Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (2)

Masuknya Deutsche Bank dengan etos kerja dan ambisi besarnya memungkinkan Peter Young melenggang dengan aksinya. 

Ambruknya Deutsche Morgan Grenfeel (DMG) PLC dan hilangnya nama itu di ranah investasi, antara lain juga disebabkan oleh Deutsche Bank AG (DB), yang membeli MG pada 1989 dan persoalan internal menyusul masuknya DBAG dan aktiviti fund manager transeksual. Persoalan diperparah dengan perbedaan budaya kerja antara karyawan lama dengan pemilik baru, yang mengembangkan ide berbeda tentang cara melakukan bisnis.

Masuknya DB telah menyebabkan pelarian banyak manager yang sebelumnya membuat MG bersinar. Akibatnya DMG ditinggalkan banyak karyawan dalam tiga gelombang: 1996, antara 2002 dan 2003; dan antara 2004 dan 2005. Nasib DMG menegaskan konsensus di kalangan konsultan bahwa bank cenderung menjadi pemilik buruk usaha pengelolaan dana.

Dalam mengenang 10 tahun hilangnya nama DMG, mantan kepala bidang ekuiti UK MG Adrian Frost menyatakan: “Kami bertindak dan berperilaku seolah-olah kami menjalankan usaha sendiri dan mencapai return yang bagus. Tetapi, karena sikap management pengganti, ada yang mengatakan kami naïve.” Mantan karyawan DMG lain, Keith Percy, yang bertahan di MG sampai 1996, menegaskan, “Kami merupakan tim hebar. Kami membayar bonus yang bagus, menampilkan kinerja hebat dan memenangkan banyak bisnis.”

Mantan staf DMG lain, Nicola Horlick, mengatakan: “Gaya manajemen mereka tidak cocok dengan ethos sebuah perusahaan fund management.”

Kemampuan DMG menargetkan peluang bisnis yang bagus sangat penting dalam kesuksesan awalnya. Kepala asset management yang merintis bisnis ini, almarhum Henry Gorell Barnes, berada dua tahun di depan pesaing dalam mengetahui peluang bisnis di skim dana pensiun AS pada 1970an.

DMG dibeli oleh bank terbesar Jerman, DB, yang berambisi untuk memperluas operasi di bank investasi di luar Jerman dalam sebuah transaksi mulus dengan harga USD1,48 miliar pada akhir November 1989. Seperti dilaporkan The New York Times, 28 November 1989, DBAG mengalahkan dua peminat laik, yakni Banque Indosuez, bank investasi Perancis milik konglomerat Perancis Compagnie Financiere de Suez, dan Barclays de Zoete Wedd Ltd., bank investasi dalam kelompok Barclays Bank PLC.

Banque Indosuez memiliki 14,9% saham DMG dan telah sepakat untuk membeli 10% lagi pada harga USD4,62 per lembar dari Willis Faber PLC, perusahaan pialang asuransi yang berbasis di London. Namun tawaran ini terlalu murah. Harga saham DMG di London Stock Exchange waktu itu mencapai USD5,36.

Tawaran DB adalah 83% di atas nilai buku DMG sebesar USD3 per lembar, atau USD5,55 per lembar yang oleh analis pandang reasonable dan not excessive mengingat kekuatan DMG di bisnis corporate-finance dan fund-management.

Akuisisi DMG merupakan investasi terbesar DB di luar Jerman Barat, di mana DB menjadi pialang efek dan underwriter terkemuka. Sebelum mengakuisisi DMG, DB telah lama memiliki 7,5 juta lembar, atau 4,9%, saham DMG dan telah melakukan serangkaian akuisisi di Eropa dan memiliki atau mengontrol bank-bank di Belanda, Italia, Portugal, Spanyol dan Austria.

DB sendiri adalah bank terbesar ketiga di Jerman Barat waktu itu dan terbesar kelima di Eropa. Selain dalam bidang bond trading, DB tidak memiliki bisnis bank investasi di London. Maka pembelian MG akan mendukung tujuan DBAG menjadi bank Pan-Eropa yang dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang bisnis yang dihasilkan oleh eliminasi hambatan perdagangan Eropa akhir 1992, ungkap Alfred Herrhausen, eksekutif DB dalam konferensi pers di London. “Itu adalah langkah penting DB yang mengakui keunggulan pasar London di Eropa dalam bidang corporate finance dan asset management,” kata Herhauzen.

Dalam konferensi pers tersebut, DB dan DMG, menyatakan setelah akuisisi DMG akan beroperasi sebagai sebuah entity legal terpisah dalam DB dan memiliki otonomi tinggi. Herrhausen juga menekankan bahwa transaksi tersebut mendapat dukungan penuh manajemen DMG.

Para pemimpin DMG dan DB dalam konferensi pers tersebut menekankan cara-cara mereka untuk saling melengkapi. Terjadi tumpang tindih besar di bidang asset management, di mana keduanya merupakan pemain besar. Bisnis DMG melayani pemodal lembaga dan nasabah internasional, sedangkan DB melayani nasabah ritel dan utamanya di Jerman Barat waktu itu.

DB memiliki modal dan cadangan sebesar USD7,6 miliar dan dengan aktova total senilai pada akhir 1988 USD168,3 miliar. Per 30 Juni 1989, DMG memiliki dana pemegang saham sebesar USD573 juta dan modal USD897,5 juta.

DMG berperan penting dalam membiayai transaksi pembelian pemerintah British di luar negeri selama PD I dan menjadi pelaku utama dalam masa rekonstruksi Eropa selama 1920an, dan menjadi pelopor dalam bidang baru: corporate finance. Memasuki dasawarsa 1980an, DMG adalah corporate finance house paling kuat di London, tetapi sebagai akibat dari crash pasar modal Oktober 1987, MG menarik diri dari bisnis efek untuk memusatkan ke kekuatan tradisionalnya.

Morgan, Grenfell & Co. didirikan oleh dua warga negara AS, George Peabody and Junius S. Morgan, pada 1838 dengan nama George Peabody & Company. Pada mulanya, bisnis MG adalah menjual obligasi pemerintah AS kepada pemodal British. Setelah Peabody pensiun, kendali MG dipegang oleh mitranya, JS Morgan yang kemudian mengubah namanya Junius Morgan & Company.

Pada 1904, Edward Grenfell diangkap sebagai mitra di perusahaan dan pada 1909, nama perusahaan berubah lagi menjadi Morgan, Grenfell and Company. Perubahan nama kali ini berkaitan erat dengan JP Morgan & Company yang berbasis di Amerika Serikat (AS). JP Morgan, yang menjadi Morgan Guaranty Trust setelah merger tahun 1959, terpaksa menurunkan jumlah sahamnya di Morgan Grenfell menjadi sepertiga pada 1933. JP Morgan menjual saham terakhirnya pada 1982. In 1989, Morgan Grenfell diakuisisi oleh Deutsche Bank yang mengubah namanya menjadi Deutsche Morgan Grenfell (DMG). Kini nama Morgan Grenfell tidak lagi digunakan oleh Deutsche Bank.

Dalam 151 tahun sejarahnya, DMG telah membiayai perusahaan KA AS, menggalang dana untuk pemerintah Perancis setelah perang Franco-Prussian pada 1870-71 dan menjadi merchant bank pertama yang memenangkan Penghargaan Sang Ratu karena memberikan jaminan kredit ekspor lebigh dari 25% ekspor pemerintah.

Tiga tahun sebelum dibeli DB reputasi DMG sempat menurun setelah dua pejabatnya, yang terlibat dalam skandal manipulasi harga mengundurkan diri. Ceritanya, waktu itu MG menjadi penasihat finansial Guinness PLC selama perusahaan itu mengakuisisi Distillers Group pada 1986. Guinness kemudian mengakui telah secara illegal membeli saham sendiri untuk memanipulasi harga saham. Pada 1987, mantan kepala ekuiti DMG tersangkut skandal insider-trading.

Namun MG mampu mengatasi kerusakan itu dengan menarik John A. Craven menjadi CEO pada 1987, setelah MG membeli perusahaan investasi kecil milik Craven. Craven sebelumnya menjadi senior executive di Credit Suisse First Boston, SG Warburg dan Merrill Lynch International. Di bawah Craven, DMG memusatkan pada bisnis utamanya: corporate finance, commercial banking dan asset management. DMG melepaskan bisnis perdagangan efek di Britain, tetapi tetap mempertahankan bisnis itu di AS melalui CJ Lawrence, Morgan Grenfell Inc.

Meskipun kehilangan beberapa nasabah setelah skandal di atas, Morgan berhasil memperoleh beberapa nasabah besar, termasuk Elders IXL, sebuah konglomerat Australia; Cable and Wireless PLC, perusahaan telekomunikasi British, dan Bowater Industries, satu perusahaan kertas raksasa British. Morgan juga mewakili Jaguar PLC, yang setuju diakuisisi oleh Ford Motor Company dengan harga USD2,38 miliar, dan menjadi penasihat Mutual Provident Society (Australia) dalam mengakuisisi Pearl Group PLC, perusahaan asuransi besar British. DMG juga terlibat dalam pertempuran akuisisi terbesar do Britain tahun 1989: dengan menjadi penasihat Minorco SA dalam upayanya yang gagal untuk mengakuisisi Consolidated Gold Fields PLC dan menjadi penasihat Gateway, pengecer makanan yang dibeli oleh Isoceles PLC.

Pada 1988 DMG terpilih sebagai top European fund group oleh sebuah panel konsultan. Pada tahun ini juga, DMG berada di urutan kedua dalam menangani akuisisi perusahaan British: dengan terlibat dalam 31 transaksi, dengan nilai total USD10,8 miliar, menurut Acquisitions Monthly, sebuah publikasi di Kent. Philip Healey, penerbit dan editor Acquisitions Monthly, menyebut Morgan “satu satu dari bank yang menangani merger dan akuisisi” di Britain.

Young Gila

Pada 1996 Peter Young adalah fund manager di bank investasi Deutsche Morgan Grenfell (“DMG”) yang berbasis di London. Dia mengelola beberapa dana pensiun masyarakat, personal equity plan/PEP) dalam bentuk fund bernama European Growth Trust. Menurut regulasi, fund tersebut tidak boleh menginvestasikan lebih dari 10% aktivanya di saham yang disetujui, yakni saham perusahaan yang tidak tercatat di bursa. (Namun, saham seperti itu bisa menjadi “disetujui” jika perusahaan tersebut menyatakan niatnya untuk mencatatkan sahamnya dalam 12 bulan). Tujuan regulasi ini adalah menghindari eksposur berlebih di investasi berisiko sangat tinggi. Yang mengawasi ketaatan Young dengan aturan tersebut adalah fungsi ketaatan internal DMG dan wali amanat, General Accident.

Pada musim panas 1996, DMG menemukan beberapa ketidak teraturan dengan EGT fund dan, setelah ada investigasi internal, Young dipecat. Langkah ini diikuti penyelidikan oleh Serious Fraud Office (SFO), sebuah lembaga bentukan pemerintah yang menyelidiki dan menuntut pembobolan serius atau rumit. menjadi bagian dari sistem peradilan kriminal UK, SFO dikepalai seorang Director yang ditunjuk dan bertanggung jawab pada Jaksa Agung. Jaksa Agung (Attorney General) ditunjuk oleh Perdana Menteri dan bertanggung jawab pada Parlemen. SFO memiliki jurisdiksi di England, Wales dan Irlandia Utara.

Setelah melakukan penyidikan, SFO dalam surat dakwaan bertanggal November 1998 menuduh Peter Young dan tiga orang lain dengan konspirasi untuk menggelapkan dan kejahatan moral di bawah UU Jasa Keuangan UK (Financial Services Act) tahun 1986. Tiga orang tersebut adalah Stewart Armer, kolega Young di DMG, Erik Langaker, pialang di Fiba Nordic, sebuah perusahaan efek kecil dan tidak terkenal,  dan Jan Helge Johnsen, asisten Langaker. Menjelang masa persidangan keempat orang tersebut muncul di kantor polisi Snow Hill di Kota London dan sudah dibebaskan dengan jaminan bersyarat untuk hadir dalam dengar pendapat publik di kantor pengadilan pada 10 November 1998.

Bukti yang ditampilkan SFO adalah rekaman pembicaraan telefon antara terdakwa, yang direkam oleh DMG sebagai pekerjaan rutin. Merujuk rekaman ini, jaksa mengemukakan bahwa Armer dan Young membuat rencana untuk menyembunyikan aksi pembobolan. “Yang penting Anda mengetahui aksi itu dan Anda tidak mengungkapnya,” kata Young kepada koleganya. “Ya,” jawab Armer.

Setelah menjadi jelas bahwa perusahaan samaran yang dibentuk Young mendapat pengawasan ketat, ada panggilan telefon dari Langaker yang mencoba menenangkan Young. “Kami sudah membereskan semua file yang terkait … semua dikirim ke gudang,” ujar Langaker.

Armer, tuduh jaksa, mengetahui investasi rahasia Young di perusahaan hi-tech yang berisiko tinggi, dan dengan bantuan seorang terdakwa lain menggunakan perusahaan samaran untuk menyembunyikan investasi terlarang. Hakim mengatakan ada  “bukti berlimpah” bahwa Armer mengetahui detil penyamaran tersebut. “Jelas bahwa Armer tidak melaporkan ke manajemen senior apa yang Young lakukan,” ungkap sang hakim. Namun dewan jury mengatakan Langaker tidak bersalah.

Setelah dinyatakan bebas Langaker mengatakan kepada Guardian dia tercengang dengan hasil pengadilan. “Tetapi saya telah membayar kini dengan lima setengah tahun umur saya.” Dia menyatakan telah bertindak sebagai agen yang tidak curiga untuk Young. Hakim Justice Jackson memerintahkan pembayar pajak untuk membayar biaya legal sebesar GBP700,000 yang digunakan untuk menyelidiki dan menyidangkan Langaker.

Koran Guardian memberitakan pada 25 Januari 2002, — dua tahun setelah Peter Young hadir di pengadilan dengan pakaian wanita dan sepatu hak tinggi dan lima tahun setelah penggelapan reksa dana senilai GBP300 juta yang diotaki Young  terungkap — tersangka terakhir dalam investigasi dinyatakan tidak bersalah.” Pialang Erik Langaker, langsung mengambil penerbangan kembali ke negaranya, Norwegia, pada akhir dari serangkaian pengadilan yang menghabiskan uang pembayar sekitar GBP10 juta.

Selama pengadilan Langaker, Hakim Justice Jackson mengatakan MG telah taat pada peraturan tertulis, tetapi bukan semangat peraturan tersebut. Nicholas Purnell, pembela Langaker, menambahkan bahwa eksekutif paling senior di MG pasti telah mengetahui adanya transaksi terlarang oleh Young.

Seorang juru bicara jury mengatakan bahwa jury “secara legal wajib” melanjutkan proses hukum terhadap Young di bawah UU Kegilaan Tahun 1964, tetapi ada tekanan yang menguat untuk menghentikan kasus terhadap Young atas dasar kasus itu tidak lagi menjadi perhatian public.

Langaker, waktu itu berusia 38 tahun, adalah orang terakhir dari empat pria yang menghadapi tuduhan kriminal dalam skandal Young. Pembantu junior Langaker, Jan Helge Johnsen, menghadapi tuduhan serupa, tetapi tidak menghadapi persidangan karena dia didiagnosa leukaemia. Hakim menolak tuduhan terhadap Stewart Armer, kolega Young di Morgan Grenfell, dengan alasan kurang bukti.

Young sendiri setelah dua kali dengar pendepat (hearing) jury Jury, dengan suara mayoritas 11 lawan 1, menyimpulkan bahwa Peter Young melakukan aksi yang dituduhkan. Namun mereka menerima pembelaan bahwa Young menderita schizophrenia. Mereka mendengar detil kekejian ketika Young mencoba mengebiri diri sendiri dalam upaya menjadi seorang wanita.

Pada Desember 2000, dalam dengar pendapat (hearing) pertama untuk mendengar bukti medis dalam hubungan dengan kesehatan mental Young, dewan jury menyimpulkan bahwa Young dalam kondisi tidak cakap dan tidak sehat untuk diadili. Ada sebuah persyaratan dalam UU Prosedur Kriminal (Kegilaan) 1964 bahwa dalam situasi seperti itu, bukti harus ditunjukkan di depan jury dalam sebuah Hearing tentang Fakta untuk menentukan apakah terdakwa melakukan aksi yang dituduhkan. Hearing tersebut bukan pengadilan kriminal dan penemuan fakta tidak menghasilkan keputusan hukum. (bersambung)

3 Responses to “Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (2)”


  1. 1 people finder usa June 29, 2013 at 8:28 pm

    WOW just what I was looking for. Came here by searching for people finder
    usa

  2. 3 Personal Injury Attorney Minneapolis May 5, 2014 at 4:06 pm

    Excellent blog! Do you have any helpful hints for aspiring writers?
    I’m planning to start my own blog soon but I’m a little lost on everything.
    Would you advise startting with a free platform like WordPress or go for a paid option?
    There are so many chojces out tbere that I’m
    completely confused .. Any ideas? Bless you!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: