Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (3, Habis)

Pelajaran

Skandal DMG menunjukkan betapa sulitnya bagi reksa dana untuk membebaskan diri dari perusahaan induk dalam iklim yang tidak simpatik. Kisah itu juga menunjukkan betapa luasnya kerusakan dapat terjadi pada sebuah perusahaan oleh kegagalan investasi. Pelajaran yang dapat dipetik dari skandal tersebut adalah:

Yakinkan bahwa checks and balances benar-benar dijalankan, bukan hanya bagian dari rutinitas. Atasan langsung Young dan divisi ketaatan MG mestinya turut menandatangani setiap pembelian saham tak tercatat oleh Young. Namun, baru pada April 1996, ketika saham tak tercatat nilainya mencapai tiga setengah kali dari batas legal, Young baru pertama kali diminta menurunkan porsi kepemilikan tersebut.

Berikan penalti yang tegas dan cepat bagi mereka yang melanggar batas. Jika Young sudah diperingatkan dan diselidiki segera setelah saham tak tercatat melampaui batas legal, kerusakan pasti dapat dibatasi.

Satu kunci kendali risiko operasional untuk divisi trading adalah segregasi kewajiban, seperti aktivitas investasi dan trading. Fakta bahwa Young mampu membentuk dua perusahaan induk dan menggunakannya untuk bertransaksi dalam waktu cukup lama menunjukkan bahwa kendali dasar ini tidak dilakukan sepenuhnya.

Jika ada sesuatu yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, itu mungkin adalah kinerja reksa dana kelolaan Young yang berada di urutan puncak dalam kategori selama beberapa waktu. Namun ini jelas tidak mendorong pengawasan ketat dari Morgan Grenfell seperti seharusnya. Laba eksepsional hendaknya mendorong sedikitnya pengawasan internal.

Sidebar: Dakwaan Jury

Dewan yuri dalam dengar pendapat tentang fakta di Pengadilan Kriminal Pusat menyatakan Peter William Young ketika menjadi fund manager di DMG, antara 1 Juli 1994 dan 31 Desember 1994, bertindak sebagai penasihat investasi DMG reksa dana European Growth Trust (EGT), menyembunyikan fakta material yang melibatkan obligasi sebanyak 1.700 lembar terbitan Carnegie Perpetual Bond yang dapat ditukarkan menjadi saham SensoNor AS demi keuntungan pribadi sebesar GBP2 juta.

Pada Agustus 1994, Peter Young, bersama dengan sebuah perusahaan investasi Swedia, Carnegie, merancang sebuah sarana bagi Young untuk membeli saham yang diterbitkan oleh SensoNor, sebuah perusahaan yang terdaftar di Norwegia. EGT sudah memegang 10%, paling banyak yang diizinkan oleh peraturan. Untuk meningkatkan porsi kepemilikan, Young menyiasatinya dengan mengusulkan agar Carnegie membeli dan memiliki saham SensoNor. Pada saat yang sama, Carnegie akan menerbitkan dan menjual 1.700 lembar obligasi bernama SensoNor Bond. Semua, kecuali satu, obligasi ini dipegang oleh reksa dana EGT kelolaan Young. Satu sisanya dibeli oleh Young sendiri, dengan menggunakan nama saudara tirinya.

Dengan menggunakan sebuah firma hukum Swiss, Wyler and Wolf, untuk melakukan pekerjaan legal yang diperlukan, Young dengan diam-diam mendirikan dua perusahaan yang terdaftar di Luxembourg tetapi berada di bawah kendalinya; Horten Technology dan Waferprod Holdings. Young kemudian mengatur, melalui perusahaan efek Norwegia di kantor cabang London Fiba Nordic, agar Horten Technology dan Waferprod Holdings membeli 1.699 obligasi tersebut dari EGT. Ini akan memungkinkannya mempertahankan kendali atas pelepasan obligasi tersebut. DMG dan wali amanat fund tersebut percaya bahwa investasi di dua perusahaan itu asli dan dilakukan menurut kaidah bisnis yang umum berlaku.

Paham di balik skim tersebut adalah bahwa para pemegang obligasi dapat mengonversikannya ke dalam saham SensoNor kapan saja tetapi Young merancang sebuah system bonus saham di mana pemegang obligasi yang memegang sampai jatuh tempo akan berhak untuk menerima sejumlah saham bonus.

Namun, karena Young secara diam-diam mengontrol dua perusahaan Luxembourg yang dia atur untuk menjual 1.699 lembar obligasi mereka sebelum jatuh tempo – dan dengan demikian kedua perusahaan ini tidak berhak atas saham bonus. Artinya, saham bonus akan berada di satu-satunya pemegang obligasi yang tersisa, Peter Young.

Untuk mengonversi sisa obligasi, Young secara diam-diam mendirikan satu perusahaan lain pada Desember 1995 bernama Russ Oil. Dia mengatur agar obligasi yang dipegangnya (sering disebut sebagai golden bond) untuk ditukarkan dengan saham Russ Oil. Dengan demikian, Young memiliki Russ Oil yang, pada gilirannya, memiliki golden bond. Russ Oil, atas instruksi Young pada Februari 1996, menukarkan golden bond dengan sisa saham SensoNor. Saham tersebut kemudian dijual dengan harga GBP2.102.980. Young pada mulanya membayar hanya GBP8.688 untuk obligasi yang kemudian menjadi golden bond.

Young membeli sebuah rumah baru pada awal 1996, yang dipasarkan pada harga GBP450,000. Menyusul instruksi dari Young, sejumlah GBP350,000 ditransfer dari Russ Oil ke akun banknya yang kemudian dia gunakan untuk membeli rumah tersebut. (Habis)

0 Responses to “Seri Klasik Kegagalan Manajemen Risiko: Morgan Grenfell (3, Habis)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: