Tips Keuangan Merenovasi Rumah

(Artkel ini dimuat pertama kali di Harian Jurnal Nasional | Selasa, 28 Jun 2011)

NAMA saya Ahmadi dan berprofesi sebagai karyawan swasta. Dalam waktu dekat saya akan merenovasi rumah saya. Kebetulan tiga putra-putri saya menginginkan kamar masing-masing. Saya sudah menghitung biaya renovasi setelah berkonsultasi dengan arsitek yang kebetulan teman saya. Namun saya menghadapi masalah pembiayaan. Saya memiliki tabungan Rp450 juta. Biaya renovasi diperkirakan antara Rp350-400 juta. Saya berpikir tidak mungkin menghabiskan semua tabungan saya untuk sekedar renovasi rumah.

Pertanyaan saya

1. Haruskah saya meminjam ke bank dalam bentuk kredit tanpa agunan (KTA) atau kredit rumah untuk merenovasi rumah saya?

2. Apakah bijaksana meminjam untuk renovasi rumah?

3. Seberapa besar yang mesti saya pinjam kalau melihat besaran renovasi yang mencapai Rp400 juta? Terima kasih untuk Pak Jaka dalam meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya

Ahmadi, Pejaten, Jakarta Selatan.

Pak Ahmadi, terima kasih atas suratnya. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya ingin menunjukkan bahwa kebutuhan seseorang akan rumah selalu berubah. Ketika masih bujang dan sedang mulai merintis karir, mungkin orang memenuhi kebutuhannya akan hunian dengan menyewa satu kamar saja. Setelah menikah, kebutuhan orang akan meningkat; selain kamar tidur, ia membutuhkan dapur, ruang tamu dan bahkan mungkin kamar tidur tamu. Kehadiran anak dalam sebuah keluarga akan menambah kebutuhan akan rumah; yang umum terjadi, selain ruang tidur anak, mereka juga membutuhkan ruang tidur pembantu. Pada saatnya nanti, ketika anak sudah dewasa dan membangun keluarga, rumah yang semula sibuk dan ramai perlahan-lahan dapat ditinggalkan penghuninya. Dengan ilustrasi di atas, saya hanya ingin menunjukkan perlunya bagi Anda untuk memproyeksikan kebutuhan akan hunian di masa depan sebelum merenovasi. Misalnya, apakah akan ada anggota baru, seperti tambahan anak dan mengundang kerabat untuk tinggal. Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah mencoba melihat dari sudut pandang lain. Mengingat alokasi anggaran renovasi yang lumayan besar, apakah tidak sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk rumah baru yang lebih strategis atau yang lebih luas. Sumber dananya adalah anggaran renovasi plus hasil penjualan rumah yang ada sekarang. Bahkan kalaupun harus meminjam uang lagi, sejauh masih dapat terjangkau, membeli rumah baru yang lebih besar di lokasi yang lebih strategis masih layak dilakukan. Hal ini perlu dipertimbangkan agar Anda dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari proyek renovasi. Benar, Anda merenovasi rumah demi memperoleh manfaatnya, yakni memiliki kamar lebih banyak dan tidak ingin menjualnya.Tetapi, dengan menambah kamar, nilai rumah Anda akan meningkat. Peningkatan nilai rumah bisa jadi tidak maksimal karena faktor lokasi. Perlu diketahui, harga rumah selalu mencerminkan selera pembeli dan nilai lokasi. Poin kedua ini juga berarti bahwa Anda hendaknya tidak merenovasi rumah sehingga perbedaan dengan lingkungan tidak terlalu jauh. Sebalinya, ketika melakukan renovasi adalah penting untuk memastikan bahwa setiap perbaikan sesuai untuk jenis hunian dan lokasi rumah. Dengan demikian, nilai renovasi hendaknya tidak terlalu jauh di atas rata-rata rumah di lokasi tersebut.Sebab, pada umumnya orang tertarik membeli rumah, selain tertarik pada luasan dan desain rumah, juga tertarik pada lokasi. Meskipun renovasi mampu meningkatkan harga rumah di atas harga rumah di sekitarnya, tetapi sekali lagi, karena berada di lokasi yang kurang menguntungkan, maka kenaikan harga tidak maksimal. At the end of the day, kenaikan harga rumah bisa jadi tidak mampu menutupi biaya renovasi. Poin kedua ini menjadi lebih penting bagi tipe pemilik-pemodal, yakni orang yang membeli rumah untuk kemudian memperbaiki dan menjualnya. Nah sekarang saya ingin menjawab pertanyaan Anda, mulai dari nomor dua. Karena rencana renovasi Anda dapat meningkatkan nilai dan manfaat rumah, maka layak dibiayai dengan pinjaman. Ada beberapa jenis renovasi rumah yang hanya memenuhi preferensi seseorang, namun tidak meningkatkan nilai rumah karena renovasi tersebut tidak memberi nilai tambah bagi orang lain. Kalau Anda mempunyai akses ke Kredit Tanpa Agunan (KTA), yang tidak mensyaratkan agunan, dan kredit dengan agunan rumah seperti home equity loan (HEL), pasti akan lebih baik kalau Anda menggunakan HEL. Alasannya sangat sesederhana, beban bunga HEL pasti jauh lebih ringan daripada KTA. Untuk pertanyaan nomor tiga tentang jumlah pinjaman untuk merenovasi rumah, jawaban saya adalah sebagai berikut. Kalau memungkinkan Anda membiayai sendiri semua biaya renovasi. Kalkulasinya juga jelas. Beban bunga akan jauh lebih besar daripada pendapatan bunga dari uang Anda. Artinya, kalau meminjam dan sekaligus menyimpan uang, maka hasil akhirnya anda tetap membayar bunga. Ini membuat biaya renovasi menjadi lebih besar. Jawaban saya tidak berlaku kalau Anda mampu memutar uang sehingga memberikan imbal hasil (return) di atas beban bunga. Rekomendasi saya di atas harap diabaikan kalau Anda memiliki kebutuhan penting lain dalam waktu dekat, sehingga Anda harus mempertahankan likuiditas. Kalau ini yang terjadi, Anda memang harus menyisakan simpanan Anda dan menempatkannya ke instrument investasi yang dapat dicairkan setiap saat, seperti deposito atau reksa dana pasar uang. Anda dapat juga mengambil jalan tengah, menggunakan setengah atau sebagian besar simpanan untuk biaya renovasi dan meminjam sisanya. Dengan cara ini memiliki cadangan untuk memenuhi kebutuhan mendadak dan rencana Anda dapat terlaksana tanpa beban bunga yang berlebihan. Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah faktor psikologis dalam kaitannya dengan besaran biaya renovasi. Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari banyak orang, ketika melakukan renovasi (atau membangun) rumah untuk dihuni sendiri, orang seringkali bersikap emosional. Kondisi ini seringkali membuat anggaran membengkak tajam. Misalnya ketika proses renovasi sedang berlangsung, Anda mendapati bahan bangunan atau desain bangunan yang lebih bagus dan lebih mahal. Anda tertarik dan kemudian memutuskan untuk mengubah rencana awal. Salam Investasi Jaka Cahyono

0 Responses to “Tips Keuangan Merenovasi Rumah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: