Bila Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini

Pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional, Selasa, 14 Jun 2011.

Pak Jaka,

Saya seorang insinyur sipil dan konstruksi. Oh, ya nama saya Taufan. Perusahaan saya mengalami masalah keuangan dan manajemen perusahaan akan berganti seiring masuknya investor baru. Saat ini perusahaan menawarkan pensiun dini kepada sejumlah karyawan. Yang mau akan menerima pesangon 12 kali gaji.

 

Bagi yang tidak mau maka gaji akan dipotong 50 persen. Gaji saya sebagai tenaga ahli mencapai Rp15 juta. Kalau saya menerima maka saya mendapatkan Rp180 juta. Sementara kalau menolak, gaji saya akan dipangkas menjadi Rp7,5 juta saja. Apa yang saya harus lakukan sementara saya belum mendapatkan pekerjaan baru, apalagi saya sudah 50 tahun? Di satu sisi, saya juga ingin pensiun dini. Kebetulan semua kebutuhan bisa tercukupi melalui tabungan dan pemasukan dari bisnis yang dijalankan istri saya, meski sebenarnya anak bungsu saya masih kuliah.

Haruskah saya mundur dan menerima pesangon?

Kalau saya mengundurkan diri, pekerjaan apa yang mesti saya lakukan. Beberapa kawan saya menyuruh saya menjadi konsultan freelance saja dan juga menjadi dosen lantaran track recordsaya.

 

Terima kasih atas nasihat Pak Jaka.

Taufan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Pak Taufan, terima kasih atas pertanyaannya.

Pertanyaan bapak mengingatkan saya pada salah satu paman saya yang mengajukan pertanyaan serupa pada 1998. Pada waktu itu krisis moneter di Indonesia mencapai puncaknya, dan ditandai, antara lain, dengan merosotnya nilai rupiah terhadap hampir semua mata uang dunia. Waktu itu, kurs rupiah per US$ di pasar uang merosot hingga menyentuh Rp17.000/US$1 meskipun hanya berlangsung sebentar.

 

Pak Taufan, waktu itu paman saya bekerja di salah satu perusahaan di Grup Astra, yang secara teknis bangkrut karena utang lebih besar dari modal. Hal ini terjadi karena kelompok usaha ini memiliki utang dalam bentuk valuta asing yang sangat besar. Karena prospek jangka pendek yang belum pasti, perusahaan tersebut menawarkan pilihan kepada karyawan untuk bertahan tetapi dengan potongan gaji atau memberikan pesangon bagi yang mau melakukan pensiun dini.

 

Menurut paman saya, karena tergiur dengan jumlah pesangon, banyak dari rekan-rekannya memilih pensiun dini. Ia akan mengikuti jejak teman-teman kerjanya. Waktu itu saya menganjurkan paman saya untuk bertahan karena beberapa alasan. Pertama, di balik rapor merah di neracanya, Grup Astra adalah perusahaan yang solid dan memiliki prospek yang tetap bagus. Kedua, Grup Astra adalah perusahaan yang too big too fail. Saya merasa pasti, bahwa prinsipal Grup Astra akan membantu mengatasi persoalan. Benar. Prinsipal Grup Astra menambah setoran modal, dan kemudian banyak ekspansi ke sawit dan pertambangan melalui anak perusahaan. Per Mei 2011, Grup Astra adalah perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

 

Akan halnya saudara saya, ia mengikuti saran saya. Beberapa bulan ia tidak bekerja full dan menggunakan motornya untuk ngojek. Kini saudara saya masih bekerja di sana dan baru-baru ini memperoleh penghargaan karena telah bekerja selama 25 tahun.

 

Pak Taufan, apa yang yang bapak alami adalah risiko bekerja di perusahaan swasta yang kompetitif dan sangat demanding. Itu sebabnya banyak orang yang ingin menjadi pegawai negeri.

 

Dengan ilustrasi di atas, saya ingin menunjukkan bahwa Pak Taufan terlebih dahulu hendaknya mempertimbangkan prospek perusahaan ke depan sebelum mengambil keputusan. Apakah perusahaan akan semakin berkembang dengan pemodal baru atau tidak. Kalau bapak merasa yakin manajemen baru memiliki visi dan sumber daya yang lebih bagus untuk mengembangkan perusahaan, ada alasan untuk bertahan di perusahaan dan berkembang bersamanya.

 

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah alasan manajemen baru memberikan tawaran pensiun dini. Cari tahu apakah tawaran tersebut untuk meringankan beban perusahaan jangka pendek atau untuk menyingkirkan orang-orang lama. Ini lazim terjadi. Harus bapak sadari, di mana manajemen baru mungkin ada pandangan bahwa orang-orang lama tidak mampu bekerja dengan baik sehingga kondisi perusahaan menjadi buruk dan harus dijual ke pemilik baru. Cara mengetahuinya sederhana, apakah bapak mendapat tanggung jawab yang sama seperti sebelumnya atau dimutasi ke bagian yang sangat sulit atau sangat remeh.

 

Kalau bapak memutuskan bertahan, bersiaplah menghadapi suasana kerja baru. Sedikitnya, manajemen baru akan memasukkan orang-orang kepercayaan mereka. Mereka bisa jadi menetapkan aturan main yang baru. Tim lama mungkin dinilai gagal menjalankan tugas dengan baik sehingga perusahaan bagus. Maka dari itu, perhatikan bahwa bapak adalah salah satu yang ingin dipertahankan.

 

Banyak orang memilih mengajukan pensiun dini karena tertarik dengan pesangon besar. Mereka berharap dengan uang pesangon, yang terasa sangat besar, mereka yakin bisa melanjutkan hidup, apakah dengan menggunakan pesangon untuk modal kerja atau di investasikan. Tetapi memegang uang tunai penuh jebakan. Bayangkan, bapak biasa sibuk bekerja dan tiba-tiba tidak ada kerjaaan dan banyak uang di kantong. Tidak bekerja kadang membuat biaya hidup menjadi lebih mahal. Pasalnya, waktu yang biasa digunakan bekerja menjadi kosong dan melakukan aktivitas tertentu. Aktivitas tersebut seringkali membawa biaya.

 

Kalau bapak sudah memiliki rencana untuk pensiun dini, maka ini peluang untuk merealisasikan rencana. Apa yang ada di benak bapak ketika menggagas untuk pensiun dini? Membuka usaha sendiri, atau mengembangkan usaha yang dirintis istri? Karena sudah lama direncanakan, pasti bapak telah memiliki persiapan matang. Tetapi kalau ingin membuka usaha sendiri karena tiada alternatif lain, tetapi hanya sebagai respons karena pensiun dini, itu bisa berisiko besar. Budaya kerja menjadi professional berbeda dengan menjadi entrepreuner.Selain itu, jarang ada usaha yang begitu dimulai langsung berjalan lancer dan kemudian sukses. Perusahaan sukses umumnya mengalami periode jatuh dan bangun lagi. Siapkah bapak menghadapi “masa-masa perjuangan” ini?

 

Sekarang kita membahas ke persoalan kedua bapak, yakni apakah akan bekerja sebagai konsultan atau mengajar. Saya hanya ingin mengingatkan kembali tentang kondisi ketenaga kerjaan di Indonesia. Faktanya, jauh lebih banyak sumber daya manusia daripada lapangan kerja. Bapak juga pasti sudah menyadari bahwa untuk memperoleh pekerjaan, memerlukan banyak faktor pendukung selain pengalaman dan track record. Memiliki track record bagus mungkin membantu, tetapi bukan kartu truf untuk dapat menjadi pengajar.

 

Pak Taufan, saya banyak mengenal orang yang keluar dari jagat korporasi untuk menjadi konsultan freelance. Mereka umumnya memutuskan menjadi konsultan setelah mereka memiliki nasabah, yang kesetiaannya adalah kepada mereka, bukan kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Apakah bapak memiliki nasabah tersebut? Kalau tidak, pertimbangkan prospek industri yang bapak tekuni untuk memperkirakan waktu yang digunakan untuk memperoleh nasabah. Kalau industri marak, tentu akan lebih mudah berbisnis daripada kalau kondisi industri lagi buruk.

 

Kalau bapak tidak yakin bahwa usaha bapak akan sukses dalam dua tahun, ada tidak sebaiknya mempertahankan pekerjaan. Sedikitnya dengan tetap bekerja, ada kepastian hasil. Membangun usaha sendiri adalah pekerjaan berat. Jauh lebih banyak usaha baru yang gagal daripada berhasil. Kenapa dua tahun? Karena sebenarnya nilai pesangon yang ditawarkan adalah senilai dengan gaji bapak selama dua tahun. Kalau kinerja perusahaan bapak kemudian berubah arah menjadi bagus, mungkin gaji bapak akan dinaikkan.

 

Semoga jawaban saya berguna bagi bapak.

 

Salam,

Jaka Cahyono

 

0 Responses to “Bila Perusahaan Menawarkan Pensiun Dini”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: