Learning Leeson’s Lesson (3, Terakhir)

Hancurnya Barings Bank pada 1995  merupakan salah satu bencana paling spektakuler dalam sejarah keuangan modern. Nasib Leeson lebih baik dari bank yang dibangkrutkannya. Meski ia dihukum penjara dan didiagnosa kanker dan ditinggalkan istri selama dipenjara, ia mampu bangkit dari kejatuhan. Bagaimana ia menggapai kembali kehidupan dan kesuksesannya?

Kehidupan Nicholas William Lesson bermula sebagai kisah klasik dari gembel menjadi kaya raya. Dia dilahirkan pada 25 Februari 1967 sebagai anak laki-laki kelas pekerja bangunan dari kawasan Watford, sebuah kota kecil dalam distrik Hertfordshire, UK, sekitar 30 kilometer barat laut London. Dia gagal ujian akhir matematika dan meninggalkan sekolah dengan sedikit kualifikasi.

Namun demikian, pada awal 1980-an, Nick Leeson berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga administrasi di Coutts and Co., salah satu private bank terkemuka di Scotlandia. Kemudian ia berpindah-pindah ke berbagai bank sebelum bergabung dengan Barings Bank.

Di Baring dia berkinerja mengesankan dan dipromosikan ke lantai perdagangan (trading floor). Pada tahun 1993, tidak lama bekerja sebagai trader, Leeson ditunjuk sebagai manager sebuah divisi baru di operasi pasar berjangka di bursa berjangka di bursa Moneter Singapura (Singapore Monetary Exchange/SIMEX). Dengan posisinya ini tahun itu ia segera menghasilkan jutaan dollar bagi Barings dari hasil spekulasi di kontrak berjangka indeks Nikkei. Maka oleh atasannya dia dianggap sebagai anak ajaib.

Sebagai trader derivatif, secara duniawi Leeson dan istrinya Lisa tampak memiliki segalanya. Dia mendapat kaji GBP50.000 dan bonus sampai GBP150.000, akhir pekan di tempat-tempat eksotik, dan apartemen mewah tempat ia sering mengadakan pesta. Di atas semua itu pasangan ini tampak saling mencintai.

Tetapi apa yang dengan mudah dicapainya juga mudah hilang. Pada akhir Desember 2004, dia membukukan kerugian sebesar USD512 juta dari transaksi yang dilakukannya. Ia menyembunyikan kerugian di akun yang disebut five-eights (88888). Dalam upaya menutup kerugian itu, Leeson berspekulasi bahwa indeks Nikkei tidak akan turun di bawah 19.000 poin.

Pada waktu itu, spekulasi tersebut sangat masuk akal mengingat ekonomi Jepang mulai berbalik arah dari resesi yang berlangsung selama 30 bulan sebelumnya. Namun sesuatu hal di luar dugaan terjadi. Pada tanggal 17 Januari 1995, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,2 skala richter melanda Kobe, Jepang. Akibatnya, indeks Nikke yang stabil dan cenderung menguat turun tajam, sebesar 7% dalam seminggu. Maka kerugian Leeson makin besar.

Pada Januari 1995 SIMEX menyatakan kepeduliannya ke Barings Bank soal transaksi Leesons. Para atasannya di London mempercayai anak ajaib ini dengan menyetujui permintaan Leeson untuk mentransfer dana tambahan USD1 miliar untuk mempertahankan posisinya. Pimpinan Barings percaya kata Leeson bahwa pihaknya tidak terpapari risiko karena transaksi Leeson adalah untuk memenuhi order  nasabah.

Leeson sendiri, yang berharap akan ada rebound pasca gempa, tidak melakukan hedging atas posisinya tersebut. Bahkan ia terus menaikkan taruhan dengan membeli lebih dari 20,000 kontrak berjangka masing-masing senilai USD180,000 dalam upaya menggerakkan pasar. Dan ternyata tidak ada rebound.

Total kerugian dari transaksi ini $1.3 miliar.

 

 

 

 

 

Dan mulai diketahui oleh pelaku pasar secara terbuka pada 19 Februari.

Pada Kamis 23 Februari 1995, dua hari sebelum ulang tahun ke-28, Lesson menghilang dari Singapura. Dia sadar akan masuk penjara karena transaksi yang dilakukannya dan berharap dapat ditahan di UK daripada di Singapura. Ia dan istrinya pun melakukan diri. Mula-mula dia pergi ke sebuah resort eksklusif di Kalimantan dan kemudian ke Frankfurt. Ia memesan tiket penerbangan atas namanya sendiri ke Eropa dan selamapenerbangan dia bersembunyi di balik topi baseball. Pihak berwenang Jerman diberitahu dan polisi Jeran berada di Bandara dan menangkap Leeson begitu ia mendarat.

Pada Kamis, 23 Februari itu juga Auditor Barings Bank akhirnya menemukan penggelapan yang dilakukannya, hampir bersamaan dengan waktu chairman Barings, Peter Barings, menerima surat pengakuan dari Leeson. Tetapi pengakuan itu sudah terlambat. Bank sentral UK, Bank of England, mencoba melakukan bailout pada 24 dan 25 Februari tetapi tidak berhasil. Barings dinyatakan insolvent pada Minggu, 26 Februari 1995.

Setelah ditahan di Frankfurt, Jerman, dia menghabiskan waktu beberapa bulan penuh beban untuk mencoba bebas dari ekstradisi ke Singapura. Dia gagal dan disidang di pengadilan di Singapura. Pada Desember 1995 dia dinyatakan bersalah atas dua tuduhan, yakni menipu auditor Barings bank dan memalsukan dokumen ke SIMEX. Atas kedua kesalahan tersebut, dia dihukum penjara enam setengah tahun dikurang masa penahanan sejak 2 Maret 1995 di Frankfurt sambil menunggu ekstradisi.

Dia penjara ia pernah mengatakan banyak berolah raga lari mengelilingi lapangan basket penjara, menemukan Tuhan dan menghabiskan waktu. Namun, penjara jelas tidak ramah bagi sistem kekebalan manusia. Nick disel dengan dua orang lain selama 23 jam sehari. Teman sepenjara menjadi anggota gang yang lawan, dan ketika terjadi perkelahian maka ia tak pelak lagi juga terpaksa ikut. Dia tidur di lantai semen yang kasar; sarapannya tiga potong roti dan hidangan lian berupa nasi dengan sepotong daging ayam dan sayur.

Istrinya Lisa mendapat pekerjaan sebagai pramugari sehingga bisa mengunjunginya secara regular. Dari kunjungannya ini Lisa membantu Leeson menulis buku pertamanya yang berjudul Rogue Trader. Pada mulanya, perkawinan mereka bertahan meski hidup mereka terpisah. Namun akhirnya menceraikannya.

Leeson mengenang dalam Rouge Trader bahwa periode paling berat selama dipenjara, yang lebih buruk daripada kena kanker adalah tujuh bulan antara Maret dan Oktober 1996, ketika istrinya mulai jarang berkunjung dan surat yang biasa dikirim setiap hari benrhenti. “Di penjara Anda benar-benar membutuhkan pegangan. Pegangan itu adalah hubungan saya dengan Lisa sampai saya tidak tahu lagi apa yang terjadi antara saya dengan Lisa. Akhirnya saya melalui surat menawarkan perceraian dan dua minggu kemudian ia menjawab ya,” tulis Leeson.

Perkawinan Lisa dengan trader derivatif lain memukul mental Leeson dan membuatnya depresi. Penderitaannya lebih dari itu, selama di penjara Leeson didiagnosa sakit kanker usus besar, penyakit yang menyebabkan kematian ibunya ketika ia berusia 20 tahun. Perlu sedikit pemberontakan yang berisiko hukuman lebih panjang sebelum akhirnya Leeson dikirim ke Rumah Sakit New Changi.

Leeson menjalani operasi pembedahan pada 11 Augustus 1996. Sepuluh hari kemudian dia kembali ke sel, tidur di atas lantai semen dan berjuang untuk duduk ketika 38 jahitan baru saja dilepas dari luka bedah dan otot perut yang sakit karena operasi. Beruntung ahli bedahnya adalah salah satu yang terbaik di Singapore dan oncologist-nya pernah belajar di Universitas Cornell di New York dan menjadi dokter mantan Presiden Lee Kuan Yu. Tak urung, berat badannya cepat menyusut dan rambutnya rontok karena kemoterapi. Sosoknya berubah dari orang muda energik yang suka minuman keras menjadi sesosok hantu laki-laki.

Dia akhirnya dibebaskan pada musim panas 1999. Kembalinya ke UK membawa kenyataan baru. Bukan saja gaya hidup kelas atasnya yang hilang, dia menjadi pengangguran dan tidak memiliki rumah. Pada tahun pertama di UK, ia menumpang di rumah teman dan saudara sambil terus melakukan terapi untuk menyembuhkan kanker. Dia lari Marathon 2000 melawan nasihat dokter dan bertekad mencari uang untuk menyembuhkan kankernya dan membantu biaya ayahnya yang sakit di Linda Jackson MacMillan Centre di Middlesex, UK.

Nick Leeson membuktikan ketahanannya dan mampu memulai hidup baru. Mula-mula ia menerima honor bagus dengan mengizinkan bukunya dimuat secara serial di Koran The Mail. Kisahnya yang didramatisasi oleh produser Film-maker James Dearden kemudian difilmkan dengan judul, Rogue Trader, dengan bintang Ewan McGregor. Film ini dirilis Juni 1999 di London, satu bulan sebelum dia dibebaskan dari penjara.

Selama 2001 dia mengambil gelar Ilmu Psikologi dan kemudian menjadi pembicara seminar yang laris tentang manajemen risiko, compliance dan corporate responsibility. Dia juga sering diundang menjadi pembicara sehabis makan malam tentang pengalaman hidupnya, termasuk ketika bekerja di Barings Bank. Kisahnya banyak dijadikan rujukan oleh pakar lain yang sering menjadi pembicara tentang manajemen risiko.

Pada awal 2005 Nick ditunjuk menjadi General Manager dan pada 2006 chief executive officer Galway United FC, sebuah asosiasi sepakbola di Galway, Irlandia. Pada Juni 2005, buku kedua Leeson, Back from the Brink, Coping with Stress, diterbitkan oleh Virgin Books.

Back From the Brink menceritakan kisah pribadi Leeson, khususnya ketika mengatasi stress. Ini menimbulkan simpati karena buku tersebut juga memuat perbincangannya dengan psikolog top Ivan Tyrrell yang menunjukkan bagaimana stress menekan fisik dan mental Leeson. Digabung dengan analisi professional dari Tyrrell, Back From the Brink, merupakan buku praktis namun penuh inspirasi tentang cara mengatasi masalah hidup termasuk: hidup dengan masalah keluarga, berjuang melawan utang, dan mencoba mencapai kembali kesuksesan, dan mengatasi sakit serius. “Pengalaman saya mungkin tidak biasa, tetapi dapat memberikan wawasan nyata tentang bagaimana dapat mempengaruhi kita semua. Buku ini akanmembantu orang yang merasa dipenuhi oleh beban penderitaan hidup,” tulis Leeson. Format buku ada sepotong kisah hidup dalam setiap bab, yang juga berisi pembicaraan Leesomn dengan Tyrrell dan kemudian serangkaian teknik praktis mengatasi stress.

Kini, dengan gelar di bidang ilmu psychology dan perkawinan kedua dengan ahli kecantikan Irlandia bernama Leona Tormay dan memiliki seorang anak laki-laki. Mengenai sakit Leeson menyatakan, “Saya berpandangan bahwa kanker tidak boleh mengambil alih dan mengontrol hidupmu. Saya percaya bahwa semakin positif sikap Anda, semakin besar peluang Anda untuk survive.” Nasihatnya kepada orang lain adalah tidak pernah menahan stress seperti dulu pernah ia lakukan. “Anda perlu berbicara dan mengekspresikan diri seperti saya lakukan kemudian dengan Leona. Sangat mengagumkan bagaimana manusia mampu beradaptasi dan Anda mampu mengatasi dengan kanker dan dengan persoalan-persoalan lain sepanjang Anda tetap memiliki kerangka piker yang kuat.”

 

 

2 Responses to “Learning Leeson’s Lesson (3, Terakhir)”


  1. 1 Make $50 Per Day Method Free July 17, 2013 at 7:12 am

    Simply wish to say your article is as amazing. The clarity to your put up is simply spectacular and i could suppose you are a professional in this subject. Fine along with your permission allow me to grasp your feed to keep up to date with impending post. Thanks one million and please keep up the gratifying work.

  2. 2 Bandar Taruhan May 24, 2015 at 11:03 am

    Hurrah! In the end I got a blog from where I can in fact obtain useful
    facts concerning my study and knowledge.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: