang dipasarkan dewasa ini lebih banyak melayani kepentingan perusahaan pengelola, bukan kepentingan investor. Pernyataan tersebut disampaikan John Bogle, pendiri Vanguard Group, perusahaan pengelola reksa dana terbesar di dunia tahun ini seteleh menggeser posisi Fidelity Investments menyusul krisis keuangan AS yang sedang berlangsung, kepada wartawan Associater Press pada 25 Mei 2008.
Bahkan upaya untuk memperjuangkan kepentingan perusahaan pengelola itu bisa dirancang sejak awal. Contohnya adalah reksa dana pasar uang yang kelahirannya ditandai dengan peluncuran Reserve Fund pada 1971. “Saya berharap dapat mengatakan bahwa ‘penemuan’ kami berasal dari kecerdasan kami, tetapi sebenarnya kombinasi dari ancaman kelaparan dan kerakusan yang mendorong kami ke penemuan tersebut,” tulis Henry Bedinger Rust Brown, yang bersama-sama dengan Bruce R. Bent, menerbitkan reksa dana pasar uang (RDU) pada 1970 dan kemudian meluncurkan RDU pertama, The Reserve Fund, pada 1971.
Tulisan ini, sebagaimana dilaporkan harian The New York Times pada berita kematian Harry 14 Agustus 2008, merupakan tanggapan Harry atas pidato Paul A. Samuelson, pemegang Nobel Ilmu Ekonomi 1970, pada 2001 yang menyatakan bahwa Brown dan Bent juga berhak mendapat Nobel.
Apresiasi atas inovasi Brown dan Bent juga diberikan oleh American Museum of Financial History, sebuah afiliasi dari Smithsonian Institution, karena makna dan dampaknya pada sejarah keuangan AS.
Brown, kelahiran Pittsburgh (AS) pada 13 Februari 1926 lulus dari Harvard dan meninggal Senin. Pada 1963 dia menjadi manager investasi untuk dana pensiun guru dan pustawakan AS, Teachers Insurance and Annuity Association. Pada tahun 1969 ia menjadi konsultan keuangan pada 1969 ketika dia dan Bent memunculkan ide membentuk RDU. “Saya duduk di meja saya pada Agustus 1969, dan saya memperhatikan Brown dan berkata, ‘Mengapa bukan reksa dana’,” Bent mengenang untuk majalah Fortune pada 1999.
Brown dan Bent waktu itu melihat kemungkinan bagi investor untuk memperoleh return tinggi, tetapi tetap aman. Mereka yakin hal itu dapat dilakukan hanya jika mereka mampu membeli instrumen pasar uang yang memberikan yield tinggi, yang diperdagangkan dengan denominasi enam digit alias ratusan ribu USD. Solusi mereka adalah reksa dana yang esensinya mengizinkan banyak pemodal kecil untuk menghimpun sumber daya dan berbagi dalam investasi di instrumen pasar uang yang memberi return lebih tinggi. Bahkan dengan dana bersama, pemodal dapat memperoleh bunga tinggi lebih tinggi di bank daripada kalau mereka menempatkan dana mereka secara terpisah.
The New York Times menambahkan, kedua orang ini kemudian melakukan riset, mengulas hukum perbankan di semua negara bagian di AS sebelum akhirnya menerbitkan RDU pertama di dunia yang mereka namakan The Reserve Fund. Selama beberapa tahun kemudian mereka berjuang untuk memasarkan RDU tersebut, bahkan sampai mereka sempat memiliki utang sebesar USD250.000. Menurut majalah Time, keberuntungan mereka berubah seteah The New York Times menerbitkan sebuah artikel tentang The Reserve Fund pada 7 Januari, 1973. Pada akhir 1973 mereka memiliki simpanan sebesar USD100 juta.
Kesuksesan tersebut tentu tidak terlepas dari kondisi bursa saham pada tahun itu di AS. Antara lain karena embargo minyak oleh OPEC, AS mengalami resesi dan rata-rata harga saham turun tajam pada tahun 1973 dan 1974.
Di Brazil pada tahun 1968 ada sebuah reksa dana yang hanya bersinvestasi di instrumen pasar uang, yakni Conta Garantia yang ditemukan oleh John Oswin Schroy.

Mati Menyusul penemunya
Sebagai bagian dari Reserve Management Corporation (RMC), perusahaan manajemen investasi (PMI) didirikan pada tahun 1970, Primary Fund tumbuh bagus. Aktiva pada akhir 2007 mencapai USD60 miliar. Selain mengelola Primary Fund, RMC juga mengelola 25 RDU lain — sebagian ada yang bebas pajak, ada yang dirancang khusus pemodal lembaga dan pemodal ritel. RMC juga mengelola reksa dana jenis lain.
Namun sayang, pelopor RDU tersebut harus mati mengikuti penemunya. RDU yang sudah berusia lebih dari 37 tahun itu kini sedang dalam proses likuidasi. Tentu kejadian itu hanya kebetulan. Reserve Primary Fund adalah salah satu korban dari krisis keuangan di AS akibat ambruknya bank investasi di AS membawa korban baru, reksa dana pasar. Depkeu mengumumkan program last bulan setelah pemodal pulled out some USD170 miliar dari RDPU selama periode tujuh hari.
Seperti kemunculannya yang mendorong RDU lain, proses kematian Reserve Primary Fund dengan kode RFIXX juga membawa kematian RDU lain, termasuk 14 RDU kelolaan RMC, dan mengguncang keyakinan pemodal AS.
Kisah tragis ini dimulai pada Lehman Brothers mengajukan petisi bangkrut pada 15 September 2008. Petisi ini membuat surat utangnya merosot nilainya dan merugikan banyak pemodal di seluruh dunia, termasuk RFIXX yang memegang commercial paper (CP) terbitan Lehman Brothers senilai sekitar USD785 juta dari total dana kelolaan (AUM) USD63 miliar.
Pengelola RFIXX memutuskan untuk memberi valuasi nol untuk CP tersebut. Sehari kemudian, 16 September 2008, RMC mengumumkan bahwa nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) turun di bawah USD1, atau yang pelaku pasar sebut sebagai breaking the buck. Akibatnya, pemodal mulai menarik dana dari RFIXX dalam jumlah besar dan berhenti setelah nilai redemsi mencapai USD40 miliar, atau 60% dari AUM hanya dalam dua hari, 15 dan 16 September 2008. Gelombang penjualan kembali (redempsi) ini terhenti setelah, dengan izin otoritas, redemsi dibatasi dan akhirnya ditutup, meninggalkan pemodal yang tersisa menderita kerugian lebih besar lagi. Nilai aktiva bersih per UP RFIXX turun lagi dari USD0,97 pada 16 September menjadi USD0,95 pada 18 September. Pada tanggal 18 September ini beberapa RDU lain kelolaan RMC, beberapa di antaranya juga broke the buck.
Kegagalan RMC yang konservatif dan aman mempertahankan nilai Primary Fund dan anjloknya AUM telah mendorong banyak kalangan untuk mengajukan pertanyaan fundamental tentang peranan RDU.
Penurunan tajam AUM memicu dugaan bahwa manajemen memberikan tip kepada pemodal khusus untuk redeem menjelang pengumuman penurunan NAB/UP, tetapi dugaan itu dibantah RMC yang menyatakan dugaan tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal. Sekelompok pemodal menggugat RMC secara massal pada 17 September 2008. Pemodal publik menuduh Primary Reserve “telah menyimpang dari tujuan investasi yang dinyatakan dalam prospektus dengan mengorbankan preservasi pokok investasi dan likuiditi demi mengejar yield lebih tinggi.”

0 Responses to “Sejak Dari Awal”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: