Mekanisme Penjaminan IPO Saham

Bapak Jaka Cahyono yang saya hormati,

Setelah mendengar cerita teman, saya menjadi tertarik untuk membeli saham PT Garuda yang sedang melakukan penawaran saham perdana (IPO). Namun saya belum sepenuhnya paham mekanismenya. Saya membaca di sebuah Koran bahwa minat atas saham tersebut tidak begitu besar karena berbagai sebab, tetapi sebuah media lain melaporkan ada kelebihan permintaan. Saya juga pernah membaca polemic di media massa tentang kisruhnya proses penjatahan waktu PT Krakatau Steel go public. Apakah bapak bisa menjelaskan soal ini?

 

Agus Didu – Pamulang, Tangerang Selatan

 

Pak Agus Didu, terima kasih atas suratnya.

Sebenarnya bapak tidak usah berkecil hati, karena banyak ekonom pun kurang paham soal mekanisme IPO, khususnya yang terkait dengan penjaminan. Ketua Bapepam diberitakan pernah mengatakan bahwa mereka asal ngomong ketika menanggapi penjatahan saham PT Krakatau Steel.

Awal bagus untuk menjelaskan masalah ini adalah kenyataan bahwa emiten tidak langsung menjual saham ke pemodal, tetapi melibatkan sekelompok perusahaan efek untuk menjadi lead manager, underwriter dan selling agent. IPO besar umumnya memerlukan co-lead manager. IPO dapat menggunakan tiga mekanisme, yaitu lelang, harga penawaran tetap, dan book building. Dari ketiga mekanisme itu, book building paling banyak digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.  

Dalam mekanisme book building, lead manager bertugas menyiapkan dan menangani transaksi di pasar primer dengan menjadi bookrunner alias penata buku. Dalam mengelola IPO lead manager berkewajiban, antara lain, membantu emiten menyiapkan prospektus, kontrak pendahuluan dengan Bursa Efek tentang pencatatan saham di bursa, memimpin due diligence, merancang pernyataan registrasi dan mengurus registrasi ke otoritas dan masih banyak lagi.

Lead juga harus merancang Perjanjian Penjaminan, yakni kontrak dengan emiten tentang penetapan harga penawaran, spread penjaminan, dan waktu penyelesaian transaksi. Spread penjaminan adalah komisi penjaminan dan besarannya antara 2% dan 7% dari hasil penjualan. Spread umumnya dibagi dengan rumus:20-20-60. Maksudnya, 20% untuk lead manager dan co-manager kalau ada, 20% untuk komisi penjaminan dan 60% untuk komisi penjualan. 

Lead manager umumnya juga menjadi underwriter utama (lead underwriter) dengan memberkan penjaminan paling banyak dan sekaligus agen penjual. Kelompok penjaminan bisa memberikan komitmen penuh atau upaya terbaik (best effort). Dalam IPO best effort tidak ada jaminan bahwa saham dalam penawaran akan terjual. Dalam IPO dengan penjaminan penuh (full commitment atau bought deal), underwriter menjamin hasil penjualan. Mereka akan menelan saham yang tidak terjual. Risiko seperti ini dibagi ke semua underwriter sesuai komitmen mereka. Jumlah penjaminan untuk setiap anggota sindikasi ditentukan oleh lead manager.

Dari paparan singkat ini jelas bahwa kelompok penjaminan harus bermodal besar dan siap menanggung risiko bahwa saham tidak laku. Namun mereka memiliki posisi strategis untuk menurunkan risiko ini.

Book-building, yang sifatnya tertutup, berguna menurunkan risiko underwriter karena mekanisme ini memungkinkan mereka melakukan road show, presentasi keliling untuk menarik calon pemodal. Tujuan road show adalah mempromosikan emiten sekaligus membangun order book, buku yang berisi indikasi minat (indication of interests/IOI).

Sarana mereka melakukan road show adalah prospektus pendahuluan, yang antara lain berisi ‘price talk’ yakni kisaran harga yang menjadi indikasi harga penawaran saham. Kisaran harga saham misalnya antara IDR700 dan IDR800. Permintaan biasanya bersifat elastis. Misalnya reksa dana A berminat membeli 1.000 lot kalau harganya 800 dan 1.200 lot kalau harganya 750 dan 1.500 lot kalau harganya 700. Pernyataan minat inilah yang disebut IOI. Ini pula maksud kelebihan 1,3 kali dalam berita yang bapak maksud.

IOI bukan komitmen untuk membeli karena penjualan belum diperkenankan sampai pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh otoritas. Karena alokasi saham bergantung pada IOI, pemodal mempunyai insentif untuk memasukkan IOI. Hanya lead underwriter memiliki data IOI, yang memberinya gambaran permintaan atas penawaran pada level harga berbeda.

Lead manager juga memiliki hak istimewa yang berguna untuk menurunkan risiko penjaminan, yakni menentukan harga penawaran dan alokasi. Jika IOI lemah, mereka menurunkan harga untuk mendongkrak penjualan. Berdasarkan IOI, lead akan menentukan porsi penjualan untuk penjatahan tetap (fixed allotment) dan porsi untuk dijual ke pembeli umum. Rasio umumnya adalah 70% untuk penjatahan tetap dan 30% untuk ditawarkan ke public. Dalam IPO BUMN, umumnya porsi ke public lebih besar.

            Selama roadshow, belum boleh ada penjualan sampai pernyataan registrasi efektif. Pada hari menerima pernyataan efektif, lead dan emiten mengadakan Rapat Harga  untuk menentukan harga penawaran. Pada hari itu pula Perjanjian Penjaminan ditandatangani, dan underwriter menjadi pemilik emisi. Pada poin ini, saham dapat ditawarkan dan risiko penjaminan pun bermula.       

            Menetapkan harga penawaran adalah sebuah aksi menyeimbangkan. Karena komisinya ditentukan oleh nilai emisi, penjamin berkepentingan agar semua saham terjual dan pada harga tinggi. Di sisi lain ia berkepentingan melayani nasabah yang menginginkan harga rendah agar memperoleh capial gain tinggi. Jika harga penawaran terlalu tinggi, saham tidak terjual. Jika mereka tidak dapat menjual semua saham, harga pasar akan tetap di bawah harga penawaran. Pasar akan mengetahui bahwa pada satu titik bank harus melepas saham itu, maka dari itu memberi tambahan tekanan pada harga. Maka dari itu, lead dan emiten cenderung memasang harga murah agar saham terjual habis. Itu sebabnya banyak orang menganggap IPO sebagai “peluang memperoleh gain instan yang bisa mereka peroleh pada hari-hari pertama perdagangan.

Banyak IPO mengalami kelebihan permintaan (oversubscription). Kalau ini terjadi, maka akan ada proses penjatahan. Dalam praktik yang berlaku umum, beberapa inves­tor lembaga berhak atas penjatahan tetap. Insentif ini diberikan karena mereka berinvestasi untuk jangka panjang. Sering kali karyawan emiten atau perusahaan yang menjadi mitra dagang emiten juga diberi hak atas penjatahan tetap.

Proses alokasi saham sering menjadi sumber protes. Selain bersifat tertutup, proses alokasi ditentukan oleh diskresi penjamin emisi. Memang ada praktik ilegal yang disebut Spinning, atau mengalokasikan saham ke eksekutif emiten agar dapat memperoleh bisnis di masa depan. Kadang underwriter mengalokasikan saham ke nasabah khusus mereka dengan imbalan komisi bisnis. Di US Suisse Pertama Boston (CSFB) pernah didenda pada akhir 1990an, karena mengalokasikan saham hot IPO untuk nasabah terpilih, dan menarik sebagian dari gain yang diperoleh nasabah dalam bentuk komisi transaksi yang besar.

Underwriter cenderung memberi porsi fixed allotment besar ke pemodal lembaga untuk memastikan bahwa saham IPO terjual sehingga tidak harus menelan sendiri emisi. Mereka cenderung menghindari Flipper, pembeli saham pada harga penawaran dan menjual mereka segera setelah transaksi mulai.

Di balik larangan dalam hal alokasi, namun underwriter boleh menurut hukum memberikan penjatahan khusus bagi karyawan dan mitra bisnis emiten dengan alasan mereka dapat membantu usaha emiten di masa depan. Namun jumlah ini dibatasi, misalnya 10% dari emisi dan ada klausula lock up, batasan untuk tidak menjual sampai periode tertentu. 

Setelah penjatahan ada proses distribusi efek ke pemodal dan pengembalian dana ke pemodal yang tidak mendapat alokasi. Setelah distribusi emisi, pekerjaan lead belum selesai. Umumnya mereka harus menjaga harga saham selama hari-hari pertama transaksi. Inilah yang stabilisasi.

Semoga jawaban saya memuaskan bapak.

0 Responses to “Mekanisme Penjaminan IPO Saham”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: