Pesona Emas: Asuransi, Investasi dan Spekulasi

Yang terhormat Pak Jaka

Belum lama ini saya membaca sebuah tabloid wanita. Ada artikel yang mengulas tentang investasi emas. “Berkebun emas” istilahnya. Saya tertarik dengan hal ini, namun saya masih belum mengerti benar tentang investasi yang satu ini.

Ada rekan saya yang membeli koin emas dan memperoleh untung banyak. Namun, ada juga yang memilih membeli emas batangan. Sementara saudara saya ada yang memilih memiliki perhiasan emas.

Saya semakin bingung lantaran ada juga investasi dalam bentuk reksa dana emas, emas berjangka, exchange traded fund, dan lainnya. Pertanyaan saya:
1. Apa saja bentuk investasi emas saat ini?
2. Mana yang lebih menguntungkan dari semua jenis investasi emas tersebut?
3. Apakah bisnis emas ini hanya trend sesaat atau bisa menjadi investasi jangka panjang?

Terima kasih atas jawaban bapak

Anisa, Tebet Timur, Jakarta Selatan

Kalau sama dengan jutaaan wanita lain di dunia, Ibu Anisa pasti memiliki emas apakah dalam bentuk kalung, gelang, cincin atau anting. Sebenarnya, sejak 5.000 tahun lalu emas digunakan untuk perhiasan karena kualitas fisiknya. Selain bersinar indah, emas tahan karat.

Selain itu, banyak orang membeli emas karena memiliki nilai investasi. Harga emas cenderung naik mengikuti laju inflasi. Dari sini emas mendapat tempat dalam dunia investasi, khususnya sebagai polis asuransi untuk menurunkan risiko investasi secara keseluruhan dan memberikan bantalan jika instrumen investasi lain jatuh. Itu sebabnya permintaan akan emas meningkat jika kondisi ekonomi kurang bagus atau ketika kepercayaan terhadap pemerintah menurun.

Peran terbaik emas adalah sarana diversifikasi. Studi di AS dan Eropa membuktikan bahwa investor mampu menurunkan risiko sistematik dan meningkatkan hasil secara keseluruhan jika mereka memasukkan emas dalam portofolio investasi. Oleh karena itu, beberapa perencana keuangan merekomendasikan hendaknya menempatkan 5% dari kekayaannya di emas dalam kondisi normal. Namun dalam kondisi pasar keuangan tertekan, porsi emas dalam portofolio bisa dinaikkan menjadi 20%.

 

Namun secara fundamental, emas bukan sarana investasi yang bagus. Emas bukan aktiva yang bisa dianalisa untuk menentukan nilainya di masa depan. Ini berbeda misalnya dengan saham yang berpotensi memberikan dividen sehingga bisa dihitung nilai intrinsiknya. Emas memang memberikan potensi kenaikan harga, tetapi potensi tersebut sulit dihitung karena tidak ada basis penilaiannya. Orang membeli emas tanpa patokan nilai instrinsik seperti saham atau obligasi. Nilai emas adalah sebesar kesediaan orang untuk membelinya. Harga emas naik karena orang mau membelinya dan orang mau membeli karena harganya terus naik.

Emas, setidaknya dalam 10 tahun terakhir, tampak menjadi sarana spekulasi yang bagus. Hal ini terlihat dari kenaikan harga emas selama periode 10 tahun terakhir. Pada akhir 2001, harga emas di pasaran internasional adalah USD271,04 per troy ounce, dan meningkat menjadi USD695,39 pada akhir 2007 dan menjadi saat ini berkisar pada USD1.400. Lonjakan terjadi, antara lain karena kondisi pasar financial lagi tertekan berat akibat krisis keuangan global sehingga banyak pemodal mengalihkan dananya ke emas. Karena emas diperdagangkan dengan denominasi USD, maka melemahnya USD akan membuat harga emas meningkat.

Banyak pelaku pasar keuangan memperkirakan harga emas akan naik mencapai USD2.000 per troy ounce karena berbagai alasan. Alasannya karena bank-bank sentral di dunia telah membanjiri likuiditas. Bank of Japan misalnya diperkirakan akan mengeluarkan banyak anggaran untuk membangun kembali Jepang setelah dilanda Tsunami yang bersumber pada gempa bumi. Langkah AS menerapkan suku bunga rendah juga berpotensi mendorong laju inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Kalaupun harga benar-benar mencapai USD2.000 per troy ounce, secara absolut harga tersebut masih di bawah harga yang terbentuk pada awal 1980an.

Sebagai sarana investasi, emas tersedia dalam beberapa bentuk:

  1. Fisik. Anda dapat membeli emas secara fisik apakah dalam bentuk coin atau batangan. Investasi emas secara fisik memiliki risiko seperti rawan pencurian dan kurang praktis. Sebagai alternative, Anda bisa membeli dan menyimpan sendiri atau menyimpan emas di bank, pedagang emas atau lembaga keuangan lain. Mekanismenya mirip seperti kalau Anda menyimpan uang di bank. Anda bisa menyetor uang tunai atau emas dengan standard dan jumlah minimum yang sudah ditetapkan. Nantinya Anda bisa menarik investasinya dalam bentuk emas, uang tunai atau sertifikat kepemilikan emas.
  2. Efek. Dengan kemajuan teknologi dan kematangan pasar keuangan, berinvestasi di emas dapat dilakukan tanpa harus membeli emas secara fisik. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih efek sebagai bukti kepemilikan emas seperti unit penyertaan reksa dana dan exchange-traded fund (ETF). Dalam ETF dan reksa dana emas, uang Anda akan digabung dengan uang dari banyak pemodal lain untuk diinvestasikan oleh Fund Manager ke emas dalam pengertian fisik, saham perusahaan penambangan emas atau derivatif emas. Kalau berinvestasi dengan sarana ini, Anda kehilangan kontrol atas investasi Anda, tetapi mempercayakan kepada Fund manager.
  3. Di pasar berjangka. Dalam hal ini pemodal berspekulasi atas pergerakan harga emas. Investasi dapat dilakukan di pasar future seperti di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Produk BBJ yang based on emas meliputi Kontrak Indeks Emas (KIE), Kontrak Berjangka Emas (KBE) dan Kontrak Gulir Emas Dolar AS (KGE USD). Jika ingin berinvestasi di bursa berjangka, Anda harus membuka akun di perusahaan yang menjadi anggora BBJ. Nilai minimum investasi  di kontrak berjangka ini cukup besar, sekitar IDR30 juta.

 

Sebagai tambahan, tingginya minat orang berinvestasi di emas dapat dilihat dari latar belakang sejarahnya. Emas pernah menjadi alat tukar resmi dalam bentuk coin emas. Emas juga pernah berfungsi sebagai aktiva dasar (underlying asset) mata uang ketika berlaku sistem moneter Standard Emas, di mana jumlah uang beredar di sebuah negara harus setara dengan cadangan emas. Dengan demikian, emas dapat ditukarkan dengan uang tunai sewaktu-waktu. Namun standard Emas mulai ditinggalkan pada 1971.

 

 

0 Responses to “Pesona Emas: Asuransi, Investasi dan Spekulasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: