Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Kurva Transformasi

Kelangkaan akan sumber daya mengarahkan pelaku ekonomi untuk menggunakan sumber daya seefisien mungkin. Contoh klasik untuk menggambarkan isu ini adalah negara yang bisa memproduksi senjata dan mentega. Intinya, sebuah negara bisa menggunakan seluruh sumber dayanya untuk memmproduksi senjata (pertahanan), mentega (non-pertahanan) atau kombinasi keduanya. Agar pemanfaatan sumber daya dapat efisien, sebuah negara harus memutuskan kombinasi barang dan jasa yang dapat diproduksi.

Penggunaan sumber daya yang efisien ini digambarkan dalam kurva yang membandingkan pilihan antara dua barang yang diproduksi oleh sebuah perekonomian.Dalam Ilmu Ekonomi  Makro, isu ini mengerucut ke dalam apa yang disebut kurva Transformasi atau yang juga disebut Batas kemungkinan produksi (Production Possibility Frontier/PPF). Kurva transformasi adalah tampilan grafis dari pilihan kombinasi dari jumlah dari dua barang yang dapat diproduksi dengan menstransfer sumber daya dari satu barang ke barang lain. Kurva ini membantu menentukan seberapa banyak barang non-esensial dapat diproduksi sebuah perekonomian tanpa membahayakan produksi barang atau jasa esensial.

Titik di sepanjang kurva dipandang paling efisien dan menggambarkan jumlah maksimum satu barang yang dapat diproduksi dalam hubungan dengan barang lain. Jika perekonomian tidak menghasilkan jumlah yang diindikasikan oleh PPF, maka sumber daya dikelola secara tidak efisien  Titik di luar kurva dipandang mustahil dicapai.

Perhatikan tampilan ini. Bayangkan sebuah Negara yang hanya dapat menghasilkan senjata dan mentega. Menurut PPF, titik A, B dan C (semua muncul pada kurva) mewakili penggunaan sumber daya paling efisien. Titik X mewakili penggunaan sumber daya yang tidak efisien, sementara titik Y merupakan tujuan yang tidak bisa dicapai mengingat kondisi sumber daya yang ada.

 

 

 

Tampilan di atas menunjukkan bahwa agar dapat menghasilkan senjata lebih banyak, Negara itu harus mengorbankan beberapa sumber daya yang dapat digunakan untuk menghasilkan mentega (titik A). Jika Negara itu memproduksi senjata lebih banyak (diwakili oleh poin B dan C), negara itu harus mengalihkan sumber daya yang bisa digunakan untuk memproduksi mentega. Akibatnya, akan menghasilkan anggur lebih sedikit daripada produksi pada titik A. Seperti terlihat di diagram, dengan memindahkan produksi dari titik A ke B, negara itu harus menurunkan produksi senjata dalam jumlah kecil bila dibandingkan dengan peningkatan output mentega. Namun, jika perekonomian bergerak dari titik B ke C, output senjata akan berkurang secara signifikan sedangkan peningkatan mentega akan sangat kecil. Ingat bahwa A, B, dan C semua mewakili alokasi sumber daya yang paling efisien bagi perekonomian dan Negara itu  harus memutuskan cara mencapai PPF dan kombinasi macam apa yang diinginkan. Jika permintaan senjata meningkat, biaya untuk meningkatkan output hendaknya sebanding dengan biaya penurunan produksi mentega.

Titik X menunjukkan bahwa sumber daya negara itu tidak digunakan secara efisien atau, lebih khusus, bahwa negara ini tidak memproduksi cukup senjata atau mentega sesuai potensi sumber dayanya. Point Y, seperti disebutkan di atas, merupakan tingkat output yang saat ini tidak terjangkau oleh ekonomi ini.

Namun, jika terjadi perubahan sumber daya, misalnya berupa capaian teknologi baru, sementara sumber daya yang lain – seperti tanah, tenaga kerja dan modal tetap sama — waktu untuk memetik membuat senjata dan mentega akan berkurang. Hasilnya, output akan meningkat, dan PPF akan terdorong ke arah luar, misalnya sampai ke titik Y. Dengan demikian muncullah sebuah kurva baru, di mana Y akan mewakili level efisiensi baru dalam hal alokasi sumber daya.

Ketika PPF bergeser keluar, berarti ada ada pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, pergeseran PPF ke arah dalam berarti ekonomi menyusut akibat penurunan efisiensi alokasi sumber daya dan kemampuan produksi optimal.Sebuah ekonomi bisa menyusut akibat penurunan suplai atau kekurangan teknologi.

Sebuah perekonomian bisa menghasilkan produk pada kurva PPF hanya dalam teori. Pada kenyataannya, ekonomi terus berjuang untuk mencapai kapasitas produksi optimal. Kelangkaan kadang memaksa ekonomi untuk melupakan satu pilihan demi pilihan lain.

0 Responses to “Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Kurva Transformasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: