Kutukan Pemodal IPO

Pak Jaka yang saya hormati,

Tertarik dengan kisah beberapa teman yang meraih untung besar ketika membeli saham di IPO,  pada 8 Februari lalu saya membeli saham Garuda sebanyak 200 lot dan mendapat alokasi penuh. Menurut teman saya, saya dapat memperoleh gain 20%, atau sedikitnya 10% dalam perdagangan perdana saham tersebut di bursa. Skenario terburuk saya adalah harga saham Garuda tidak akan turun karena, kata teman saya, harga tidak akan turun. Alasan teman saya, penjamin emisi akan menjaga harga saham agar tidak turun. Ternyata, saya mendapat pepesan kosong. Harga saham Garuda turun di hari pertama diperdagangkan dan terus turun sampai saya menulis surat ini (19/2/2011). Bagaimana ini pak? Menurut bapak kapan harga Garuda naik, setidaknya sampai ke harga IPO?

Aris Munandar,

Bogor

 

Pak Aris yang sedang resah,

Karena terbatasnya halaman, saya akan mengemukakan beberapa hal saja tentang IPO kali ini. Semoga bapak cukup puas dengan informasi dari saya. 

Pertama, kutukan pemodal ritel di IPO. Dalam IPO melalui mekanisme book building (yang saya paparkan pada rubrik ini edisi lalu), pemodal ritel menghadapi apa yang sering disebut kutukan pemenang. Dalam IPO hot, pemodal ritel tidak mendapat alokasi penuh untuk saham yang dimintanya. Mereka akan dijatah, yang mekanisme penjatahannya ditetapkan oleh penjamin emisi beserta emiten. Ini terjadi, misalnya, dalam IPO PT Krakatau Steel. Sebaliknya, mereka akan mendapat alokasi penuh dalam IPO yang kurang bagus. Ini yang Anda alami.

Sebetulnya, kalau jeli, Anda dapat menjumpai sukses tidaknya IPO Garuda. (IPO dikatakan sukses jika semua saham yang ditawarkan kepada masyarakat terjual penuh dan harga sahamnya tidak turun pada hari pertama diperdagangkan di bursa). Indikasi tidak suksesnya IPO Garuda terlihat saat pemerintah, sebagai pemegang saham Garuda, menurunkan jumlah saham yang ditawarkan  (floating shares) menjadi 6,4 miliar lembar dari target semula 9,4 miliar.

Harga penawaran sebesar IDR 750, yakni batas bawah dari price talks antara IDR750 dan IDR1.100 juga mengindikasikan bahwa permintaan tidak terlalu kuat. Kalau bapak baca berita di media asing, seperti Reuters atau Bloomberg waktu menjelang dan selama masa penawaran, Anda akan merasakan adanya nada negatif dari pemodal asing. Banyak pemain asing memandang harga itu masih termasuk mahal, bahkan termahal di antara saham perusahaan penerbangan di Asia Tenggara. Kedua media elektronik asing tersebut melaporkan bahwa dalam masa penjajagan, price talks saham Garuda adalah IDR650-IDR850, namun pemegang saham bersikeras untuk menaikkannya menjadi IDR750-IDR1.100. Akibatnya, banyak di antara mereka ‘ngambeg’ sehingga menjadi enggan membeli. Hasilnya memang pembelian oleh pemodal asing jauh lebih kecil dari indikasi minat (indication of interest/IOI) mereka. IOI ini, seperti saya kemukakan dalam kolom ini sebelumnya, tidak bersifat mengikat.

Kedua, tidak semua IPO menjanjikan instant gain. Banyak orang menyebut IPO sebagai peluang memperoleh laba instant, yakni membeli di pasar perdana dan, selang beberapa hari kemudian, menjualnya di hari pertama diperdagangkan di pasar sekunder. Tetapi itu kesimpulan umum. Riset saya tentang IPO di Indonesia beberapa waktu lalu dan beberapa hasil riset sejenis di luar negeri, memang menyimpulkan bahwa kebanyakan saham IPO akan naik harganya pada hari pertama diperdagangkan. Hal ini terjadi karena saham dijual dengan diskon besar. Namun tidak selalu. Bahkan ada yang memelesetkan IPO sebagai ‘It’s Probably Overpriced.” Harga Mungkin Kemahalan.

 Ketiga, stabilisasi harga. Salah satu persoalan penting yang dihadapi emiten dan penjamin emisi dalam proses IPO adalah menentukan harga saham. Penjamin emisi cenderung memberi harga rendah, meskipun hal ini dapat menurunkan komisi mereka karena komisi mereka adalah prosentase dari nilai emisi. Dengan menurunkan harga, sebetulnya penjamis emisi menghindari risiko bisnis penjaminan, yakni menelan emisi yang tidak terjual. IPO yang gagal merugikan secara finansial dan menggerogoti reputasi mereka.

Kalau penjamin emisi menelas saham IPO, maka ada clue bahwa harga akan turun lebih banyak karena mereka suatu saat akan melepas saham yang mereka telan. Kalau tidak melepas, maka mereka umumnya akan melakukan stabilisasi, yakni membeli lagi saham tersebut agar harga tidak turun lebih tajam. Mereka melakukan stabilisasi karena mereka membukukan saham tersebut dengan harga pasar (marked to market). Kalau membiarkan saham turun, maka nilai saham mereka akan turun. Dana stabilisasi biasanya disepakati dengan emiten.

Saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak tentang kapan harga akan pulih. Yang dapat saya katakan adalah bahwa harga saham akan naik kalau kondisi fundamental emiten membaik, kondisi pasar secara keseluruhan membaik, dan persepsi pemodal tentang saham membaik.  

Bantuan Keuangan Buat Anak

Pak Jaka yang baik

Saya adalah seorang single parent dengan dua anak remaja, laki-laki dan perempuan, yang sehat dan cerdas. Saya merasa bangga telah melahirkan mereka. Hubungan saya dengan mereka, khususnya dengan anak perempuan sangat akrab. Perlu bapak ketahui, saat masih kecil saya terbiasa bekerja keras untuk membantu usaha orang tua. Setelah bekerja sebagai profesional di beberapa perusahaan, saya berhenti untuk berwiraswasta agar bisa mengawasi kedua anak saya yang saat ini sudah remaja. Ahamdulillah, dari usaha sekarang saya bisa memperoleh penghasilan yang memadai sehingga saya bisa menabung dan memenuhi kebutuhan kedua anak saya. Akhir-akhir ini saya merasa khawatir bahwa saya terlalu memanjakan mereka. Mereka cenderung manja dan boros. Bagaimana sebaiknya menghadapi mereka?

Siti Nurnisa, Depok

Ibu Siti yang berbahagia

Orang tua normalnya ingin memberikan yang terbaik bagi anak dengan memenuhi semua kebutuhannya. Namun yang terbaik dari orang tua kadang memupuk perilaku buruk anaknya. Membiayai pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler dan bahkan kegiatan rekreasional adalah baik-baik saja sebab itu adalah investasi pada anak-anak. Saya percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bagi anak-anak. Namun, di luar pendidikan, orang tua hendaknya juga mengajarkan mereka tentang kehidupan, termasuk tentang pengelolaan keuangan. Di sini, saya akan membahas soal keuangan saja.

Untuk anak usia remaja,  sudah saatnya Anda mengajarkan perbedaan tentang kebutuhan (need) dan keinginan (want). Caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan mereka dan menolak, atau sedikitnya, menunda membiayai keinginan mereka.

Kalau Anda sudah menggunakan layanan keuangan, seperti simpanan di bank, asuransi, dan bahkan investasi atas nama anak, jangan lupa menjelaskan kepada mereka apa maksud dari langkah itu. Misalnya, jelaskan bahwa tabungan dan asuransi adalah untuk jaga-jaga menghadapi ketidakpastian di masa depan. Jelaskan pula manfaat dari program investasi yang Anda lakukan.

Kalau Anda belum melakukan langkah-langkah tersebut, lakukan sesegera mungkin. Akan lebih baik lagi kalau Anda melibatkan anak dalam hal ini, sehingga anak tahu cara memanfaatkan layanan perbankan dan produk jasa keuangan lain. Kalau Anda kurang paham soal jasa keuangan, ajak anak-anak Anda belajar bersama memahami masalah ini.

Seperti orang tua mengajari Anda bekerja, ajari anak Anda untuk bekerja. Dengan mengajari bekerja, mereka akan bisa menghargai usaha Anda dalam mencari nafkah sehingga mereka akan hati-hati memanfaatkan uang yang Anda peroleh dengan bekerja keras. Belajar bekerja akan mendidik mereka dari ketergantungan, dan sebaliknya menimbulkan semangat kemandirian.

Banyak orang tua secara tidak sengaja telah memanjakan anak. Misalnya., meraka tidak ingin anaknya mengalami kesusahan dan penderitaan yang mereka rasakan ketika masa remaja. Kasihan, kata mereka. Sebagai contoh, dulu ketika sekolah banyak orang tua harus naik sepeda berpuluh-puluh kilometer sehingga harus menahan derita kehausan atau kehujanan. Agar penderitaan serupa tidak terjadi pada anak-anaknya, banyak orang tua membelikan anak mereka kendaraan bermotor.

Padahal kendaraan bermotor, dan fasilitas lain, memiliki sifat seperti pisau. Di tangan anak yang mampu menggunakan dengan baik, motor dapat memberi banyak manfaat, tetapi di tangan anak yang kurang tanggung jawab fasikitas dapat menjadi sumber bencana. Komputer dapat menjadi pendukung belajar anak, tetapi juga bisa menjadi alat untuk main game atau sumber bacaan porno dan informasi lain yang sifatnya merusak.Simak

Baca secara fonetik

Kamus – Lihat kamus yang lebih detail

0 Responses to “Kutukan Pemodal IPO”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: