Rendahnya Nilai Reputasi dan Penghargaan

Reputasi dan penghargaan bukan jaminan keamanan sebuah bank. Skandal pembobolan Societe General (SocGen), bank tertua prancis menjadi bukti terkini. Ini peringatan bagi para pelaku pasar derivatif.

 Di blantika keuangan global Societe General, yang oleh pelaku pasar sering disingkat SocGen, memiliki sejarah panjang dan reputasi tinggi. Didirikan pada 1864 dengan dekrit yang ditandatangani oleh Napoleon III, SocGen pernah hadir di 80 negara dan mempekerjakan 120.000 karyawan. SocGen adalah bank tertua dan terbesar kedua di Perancis dan emiten berkapitalisasi pasar terbesar ke lima di bursa efek Prancis juga.

Di negara asalnya, SocGen aktif di retail banking. Anak usahanya SocGen Corporate and Investment Banking (SocGen CIB), menjadi bank investasi dan korporat terbesar ketika di Eropa dari segi laba bersih. SocGen CIB melayani korporat, lembaga keuangan dan pemodal di 45 negara di Eropa, Amerika dan Asia. Dengan menggabungkan inovasi dan kualitas eksekusi, SocGen CIB menawarkan solusi keuangan terintegrasi dan menjadi bank referensi di tiga pasar: pasar ekuiti, derivatif dan produk terstruktur. Sejak 1997, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) SocGen adalah Daniel Bouton, mantan direktur kabinet di bawah Alain Juppé.

Sejalan dengan pengalaman panjangnya, SocGen memiliki reputasi bagus.   Pada 2007, SocGen CIB memenangi perhargaan Equity Derivatives House of the Year dari majalah The Banker. Ini penghargaan selama lima tahun berturut-turut. Tahun 2007 juga, ketika banyak bank kesulitan likuiditas akibat krisis subprime mortgage, SocGen CIB tetap memberikan likuiditas ke pasar derivatif. Banyak nasabah SocGen untung besar dengan berinvestasi di produk terstruktur yang dinilai inovatif. Langkah ini banyak dipuji kliennya.

Dengan pengalaman dan reputasi tersebut, maka ketika SocGen 24 Januari mengakui adanya kecurangan yang menyebabkan kerugian sebesar EUR4,9 miliar tidak saja mengguncang pasar keuangan dunia, tetapi juga membuat para analis tercengang. Kok bisa?

Axel Pierron, analis senior di with Celent, kepada Times Online mengatakan tidak menduga bahwa 13 tahun sejak Barings Bank hancur, sesuatu yang sama terjadi lagi. “Situasinya menunjukkan bahwa bank, meskipun menerapkan solusi manajemen risiko yang canggih, tetap berada di bawah ancaman bahwa seorang karyawan dengan pemahaman yang bagus akan proses manajemen risiko dapat mengatasinya untuk menyembunyikan kerugian.”

Dalam surat terbuka pada 24 Januari, Bouton menyatakan bahwa SocGen menjadi korban kecurangan internal serius yang dilakukan oleh karyawan sembrono. Pelaku, yang kemudian diidentifikasi sebagai Jerome Kerviel telah dipecat. Kantor kejaksaan Prancis melakukan penyelidikan awal atas pengaduan pemegang saham tentang dugaan aksi kriminal. Bouton menyatakan, SocGen menyetujui keputusannya menarik kembali mandat beberapa atasan Kerviel, termasuk manager eksekutif yang terlibat dalam sistem supervisi. Bouton juga mengundurkan diri, tetapi permohonannya tidak diterima oleh dewan direksi.

Para pemegang saham tentu saja mengeluhkan skandal tersebut. “Seseorang semestinya tidak mengambil posisi dengan nilai sebesar itu tanpa diketahui oleh auditor internal atau sistem komputer canggih,” kata Didier Cornardeau, pemimpin kelompok yang mewakili pemodal ritel SocGen. “Kami memahami bahwa ada disfungsi penting di SocGen, da barangkali di bank lain juga.” Atas keluhan ini SocGen memasang iklan di koran untuk meminta agar pemegang saham menerima permintaan maaf dan rasa penyesalannya.

Harga saham SocGen, yang sudah turun hampir 50% selama enam bulan sebelumnya, disuspensi di bursa Paris Kamis 24 Januari. Harganya hari itu merosot 5,5% menjadi EUR74,75 selembar dan perdagangan disuspensi saat lembaga pemeringkat mendowngrade peringkat SocGen. Fitch, lembaga pemeringkat efek utang, memangkas peringkat SocGen satu notch menjadi AA-. Kecurangan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keampuhan sistem bank tersebut dan menciptakan risiko reputasional, jelas Fitch. Beberapa pialang saham menurunkan peringkat SocGen juga. UBS menurunkan peringkat menjadi netral dari beli. Deutsche Bank juga menurunkan menjadi hold dari buy.  

Lolos Kontrol 

Kerviel, pria Perancis berusia 31 tahun, selama periode 2007 dan awal 2008 menggunakan dana perusahaan untuk bertaruh di indeks harga saham di bursa saham Eropa. Ia membeli kontrak derivatif dengan dugaan bahwa pasar akan naik. Transaksi tersebut di luar kewenangannya dan ia lakukan secara sembunyi-sembunyi. Sumber di pemerintah Perancis menyebutkan bahwa nilai transaksi Kerviel sekitar USD73,3 miliar, jauh lebih besardaripada nilai kapitalisasi pasar bank tersebut yang hanya USD52,6 miliar.

      Menurut Bouton, Kerviel mampu lolos dari pengawasan berkat pengetahuannya tentang sisi administratif bank, tempat ia bekerja selama tiga tahun sampai 2005. SocGen menggambarkan kecurangan tersebut sebagai aksi eksepsional dalam hal ukuran dan sifat. “Pembobolan tersebut menggunakan teknik yang sangat rumit dan bervariasi dan lolos dari prosedur pengawasan.”

SocGen baru mengetahui kecurangan ini pada Jumat malam 19 Januari 2008, setelah ada penyelidikan tentang sebuah transaksi yang mencurigakan pada bulan Desember 2007. Kebetulan hari itu pasar uang merosot paling tajam sejak peristiwa 11 September 2001.

Menyusul guncangnya pasar uang, pasar saham anjlok minggu berikutnya. Ini berarti SocGen dipaksa untuk menjual kontrak yang dibuat kerviel. Perlu tiga hari bagi SocGen untuk melikuidasi posisi tersebut dan menimbulkan kerugian besar. Hari Kamis 24 januari 2008 SocGen mengumumkan kerugianya mencapai EUR4,9 miliar (USD7,18 miliar). Kalau pasar naik, SocGen akan untung besar.  

Besarnya kerugian merupakan pembobolan terbesar dalam sejarah perbankan atau empat kali lebih besar dibandingkan kasus Nick Leeson. Leeson, general manager transaksi berjangka Barings di Singapore, rugi GBP860 juta (waktu itu setara USD1,38 miliar) dari pasar berjangka Asia. Akibatnya, Bank yang sudah berusia lebih dari 230 tahun itu kehabisan cadangan tunai. Akhirnya salah satu bank tertua di UK itu bangkrut.

Meskipun kerugian SocGen lebih besar daripada kerugian Barings, Bouton menegaskan bahwa bank yang dipimpinnya masih sehat secara finansial. Ia merasa yakin bahwa kepercayaan dari para klien dan kemampuan bank untuk pulih kembali. Namun SocGen memerlukan modal tambahan segera sebesar EUR5,5 miliar (USD8,02 miliar) untuk memperbaiki neracanya. Kecurangan tersebut, ditambah dengan investasinya di subprime mortgage, menyebabkan laba SocGen turun antara EUR600 juta and EUR800 juta dari EUR5,22 miliar setahun sebelumnya. Bank itu juga mengumumkan akan menghapusbukukan pinjaman senilai EUR2,05 miliar akibat keringnya likuiditas (credit crunch).

      Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan skandal SocGen adalah masalah internal bank tersebut dan tidak akan mempengaruhi soliditas dan reliabilitas sistem keuangan Perancis. Ia menyayangkan mengapa pemerintah Perancis tidak diberitahu segera ketika skandal mulai tercium, tetapi empat hari sesudahnya. Pengamat mengatakan kasus SocGen akan menganggu upaya pemerintahan Sarkovsky mencapai target pertumnbuhan ekonomi 2% tahun ini.   

Banyak Pertanyaan

Terungkapnya nama Kerviel itu cukup mengejutkan publik dan pelaku pasar keuangan. Pasalnya, profil Kerviel tidak menunjukkan bahwa ia mampu melakukan pelanggaran perbankan terbesar di dunia. Ia masih muda, memegang gelar sarjana di bidang finance dari Universitas Nantes, mengajar judo ke anak-anak, dan suka berlayar. Sebagai trader ia masih baru dan SocGen mengakui ia bukan seorang bintang.

Jerome Kerviel bekerja di SocGen sejak 2000 sebagai staf di bagian back office yang memproses dan mencatat transaksi di lantai bursa. Pada 2006, jabatan dia naik setingkat lebih tinggi dengan menjadi analis pasar di bagian perdagangan komoditas sebelum kemudian menjadi trader. Seorang bankir senior di SocGen mendeskripsikan Kerviel sebagai pialang junior, bukan seorang bintang, dan hanya menangani portofolio kecil. Penghasilan terakhir Kerviel kurang dari EUR100.000 (IDR1,3 miliar) itu, termasuk bonus. “Dia bertransaksi dalam posisi yang relatif kecil,” kata Bouton. “Dia berada di peringkat rendah dalam skala yang ada.”

Menurut Axel Pierron penghasilan yang tergolong rendah ini motifnya melakukan kecurangan. Menurutnya, Kerviel yang masih muda itu berambisi mengejar bonus yang tinggi, sehingga dia mau mengambil risiko besar. Di mata Perron, Kerviel tidak ingin mencuri dari bank itu. “Kerviel memiliki kinerja yang bagus pada 2006,” tegasnya. Kerviel, digambarkan sebagai mahasiswa brilliant oleh salah satu mantan dosennya.

SocGen menyatakan Kerviel bertindak sendirian dan tidak menikmati manfaat langsung dari transaksi tersebut. Ia menyatakan, “(Kerviel) adalah pria penyendiri yang membangun usaha bayangan di dalam perusahaan, dengan menggunakan perangkat TI SocGen dan orang yang memiliki kecerdasan untuk menghindari semua prosedur kontrol.” Jean-Pierre Mustier, chief executif SocGen CIB, yang mewawancarai Kerviel ketika aksinya terungkap, mengatakan dia yakin Kerviel bekerja sendiri.

Tiga pejabat yang mewakili serikat pekerja SocGen mengatakan Kerviel bukan bintang di divisi derivatif dan dia memiliki masalah keluarga. “Mungkin ia sedikit kehilangan akal,” ujar pemimpin pekerja, Alain Treviglio. Pejabat serikat pekerja lain mengatakan Kerviel memiliki banyak masalah keluarga.  

Apapun motivasinya, aksi Kerviel menimbulkan kgejolak pada sistem perbankan dunia. Ada spekulasi bahwa upaya SocGen menutup posisi yang dibeli Kerviel memberi takanan tambahan pada kondisi bursa yang lagi buruk waktu itu. Penurunan harga saham di seluruh dunia waktu itulah yang mendorong bank sentral AS memangkas fed fund rate sebesar 75 basis poin. “Ada kaitan kuat antara pasar saham berjangka dan pasar saham tunai,” ujar seorang equity strategist di bank besar Eropa. “Itu mungkin telah mempengaruhi pemikiran the Fed,” tambahnya.

Banyak trader heran bahwa Kerviel dapat menyembunyikan kerugian sebesar itu tanpa ada yang mencurigainya. Ion-Marc Valahu, head of trading Amas Bank di Switzerland, mengatakan, “Sulit mempercayai fakta bahwa seorang trader mampu melakukan “transaksi rahasia” senilai EUR4,9 miliar tanpa ada yang menemukannya.”

Carlos Garcia, seorang analis di Fortis menambahkan: “Hal paling serius adalah bahwa sistem manajemen risiko di bank tersebut meragukan. “Mengingat hal tersebut, apa yang kita lakukan adalah men-downgrade bank-bank yang sangat kuat di pendapatan trading atau basis modalnya lemah.”

Misteri menjadi bertambah besar jika bicara tentang cara Kerviel lolos dari berlapis-lapis sistem keamanan canggih yang dirancang mencegah transaksi oleh pihak yang tidak berhak. Sebab, menurut salinan resume Kerviel yang beredar melalui internet, Kerviel hanya mengenal ketrampilan komputer dan programming yang teratas, yakni Microsoft Office dan Visual Basic.

Ada beberapa dugaan. Salah satunya, sistem keamanan SocGen sudah kuno atau tidak dijaga secara sebagaimana mestinya. Dugaan lain, junior-level trader tidak bekerja sendiri. Beberapa media melaporkan bahwa Kerviel menggunakan koneksinya di bagan back office dalam menjalankan aksinya.

Terlepas dari berbagai pertanyaan yang ada, trader seperti Kerviel memang dibutuhkan oleh bank untuk mendongkrak pendapatan mereka.

1 Response to “Rendahnya Nilai Reputasi dan Penghargaan”


  1. 1 Pittsley September 25, 2014 at 7:11 pm

    Buy certainty your perfect site owner. Your website filling pace can be awesome. It seems that you happen to be accomplishing every exceptional trick. In addition, The actual subject matter are usually mona lisa staffing. you could have carried out a excellent task on this theme!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: