Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (1)

Jagad keuangan pernah mengenal dan sangat menghargai Morgan Grenfell, bank investasi yang berbasis di London. Namun dipicu oleh ulah seorang fund manager, perusahaan yang didirikan tahun 1871 itu musnah.

Suatu sore pada tanggal 2 September 1996 sebuah pengumuman sepanjang dua baris muncul di layer monitor para pialang di bursa efek London. Isinya sederhana, transaksi di tiga reksa dana tertutup kelolaan Morgan Grenfell, salah satu bank investasi yang paling dihormati, telah disuspensi karena “ketidakteraturan”.

Sebagaimana dilaporkan Julia Finch dari guardian.co.uk pada 25 Januari 2002, banyak pialang menganggap sepi informasi itu. Mereka tidak menyadari bahwa pengumuman itulah menjadi awal skandal Peter Young, skandal yang akan menimbulkan kerugian besar bagi raksasa Deutsche Bank, yang baru saja membeli Morgan Grenfell dengan harga GBP300 juta. Itu menciptakan bulan-bulan ketidakpastian bagi ribuan investor kecil, dan menggemakan kejatuhan Young dari status bintang di antara para profesional investasi di jagad keuangan London, yang disebut City, menjadi sosok yang suka menyakiti diri, suka memakai baju wanita, dan diagnosis schizophrenic.

Dengan tinggi enam kaki dan berkacamata, Young waktu itu menjadi pakar investasi yang sangat dihargai dan reksa dana yang dia kelola merupakan top performer. Alumnus Oxford jurusan matematika ini bergabung dengan Morgan Grenfeek pada bulan April 1992. Dia berspesialisasi di saham-saham Eropa dan hi-tech dan baru saja dinobatkan sebagai Investasi Manager of the Year. Pada tahun 1994 dia diberi tanggung jawab untuk mengelola personal equity plan (PEP) bernama European Growth Trust (EGT) yang beraktiva USD300 juta. PEP adalah sebuah program investasi di UK untuk mendorong penduduk di atas usia 18 tahun untuk berinvestasi di saham melalui reksa dana yang sudah memperoleh lisensi. PEP dihentikan tahun 1999 dan digantikan dengan Individual Savings Accounts (ISA). Menjelang 1996 EGT menjadi salah satu PEP terbesar di United Kingdom. Pada waktu itu dana kelolaan Young telah tumbuh menjadi lebih dari GBP1 miliar.

Kehidupan pribadinya mengikuti pola City: rumah megah di Buckinghamshire, istri kedua, dua anak dan gaji sekitar GBP300.000 tahun. Tetapi di balik symbol kesuksesan tersebut adalah seorang pria yang digambarkan sebagai “sombong secara intelektual” dan merasa terkendala berbagai batasan dan regulasi yang dirancang untuk melindungi investor. Young tidak menunjukkan tanda gangguan mental sampai aksi jahatnya terkuak.

Skala persoalan Young menjasi jelas ketika, dalam menghadapi dakwaan pembobolan (fraud), dia tampil di hearing pra-pengadilan dengan berpakaian sebagai seorang wanita. Dia memilih nama baru, Elizabeth, dan mengenakan sepatu berhak tinggi berwarna pink. Pengacaranya menyatakan dia tidak siap untuk menjalani persidangan, tetapi pihak yang berwenang menentang pembelaan tersebut dan sebuah pengadilan diadakan untuk mendengar perilaku sensasional Young. Dia mengatakan kepada psikiatris bahwa dia mendengar suara-suara yang mendesaknya untuk berganti kelamin dan pada akhirnya bertindak, dengan menggunakan pisau, senar pancing dan gunting dalam beberapa upaya untuk mengebiri diri sendiri.

Dia menderita luka cukup parah dan pada akhirnya kehilangan salah satu biji kelamin (testicle). Sidang dewan jury secara bulat menyatakan dia tidak siap untuk menjalani sidang pengadilan di bawah Undang-Undang tahun 1964 tentang Ketidakwarasan (Insanity). Selanjutnya ia mendapat perawatan professional.

Kasus

Pada awal 1995, Morgan Grenfell Asset Management tampak sebagai sebuah perusahaan manajemen investasi yang sukses dan berkembang. Pada 1994, divisi Layanan Investasi perusahaan tersebut mampu meningkatkan dana kelolaan, milik dana pensiun, dari USD7,6 miliar menjadi USD10 miliar. Sebuah artikel di majalah The Institutional Investor edisi Mei 1995 memuji perusahaan tersebut karena “keahlian internasionalnya.”

Tetapi masalah sedang berkembang di bawah permukaan. Selama tahun 1995, Peter Young, fund manager di Morgan Grenfell, menggunakan uang pemodal yang diinvestasikan di tiga reksa dana kelolaan perusahaan tersebut untuk membeli saham-saham kecil yang sangat spekulatif dan tidak terkenal.

Salah satu perusahaan tersebut adalah Xavier, sebuah saham berkapitalisasi kecil yang mengklaim memiliki aktiva di ladang minyak di Russia selatan dan Siberia Barat. Saham ini tercatat di Nasdaq listing (Barron’s, 4 November 1996). Young membeli saham Xavier pada Juli 1995.

Sebuah investasi spekulatif melibatkan pembelian saham Solv-Ex senilai USD30 juta pada Maret 1996. Waktu itu Solv-Ex mengumumkan penjualan saham senilai USD30 juta kepada “sekelompok pemodal Eropa” dengan harga premi USD2 per lembar. Penyelidikan yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa sekelompok pemodal tersebut tidak lain adalah Peter Young.

Pada 22 Maret 1996 terjadi penjualan besar-besaran atas saham Solv-Ex menyusul berita di The Wall Street Journal bahwa FBI dan SEC sedang menyelidiki Solv-Ex karena kemungkinan keterlibatan beberapa penjahat pasar modal. Pada 18 April 1996 Young memutuskan untuk bertahan dengan keputusan investasinya meskipun ada peringatan bahaya yang dikemukakan oleh pemodal Solv-Ex lain. Pada akhir  April 1996 jumlah saham tak tercatat (unlisted shares) dalam portofolio reksa dana kelolaan Young meningkatkan menjadi tiga setengah kali dari batasan yang ditetapkan oleh peraturan.

Solv-Ex, sebuah perusahaan baru yang hanya memiliki rencana ambisius mengolah pasir tir (tar) menjadi minyak dan mineral. (Barron’s, 4 November 1996). Yang lebih aneh, saham itu dibeli dengan premi USD2 per lembar, bukannya pada harga diskon seperti seharusnya karena perusahaan tersebut masih belum berproduksi.

Selain itu, Young mendirikan dua perusahaan dalam upaya untuk menyiasati Regulasi 6.14 dari Securities and Investment Board, yang melarang sebuah reksa dana memiliki lebih dari 10% saham di satu perusahaan. Perusahaan tersebut memungkinkannya meningkatkan taruhannya di Solv-Ex. Dalam dua perusahaan ini Morgan Grenfell masing-masing memiliki 90% dan 95%, dan dana kelolaan Young memiliki sisa 5 dan 10% saham. Dengan ini reksa dana tersebut secara efektif mampu melampaui batasan 10%.

Ketika menjadi curiga tentang besarnya jumlah saham tak tercatat di bursa, Morgan Grenfell menghentikan perdagangan atas tiga reksa dana reksa dananya yang beraktiva total sebesar USD2,25 miliar tersebut pada 2 September 1996. Dua dari reksa dana tersebut dikelola PeTer Young dan satu dikelola koleganya. Pada saat yang sama, Morgan Grenfell menyuspensi Young dan otoritas keuangan London mulai menyelidiki valuasi aktiva tiga reksa dana tersebut.

Kerugian yang diderita oleh reksa dana normalnya akan ditanggung sepenuhnya oleh investor, bukan oleh perusahaan pengelola reksa dana. Namun dalam hal ini Morgan Grenfeel mengganti dana yang sudah terlanjur diinvestasikan dan rugi dengan uang tunai dari perusahaan induk, Deutsche Bank. Langkah ini tidak umum dan dilakukan untuk menjaga keyakinan investor pada tiga reksa dana, yang termasuk memiliki aset terbesar di Eropa, tersebut.

Namun demikian, kerusakan reputasi tetap saja terjadi dan jeuh lebih mahal. Meskipun ada upaya penyelamatan dan penggantian dana sebesar USD300 juta, ketika suspensi atas unit penyertaan reksa dana tertutup tersebut dicabut pada 5 September 1996, sebanyak 30% dari investor menarik dana mereka. Bencana ini menimbulkan kerugian bagi Morgan Grenfell sebesar GBP400 juta, termasuk kompensasi ke sekitar 80.000 investor untuk uang yang hilang selama terjadinya ketidakteraturan perdagangan dan denda dari regulator City yang dikenakan pada 17 April 1997 sebesar GBP1 juta. Tetapi kerugian yang lebih besar adalah hancurnya reputasi Morgan Grenfell. Besarnya kompensasi kepada pemodal ditentukan secara individual, dengan menggunakan model computer yang diciptakan oleh satu tim beranggotakan 100 spesialis dari Ernst and Young, dan didampingi 100 akuntan dari Arthur Anderson. (Bersambung)

1 Response to “Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (1)”


  1. 1 Bandar Taruhan May 24, 2015 at 11:03 am

    You really make it seem really easy together with your presentation however
    I find this matter to be actually one thing which I think I would by no means understand.
    It seems too complicated and extremely huge for me. I am looking ahead for your subsequent submit,
    I’ll try to get the grasp of it!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: