Kebun Emas Sebagai Inovasi Produk Keuangan

Jurnal Nasional,  Selasa, 24 May 2011. Kebun Emas Sebagai Inovasi Produk Keuangan     http://nasional.jurnas.com/halaman/39/2011-05-24

Pertanyaan

Kepada Pak Jaka

Pertama mengucapkan terima kasih karena pertanyaan saya sudah dijawab dan jawaban bapak membuat saya menjadi semakin memahami soal investasi emas. Dalam jawaban tersebut hanya sedikit menyinggung soal Kebun Emas. Menurut Pak Jaka, apa untung ruginya berkebun emas. Benarkah Kebun Emas tidak sesuai dengan syariah seperti yang tersirat dari jawaban bapak terdahulu?

Lukman Hakim A

Mampang, Jakarta Selatan

Jawaban

Terima kasih atas suratnya. Saya akan menjawab pertanyaan kedua terlebih dahulu, dengan meminjam pandangan orang lain dan akan memberikan sedikit informasi tambahan.

Fatwa Dewan Syariah Nasional no 25/DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 menyatakan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang diperbolehkan dengan beberapa ketentuan tambahan. Salah satu ketentuannya adalah bahwa transaksi tersebut tidak mengurangi nilai barang yang digadaikan dan penerima gadai dapat memanfaatkan barang tersebut sekadar pengganti biaya pemeliharaan dan perawatannya.

Penjelasan tentang ketentuan tambahan tersebut sering diberikan dengan contoh gadai hewan ternak.  Bila pemilik hewan ternak tidak memberi pakan kepada ternaknya, maka kreditur atau dalam hal ini penerima hewan gadai hewan berkewajiban memberi pakan. Sebagai imbalannya, dia dibolehkan mengambil susu, atau menunggangi hewan tersebut seharga pakan yang ia berikan. Tidak lebih dan tidak kurang. Dengan demikian tidak ada keuntungan. Contoh ini menunjukkan bahwa transaksi gadai bukan transaksi bisnis yang berorientasi keuntungan, tetapi mengandung nilai sosial.

Di sisi lain ada pandangan bahwa mengambil keuntungan dari transaksi pinjam-meminjam bersifat ribawi. Beberapa penulis memandang praktik gadai syariah, termasuk gadai emas syariah, yang banyak berlaku ada sudah melanggar syariah. Alasannya, praktik yang berlaku di banyak bank syariah tidak lain merupakan utang-piutang berbunga tetap. Penerima gadai menyamarkan bunga dalam transaksi gadai dengan biaya penitipan, pemeliharaan, penjagaan, dan penaksiran.  Termasuk ke dalam hal ini adalah gadai emas.

Lalu bagaimana dengan Kebun Emas? Pelanggaran terhadap syariah lebih banyak. Kebun Emas melibatkan transaksi gadai emas yang berorientasi keuntungan. Bahkan transaksi gadai dalam skim Kebun emas dilakukan berkali-kali. Nasabah membeli emas dan menggadaikan ke lembaga keuangan. Uang dari transaksi gadai ini (ditambah dengan dana nasabah) digunakan untuk membeli emas untuk kemudian digadaikan lagi. Sistem ini mengandung unsur ribawi dan berorientasi keuntungan.

Di luar itu, Kebun Emas melibatkan unsur spekulasi, yang membuat risiko lebih besar, yang juga melanggar syariah. Oleh karena itu ada kalangan yang dengan tegas menyebut Kebun Emas sebagai riba dan oleh karena itu hukumnya haram.

Kreativitas Pelaku Pasar  

Sebenarnya isu riba (usury dalam Bahasa Inggris), bukan hal baru dan monopoli pemeluk Islam. Isu ini sebagaimana dipaparkan Michel Fleuriet, dalam bukunya “Investment Bank Explained: An Insider’s Guide To The Industry (2008)”, sudah mengemuka pada abad ke-12. Waktu itu, sedikitnya sampai abad ke-15, Gereja menyatakan bahwa usury – memungut bunga atas pinjaman-bertentangan dengan Hukum Tuhan. Gereja melarang pemberian bunga dan menegakkan larangan ini secara reguler. Yang terbukti bersalah akan diekskomunikasikan.

Dalam kondisi inilah, tulis Michel, bill of exchange dan obligasi dibentuk untuk menyiasati larangan gereja terhadap pengenaan bunga atas pinjaman uang. Dengan bill of exchange  (di Amerika Serikat dikenal sebagai bank acceptance dan di Indonesia dikenal sebagai wesel bayar) kreditur bisa mengelak dari tuduhan memberikan pinjaman karena bill of exchangemelibatkan bukan hanya kredit, tetapi juga pertukaran karensi dan transfer barang dalam perdagangan antar negara. Selain itu bill of exchange tidak memungut bunga tetapi diskonto.Bill of exchange memiliki karakteristik seperti treasury bill yang di Indonesia dikenal dengan nama Surat Perbendaharaan Negara.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa produk keuangan diciptakan oleh pelaku pasar untuk menyiasati kendala pasar. Joseph E. Stiglitz, profesor Universitas di Columbia University dan pemenang Nobel Ilmu Ekonomi, dalam tulisannya bertajuk ‘Taming Finance in an Age of Austerity’ untuk Project Syndicate, memaparkan bahwa banyak produk keuangan dirancang untuk menghindari standar akuntansi atau untuk menghindari pajak. Akibatnya, inovasi produk keuangan modern tidak selalu mengarah pada peningkatan efisiensi, percepatan pertumbuhan ekonomi atau peningkatan kemakmuran bagi semua. Pasalnya, produk yang bagus bagi pelaku pasar keuangan, tidak selalu bagus bagi pemodal umum atau pemerintah.

Sedikitnya, banyak produk keuangan lebih menguntungkan pelaku pasar daripada pemodal atau pemerintah. Dalam kasus emas, penerima gadai pasti menikmati keuntungan berupa biaya penitipan dan penaksiran, meskipun pemodal menderita kerugian. Sedangkan pemodal berpotensi untung maupun rugi.

Terlepas dari isu syariah, “Berkebun Emas” adalah cara untuk mendongkrak (leveraging) nilai investasi dengan menggunakan uang pinjaman. Transaksi menggunakan leverage ini, yang lazim terjadi di bursa saham dan bursa berjangka, memungkinkan pemodal memperoleh returnbesar tetapi juga berpotensi risiko besar.  Kunci dalam berinvestasi menggunakan leveraging, termasuk Berkebun Emas, adalah melakukan kalkulasi dengan cermat.

Dalam materi promosi kebun emas, http://www.berkebun emas.net, menampilkan mekanisme berkebun emas dan membuat kalkulasi dengan asumsi harga emas naik sebesar 30%. Kalau ini memang terjadi, pemodal dapat menikmati return jauh lebih besar daripada dalam transaksi normal di mana pemodal membeli emas dan kemudian menjualnya saat harga naik. Namun kalau harga emas turun, seperti pernah terjadi pada tahun-tahun tertentu sebelum ini, maka kerugian pemodal juga lebih besar. Bagaimana kalau harga emas hanya naik 10%, atau hanya sesuai laju inflasi sekitar 5%? Masih akan untungkah pemodal mengingat biaya Berkebun Emas juga besar.

Selain membuat kalkulasi secara matang, calon pekebun emas hendaknya mengevaluasi dan memverifikasi setiap informasi tentang instrumen ini, dan instrumen investasi lain. Beberapa situs yang memasarkan skema investasi seperti berkebun emas menampilkan testimoni dari pemodal yang lama yang mengklaim sudah sukses. Strategi seperti ini juga digunakan dalam banyak skim money game yang terjadi selama ini. Bisa jadi testimoni mereka benar, bisa juga hanya untuk membujuk calon pemodal.

Kalaupun testimoni mereka benar, keberuntungan Anda mungkin tidak akan seperti mereka. Alasannya sederhana. Mereka lebih dahulu membeli dan harga menjadi naik antara lain karena banyak yang ikut-ikutan. Dan ketika Anda ikut masuk, kenaikan harga mungkin sudah terlalu besar selama ini sehingga ke depan potensi kenaikannya tidak sebesar seperti yang terjadi selama ini. Bahkan bisa jadi, harga akan mulai mengalami koreksi.

Secara rata-rata harga emas memang naik, umumnya sejalan dengan inflasi. Selama sepuluh tahun terakhir kenaikan harga-harga emas naik signifikan karena berbagai soal seperti yang dibahas dalam kolom ini sebelumnya. Namun kenaikan tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran bahwa harga emas sudah terlalu tinggi sehingga ada potensi crash (penurunan harga secara tajam dan tempo relatif singkat) seperti yang pernah saya kemukakan dalam rubrik ini .

So, hope for the best but prepare for the worst.

Salam investasi

Jaka Cahyono

0 Responses to “Kebun Emas Sebagai Inovasi Produk Keuangan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: