Kartu Kredit Sebagai Alat Kenyamanan

Jurnal Nasional, Selasa, 10 May

NAMA saya Ridwan. Sebagai auditor, saya sering bepergian dalam waktu cukup lama ke berbagai daerah di Indonesia. Saya memiliki kartu kredit (KK) dari sebuah bank nasional. Kadangkala saya menemui kendala saat bertransaksi. Maklum mungkin jaringan di luar daerah kurang baik, meski pun di kota besar saya beberapa kali mengalami masalah ini.

Tentu ini menyulitkan saya yang tidak mungkin selalu membawa uang tunai dalam jumlah besar setiap waktu. Namun, saya pernah membawa uang tunai dalam jumlah cukup besar, tetapi saya juga tidak merasa aman dan nyaman.

Pertanyaan saya adalah:

1. Haruskah saya memiliki KK dari bank penerbit lain?

2. Berapa limit maksimum yang sebaiknya saya punyai per KK, 2 atau 3 kali gaji?

3. Apakah bijak memiliki 3 KK sekaligus?

4. Saya memilih KK selain kartu debit lantaran saya ingin menjadi bagian cashless society. Apakah pilihan saya cukup bijak atau tidak?

Terima kasih atas perhatian dan jawaban Pak Jaka.

Ridwan, Kuningan, Jakarta.

Pak Ridwan, terima kasih atas suratnya. Dan saya akan menjawab pertanyaan terakhir Anda terlebih dahulu.

Memang, sangat masuk akal kalau Anda menjadi bagian dari cashless society, antara lain dengan memiliki uang plastik — baik itu (KK), kartu debit dan charge card— yang membuat hidup lebih mudah dan nyaman. Uang plastik dapat menghindarkan diri dari keharusan membawa uang tunai dalam jumlah besar, namun tetap mempertahankan daya beli.

Kalau membutuhkan alat kenyamanan bertransaksi, Anda bisa menggunakan kartu debit dan charge card. Dari perspektif keuangan pribadi, debit card dan charge mencegah godaan untuk membeli barang yang ada di luar kemampuan Anda. Charge card tidak membatasi nilai belanja, tetapi Anda harus melunasi saldo setiap bulan. Kalau tidak melunasi, atau dengan kata lain memiliki saldo kredit, Anda dikenai pinalti. Sama seperti KK, charge card dikenai biaya tahunan. Sedangkan kartu debit kita semua sudah paham dan memegangnya.

Anda dapat menggunakan KK sebagai kartu kenyamanan. Selama Anda melunasi saldo secara tepat waktu, tidak ada yang salah dengan menggesek KK. KK, selain charge card, juga berguna sebagai sarana menikmati program reward dan cash back, dan mendapatkan diskon untuk barang dan jasa yang Anda butuhkan selama pembelian Anda sesuai anggaran bulanan Anda, tentu saja.

Namun penggunaan KK seringkali mengganggu kesehatan keuangan. Hal ini berkaitan dengan fungsi KK sebagai alat untuk mendongkrak daya beli. Anda dapat membeli barang yang masih di luar kemampuan Anda. KK juga berguna dalam keadaan darurat: sebagai sarana membeli barang tak terduga dan bisa menjadi sarana menarik pinjaman tunai.

Masalah dengan KK adalah bahwa jenis uang plastik ini sering digunakan konsumen untuk membeli produk yang sebenarnya di luar daya beli mereka. Kolon ini beberapa waktu lalu menceritakan pemegang KK yang mengkuti program wisata yang membuatnya nyaris bangkrut. KK juga mendorong orang membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Banyak orang menggesek kartu kreditnya karena ia menerima surat yang berisi tawaran program diskon, program hadiah atau kredit dengan bunga 0 persen. Padahal, hadiah dari KK sering bernilai jauh lebih kecil daripada beban tambahan yang muncul akibat melakukan transaksi untuk mendapatkan hadiah tersebut. Misalnya, Anda diiming-imingi poin reward untuk setiap jumlah tertentu yang Anda belanjakan. Padahal, nilai untuk mendapatkan poin lebih besar daripada nilai hadiah. Intinya, kartu kredit bukan hanya alat kenyamanan, tetapi alat menumpuk utang.

Selain mendorong Anda menggunakan KK, KK juga berpotensi menganggu kesehatan keuangan Anda dari sisi lain. KK menimbulkan beban berat jika Anda tidak bisa melunasi transaksi saat jatuh tempo karena beban bunga atas saldo pinjaman yang tinggi. Kebanyakan KK membawa biaya tahunan yang besarnya tergantung jenis kartu kredit dan batas maksimum kredit. Penerbit yang tidak memungut biaya tahunan, memasang bunga lebih tinggi. Selain itu, pemegang KK bias dikenai denda keterlambatan jika tidak membayar cicilan tepat waktu. Yang lebih buruk, sekali Anda terlambat membayar cicilan, risiko kredit Anda meningkat dan mungkin Anda dikenai bunga lebih tinggi lagi untuk transaksi berikutnya. Itu belum semuanya. Penerbit KK sering kali memajukan tanggal jatuh tempo.

Maka dari itu, pastikan Anda mengetahui beban dan biaya memiliki dan menggunakan KK. Penerbit KK mematok bunga berbeda untuk pembelian, saldo dan penarikan tunai. Penerbit KK mulai memungut bunga setelah saldo berjalan untuk satu atau lebih siklus penagihan.

Untuk pertanyaan pertama Anda tentang keharusan Anda memiliki KK dari penerbit lain dengan harapan Anda dapat bertransaksi jika kartu yang lain tidak diterima merchant, jawabannya adalah tidak harus. Kalau tujuannya adalah menghindari kemungkinan KK anda tidak berlaku, cari KK yang lebih mudah diterima. Ini menghemat biaya tahunan dan menghindarkan diri dari godaan meminjam lebih banyak. Solusinya, adalah pilih kartu kredit yang diterima lebih banyak merchant. Jika mungkin, cari KK yang juga diterima oleh merchant di luar negeri, untuk jaga-jaga kalau suatu ketika Anda harus bepergian ke luar negeri.

Jangan mudah terbujuk oleh penerbit KK yang menawarkan bunga perkenalan rendah untuk pelanggan baru dan fasilitas transfer saldo. Pasalnya, fasilitas ini hanya berlaku selama masa bulan madu yang berkisar antara enam bulan atau satu tahun. Setelah periode bulan madu berakhir, bunga bisa dinaikkan.

Jawaban saya untuk pertanyaan kedua Anda tentang batas maksimum, jawaban saya begini. Batas maksimun ditentukan oleh penerbit, bukan Anda. Dalam menentukan batas maksimum ini, penerbit KK mempertimbangkan peringkat kredit dan penghasilan Anda. Jika Anda sering menggunakan KK dan lancar dalam pembayaran, batas kredit Anda akan ditingkatkan. Jika Anda sering terlambat membayar tagihan bulanan dan gagal bayar, batas Anda akan dikurangi, dan tingkat bunga Anda akan dinaikkan.

Apakah bijak memiliki 3 KK sekaligus? Itu tergantung Anda. Anda bisa memegang banyak KK sepanjang bisa memanfaatkannya. Seorang teman memiliki lima kartu untuk menunjang bisnisnya. Ia menggesek kartu untuk membeli barang yang bisa dijual dalam hitungan hari. Tentu jika margin laba lebih besar dari beban bunga. Konsumen umum tampaknya tidak perlu memiliki KK lebih dari satu. Selain biaya tahunan yang lebih besar, memiliki banyak KK berarti lebih banyak godaan untuk bertransaksi. Anda mungkin berpendapat bahwa KK hanya untuk jaga-jaga, namun masalahnyapenerbit KK memberikan pinalti bagi kartu yang tidak aktif.

Kesimpulannya, KK hanyalah alat. Dan alat bisa sama berbahayanya seperti pemakainya. KK di tangan konsumen teledor dapat menjadi bencana finansial bagi pemegangnya. Bahkan akhir-akhir ini, kita membaca pemegang kartu kredit yang kehilangan nyawa karena memiliki tunggakan kartu kredit. Bahkan berita ini menjadi headline di banyak media massa.

Sebagai penutup, saya ingin menampilkan fakta di Amerika Serikat agar bisa menjadi contoh. Di negeri Paman Sam, rata-rata penduduk Amerika memiliki empat KK. Hasilnya, per Juni 2010, penduduk Amerika memiliki sekitar US$827 miliar kredit yang diperpanjang (revolving credit), yang sebagian besar merupakan utang KK. Jumlah ini hampir 8 kali lebih besar daripada cadangan devisa Indonesia per April 2011. Tingkat default KK di AS termasuk tinggi. Kondisi tersebut kemudian mengarahkan pemerintah US untuk melindungi warganya dengan memberlakukan UU Akuntabilitas, Tanggung jawab dan Keterbukaan (CARD) pada Februari 2010.

0 Responses to “Kartu Kredit Sebagai Alat Kenyamanan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: