Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Penentu Elastisitas Permintaan

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi elastisitas harga permintaan:

1. Ketersediaan substitusi – Ini mungkin faktor paling penting yang mempengaruhi elastisitas  barang atau jasa. Secara umum, semakin banyak barang pengganti, semakin elastic permintaan. Sebagai contoh, jika harga secangkir kopi naik sebesar IDR500, konsumen kafein bisa beralih  dari kopi ke teh. Ini berarti kopi merupakan barang elastis karena kenaikan harga akan menyebabkan penurunan permintaan dalam jumlah besar karena konsumen mulai membeli lebih banyak teh daripada kopi.

Namun, jika harga kafein naik semua, kita mungkin akan melihat sedikit perubahan pada konsumsi kopi atau teh karena hanya ada sedikit pengganti untuk kafein. Kebanyakan orang mempertahankan konsumsi kafein tidak peduli berapapun harganya. Dari sini bisa dikatakan bahwa kafein merupakan produk inelastis karena kurangnya barang pengganti. Jadi, sementara produk dalam suatu industri adalah elastis karena ketersediaan pengganti, industri itu sendiri cenderung inelastis. Biasanya, barang-barang unik seperti berlian adalah inelastis karena mereka memiliki sedikit barang pengganti.

2. Jumlah pendapatan yang tersedia untuk belanja barang – Faktor ini mengacu pada total uang yang orang bisa belanjakan untuk barang atau jasa tertentu. Jadi, jika harga sebuah kaleng Coke naik dari IDR5.0000 menjadi IDR10.000 dan pendapatan tetap sama, pendapatan yang tersedia untuk membeli coke adalah IDR20.000, sekarang hanya cukup untuk membeli dua, bukannya empat kaleng Coke. Dengan kata lain, konsumen dipaksa untuk mengurangi permintaan akan Coke. Jadi jika ada kenaikan harga dan tidak ada perubahan jumlah penghasilan yang tersedia untuk dibelanjakan pada barang tersebut, akan ada reaksi elastis pada permintaan; permintaan akan peka terhadap perubahan harga jika tidak ada perubahan pendapatan.

3. Waktu – Faktor berpengaruh ketiga adalah waktu. Jika harga rokok naik IDR2.000 per bungkus, perokok yang kesulitan mencari barang pengganti kemungkinan besar akan terus membeli rokok seperti hari-hari sebelumnya. Ini berarti tembakau bersifat inelastis karena perubahan harga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kuantitas permintaan. Namun, jika perokok tersebut tidak mampu mengeluarkan uang ekstra IDR2.000 per hari dan mulai menendang kebiasaan selama periode waktu, elastisitas harga rokok bagi konsumen yang menjadi elastis dalam jangka panjang.

B. Elastisitas Permintaan Karena Pendapatan
Pada faktor kedua yang diuraikan di atas, kita melihat bahwa jika ada kenaikan harga sedangkan pendapatan tetap, permintaan akan menurun. Implikasinya, kemudian, adalah bahwa jika ada peningkatan pendapatan, permintaan cenderung meningkat juga. Tingkat dimana peningkatan pendapatan akan menyebabkan peningkatan permintaan disebut elastisitas pendapatan dari permintaan (income elasticity of demand), yang dapat dinyatakan dalam persamaan berikut:
 

Jika Edy lebih besar dari satu, permintaan untuk item tersebut dianggap memiliki elastisitas pendapatan tinggi. Tetapi jika Edy kurang dari satu, permintaan dianggap tidak elastic terhadap penghasilan. Barang mewah biasanya memiliki elastisitas pendapatan lebih tinggi karena ketika orang memiliki pendapatan lebih tinggi, mereka tidak harus kehilangan banyak untuk membeli barang-barang mewah. Mari kita lihat sebuah contoh barang mewah: perjalanan udara.

Bob baru saja menerima kenaikan gaji IDR10 juta, sehingga gaji total tahunannya menjadi IDR 80 juta. Dengan daya beli yang lebih tinggi, ia sekarang mampu perjalanan udara dua kali setahun, bukan sebelumnya setahun sekali. Dengan persamaan berikut kita dapat menghitung elastisitas permintaan akibat pendapatan:

 

elastisitas permintaan Penghasilan untuk perjalanan udara Bob adalah tujuh – sangat elastis.

Dengan beberapa barang dan jasa, sebenarnya kita mungkin melihat adanya penurunan permintaan ketika ada peningkatan pendapatan. Ini dianggap barang dan jasa yang berkualitas rendah yang akan ditinggalkan konsumen yang menerima kenaikan gaji. Sebuah contoh adalah peningkatan permintaan DVD sebagai lawan dari kaset video, yang umumnya dianggap berkualitas rendah. Produk yang mengalami penurunan permintaan ketika ada peningkatan pendapatan mempunyai elastisitas pendapatan kurang dari nol. Produk yang tidak mengalami perubahan permintaan meskipun ada perubahan pendapatan biasanya memiliki elastisitas pendapatan dari nol – barang-barang dan jasa itu dianggap kebutuhan pokok.

Berikutnya>> Utilitas

0 Responses to “Ilmu Ekonomi Bagi Pemodal: Penentu Elastisitas Permintaan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: