Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Biaya Peluang dalam Perdagangan Antarnegara

Keunggulan Komparatif dan Absolut

Pemodal perlu memahami reaksi perekonomian dan pemerintah satu negara terhadap aktivitas  ekonomi negara-negara agar dapat menghitung kekuatan ekonomi di seluruh dunia, serta  pergerakan nilai tukar. Dalam perdagangan internasional konsep biaya peluang sangat penting.

Sebuah bangsa bisa mendapatkan keuntungan dari perdagangan internasional jika:

1.       Mampu memproduksi barang relatif lebih murah daripada negara lain.

2.        Berspesialisasi dalam barang-barang yang bisa diproduksi relatif efisien dan menggunakan hasil penjualan produknya untuk memproduksi barang yang relatif tidak efisien.

Manfaat perdagangan antar Negara meliputi:

1.       Peningkatan Kualitas Barang. Produsen Domestik dipaksa mempertahankan dan atau meningkatkan kualitas karena persaingan dari produsen asing.

2.       Penurunan Harga Karena Skala Ekonomis. Karena memiliki potensi pasar lebih besar akibat perdagangan internasional, produsen dapat menurunkan biaya  per unit dengan produksi  skala besar. Ini menguntungkan konsumen karena mampu membeli barang murah.  Produsen sering memeroleh manfaat dengan mampu membeli komponen lebih murah.

3.       Lembaga dan Kebijakan Pemerintah Lebih baik. Perdagangan global mengarahkan pemerintah untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang konstruktif. Kegagalan untuk melakukannya akan menyebabkan modal dan tenaga kerja mengalir ke tempat lain.

 

Keunggulan Komparatif

Negara A bisa memproduksi semua barang dan jasa yang dibutuhkan, tetapi langkah ini dapat mengarah ke alokasi sumber daya yang tidak efisien dan menghambat pertumbuhan di masa mendatang. Alternatifnya, negara A bisa berspesialisasi pada barang yang menjadi keunggulannya daripada membagi sumber dayanya untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkannya.

Perhatikan contoh hipotetis berikut. Di dunia hanya ada dua negara (I dan J). Kedua Negara membutuhkan mobil dan beras dan masing-masing mampu membuat kedua produk itu. Sekarang anggaplah bahwa I memiliki tanah subur sangat sedikit dan cadangan baja berlimpah untuk produksi mobil. J, di sisi lain, memiliki tanah subur berlimpah tapi sangat sedikit baja. Jika memproduksi mobil dan beras, I harus membagi sumber dayanya. Karena membutuhkan banyak usaha untuk menghasilkan beras, I harus mengorbankan sedikit produksi mobil. Biaya peluang untuk memproduksi mobil dan beras menjadi tinggi untuk I, yang harus mengorbankan banyak modal untuk menghasilkan keduanya. Demikian pula, biaya peluang J untuk memproduksi kedua produk tersebut juga tinggi karena harus berusaha keras memproduksi mobil lebih besar.

Setiap negara dapat berspesialisasi dalam satu produk yang lebih efisien (dengan biaya lebih rendah) daripada negara lain. I, yang kaya akan baja, membuat mobil banyak dan menjualnya ke J. Sebaiknya, J perlu memproduksi beras lebih banyak dan menjual sebagian ke I. Dalam bahasa teknis I memiliki keunggulan komparatif terhadap J dalam produksi mobil, dan J memiliki keunggulan komparatif terhadap I dalam produksi beras.

Bagaimana perdagangan negara  ditentukan oleh  keunggulan  komparatif  mereka.

Sekarang mari kita katakan bahwa I dan J mengkhususkan diri dalam memproduksi barang yang menjadi keunggulan komparatifnya. Jika I menukarkan mobil dengan beras dari J, kedua negara akan memilliki biaya peluang lebih rendah. Spesialisasi produk dan perdagangan juga efektif ketika melibatkan banyak negara. Misalnya, Negara K yang mengkhususkan diri dalam produksi kapas, dapat menukarkan kapasnya dengan mobil dari I dan beras dari J.

Menentukan bagaimana Negara-negara saling bertukar barang negara-negara yang diproduksi oleh keunggulan komparatif (“yang terbaik untuk yang terbaik”) adalah tulang punggung teori perdagangan internasional. Metode pertukaran ini dianggap alokasi optimal dari sumber daya, dimana semua Negara dapat memenuhi semua kebutuhan. Seperti biaya kesempatan, spesialisasi dan keunggulan komparatif juga berlaku untuk individu dalam suatu perekonomian.

Keunggulan Absolut

Kadang-kadang sebuah negara atau individu dapat menghasilkan lebih banyak dan lebih baik dari negara atau individu lain, meskipun negara itu memiliki jumlah input yang sama dengan Negara-negara lain. Sebagai contoh, I memiliki keunggulan teknologi yang, dengan jumlah input yang sama dari (tanah yang subur, baja, tenaga kerja) dapat memproduksi lebih bagus atau lebih banyak daripada J. Sebuah negara yang dapat menghasilkan lebih dari kedua barang dikatakan memiliki keunggulan absolut. Kualitas sumber daya dan teknologi yang lebih baik dapat membuat I memiliki keunggulan absolute.

Dalam praktik, setiap negara memiliki banyak sekali kebutuhan dan mustahil bagi suatu negara untuk memiliki keunggulan komparatif dalam semua produk. Dengan demikians, sebuah Negara bisa memiliki  keunggulan absolut dalam  memproduksi (mampu  menghasilkan lebih banyak) mobil dan beras dari negara lain, namun masih memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional.

2 Responses to “Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Biaya Peluang dalam Perdagangan Antarnegara”


  1. 1 Antyo Rentjoko June 12, 2011 at 3:38 pm

    Persoalannya dalam hal apa saja Indonesia bisa mengambil keuntungan🙂

  2. 2 jec June 15, 2011 at 5:39 am

    Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa tanah subur dan bahan tambang, tapi kita mengimpor jagung, beras, kedelai, susu, sapi, gula. so sumber daya alam kita tidak dimanfaatkan secara efisien. piye jal?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: