Ekonomi Makro Bagi Pemodal (4): Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto

Bagi investor pasar modal, pertumbuhan tahunan GDP sangat penting. Jika output ekonomi secara keseluruhan menurun atau stabil, kebanyakan perusahaan tidak akan mampu meningkatkan keuntungan mereka, yang merupakan pendorong utama kinerja saham. Namun, terlalu banyak pertumbuhan PDB juga berbahaya, karena kemungkinan besar akan datang dengan peningkatan inflasi, yang mengikis keuntungan pasar saham dengan membuat uang kita (dan keuntungan korporasi masa depan) kurang berharga.  Para ekonom dan pengambil keputusan sepakat bahwa stabilitas laju pertumbuhan GDP per tahun yang lebih utama.

Tapi dari mana angka-angka ini berasal? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu membawa variabel baru, tingkat pengangguran, ke dalam kalkulasi. Mengapa? Penelitian telah menunjukkan bahwa laju pertumbuhan PDB tahunan  tertentu menyebabkan penurunan pengangguran. Dari sini tampak sebuah cara sempurna untuk membunuh dua burung dengan satu batu – meningkatkan pertumbuhan secara keseluruhan sambil menurunkan tingkat pengangguran, kan?

Sayangnya, hubungan positif mulai memecah ketika pengangguran menjadi sangat rendah, atau dekat pengerahan penuh (full employment). Tingkat pengangguran yang sangat rendah terbukti lebih mahal bukannya berharga, karena sebuah operasi ekonomi pada pengerahan penuh dapat  menyebabkan dua hal penting :
1. permintaan Agregat akan barang dan jasa akan meningkat lebih cepat dari pasokan, yang menyebabkan harga naik.
2. Perusahaan harus menaikkan upah akibat pasar tenaga kerja yang ketat. Peningkatan ini biasanya diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi ketika perusahaan ingin memaksimalkan keuntungan.

Dari waktu ke waktu, pertumbuhan PDB menyebabkan inflasi, dan inflasi dapat mengarah ke hiperinflasi. Hal ini karena di dunia di mana inflasi meningkat, orang akan menghabiskan lebih banyak uang karena mereka tahu bahwa nilai uang akan berkurang  di masa depan. Hal ini menyebabkan kenaikan lebih lanjut dalam PDB dalam jangka pendek, yang menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut. Juga, dampak inflasi tidak linear, inflasi 10% jauh lebih berbahaya dua kali lipat daripada bahaya inflasi 5%. Inflasi tinggi yang berkepanjangan hanya dapat diperbaiki dengan periode menyakitkan, yakni pengangguran tinggi dan kehilangan produksi ketika kapasitas potensial jadi menanggur.

Apa itu PDB? produk domestik bruto mengacu pada jumlah barang dan jasa yang diproduksi suatu Negara Negara. Angka ini seperti sebuah potret dari perekonomian pada suatu titik tertentu dalam waktu. Produk Domestik Bruto Indonesia merupakan agregat output total ekonomi Indonesia.

Ketika bicara PDB, makroekonom cenderung menggunakan GDP riil, yang mempertimbangkan inflasi, sebagai lawan PDB nominal, yang mencerminkan perubahan hanya dalam harga. Angka PDB nominal akan lebih tinggi jika inflasi naik dari tahun ke tahun, sehingga tidak selalu menunjukkan tingkat output yang lebih tinggi, hanya harga yang lebih tinggi. Dengan kata lain, jika PDB dihitung 6% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun inflasi yang 6% dibandingkan periode yang sama, maka pertumbuhan PDB adalah 0%.

Selanjutnya>> Cara Menghitung Produk Domestik Bruto

0 Responses to “Ekonomi Makro Bagi Pemodal (4): Produk Domestik Bruto”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: