Arah IHSG setelah mencapai Rekor Baru

Artikel ini pertama kali terbit di Harian Jurnal Nasional Edisi Selasa, 2 Agustus 2011

Hai Jaka,

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berada pada posisi 4.130 poin pada pekan lalu. Seperti yang Anda tulis rubric ini minggu lalu banyak yang optimis bisa menembus 4.300 di akhir tahun. Kalau menurut sampeyan piye? Apakah akan terus menguat?

Terima kasih atas jawabannya.

 

Budiman T, Jakarta Barat

 

Hai juga Bud. Terima kasih atas pertanyaannya. (Para pembaca, Budiman adalah teman yang saya kenal lebih dari 20 tahun lalu. Karena itu kami langsung menyebut nama kalau berkomunikasi).

Kalau memiliki portofolio saham saat ini, sudah selayaknya Anda sedikit lebih waspada karena beberapa alasan. Pertama kali saya ingin mengingatkan bahwa, seperti yang saya tulis dalam rubrik ini minggu lalu, IHSG naik 177% naik posisi  1.335.41 poin pada akhir 2008 menjadi 3.703,45 pada akhir 2010. Dan dalam tujuh bulan pertama ini IHSG naik lagi 11,4% menjadi 4.130,8 poin dari posisi akhir 2010. Bahkan IHSG sempat menyentuh 4.160,5 dalam intraday trading Jumat, setelah sehari sebelumnya berada di posisi 4.145,8. What a very handsome gain.

Apakah pesta akan terus berlanjut? Seperti yang Anda kemukakan, banyak pelaku pasar yakin bahwa pesta gain akan berlanjut. Mereka optimistis IHSG meningkat sedikitnya sampai ke level  4.300 poin pada  2011. Bahkan ada yang memiliki over-optimisme bahwa IHSG mencapai 4.600 pada akhir 2011.

Bud, ada satu hal perlu dicatat dari oprimisme mereka. Karakter alami mereka adalah optimistis. Kalau tidak, mereka tidak akan berkiprah di pasar modal yang berorientasi jangka panjang. Kedua, ada insentif bagi mereka untuk menyuarakan optimisme tersebut. Kalau optimisme mereka menular, maka akan semakin banyak pemodal yang membuka posisi, apakah pemodal baru yang masuk ke pasar atau pemodal lama menambah portofolio. Artinya jelas, lebih banyak komisi akan masuk ke koper mereka daripada kalau menyebarkan pesimisme dan pemodal kemudian ke luar pasar. Di Indonesia, membuka posisi hampir pasti berarti membeli, meskipun pemodal dapat masuk ke pasar dengan posisi jual dan menutupnya dengan posisi beli.

Target IHSG yang mereka kemukakan dapat dipahami sebagai cara mereka membujuk halus pemodal. Dalam Ilmu Keuangan Perilaku  (behavioral finance), angka tersebut dapat menjadi anchor (jangkar). Pemodal yang mencatat angka ini dalam benak, akan melakukan apa yang disebut anchoring, menggunakan angka itu untuk pegangan. Gampangnya, investor akan memandang layak untuk membeli saham sebelum IHSG mencapai angka tersebut. Do you got it?

Persoalannya kemudian, apakah 4.300 atau 4.600 adalah anchor yang masuk akal? Saya akan mengajak Anda pada apa yang terjadi pada 2008. Pada awal tahun itu, para pelaku pasar mengemukakan optimisme mereka. Betul, mereka juga mengemukakan target IHSG. Mereka memaparkan sejumlah alasan untuk mendukung keyakinan mereka.

IHSG sempat mencatat rekor tertinggi pada awal 2008 di level 2.830, angka tertinggi sampai waktu itu. Namun IHSG mulai berbalik arah pada Oktober, menuju 1.111 poin pada 28 Oktober 2008. Penurunan harga yang sangat tajam waktu itu mendorong pengelola bursa menggentikan perdagangan selama tiga hari.  Pada penghujung 2008, IHSG ditutup di level 1.355,408 poin, turun 51,17% dari posisi akhir 2007 sebesar 2.745,8. Karena kejatuhan ini, BEI meniadakan tradisi meniup terompet dan melepas balon warna-warni, yang biasa mereka lakukan pada akhir tahun.

Yang ingin saya kemukakan dari ilustrasi historis ini adalah bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi arah IHSG. Beberapa di antaranya mudak diketahui dan diprediksi ada ada kalanya tidak diperhitungkan sama sekali. Kita tahu kemudian bahwa penurunan IHSG tersebut merupakan damak negative krisis subprime mortgage yang berpusat di US dan menimbulkan gelombang crash di bursa saham seluruh dunia.

Sebagai gambaran, pada 2008, indeks utama bursa Reykjavik turun 94%,  Moscow (72,5%), Dubai (72,4%), Shanghai (65.4%) dan Mumbai (52,5%). Penurunan indeks di bursa utama dunia: DJIA (33,84%), S&P’s (38,49%), Nasdaq (40,54%), Nikkei (42,12%), DAX Frankfurt (40,37%), CAC Paris (40,37%), FTSE London (31,33%). Angka-angka di atas menunjukkan bahwa risiko di Negara berkembang lebih besar dibandingkan dengan di negara maju.

 

Kini ada tsunami yang dapat menyapu bursa saham dunia akibat gempa yang pusatnya, lagi-lagi, di US. Potensi gempa terlihat pertama dari krisis isu utang, yang menjadi dilemma bagi US. Utang pemerintah US sudah mencapai batas yang ditetapkan oleh Conggress. Ada diskusi alot di sana apakah akan meningkatkan jumlah utang atau tidak. Setiap pilihan membawa dampak buruk bagi US, dan kemungkinan bagi perekonomian dunia.

 

Kalau menaikkan batas, maka utang akan semakin besar dan di luar kemampuan pemerintah untuk membayar. Kalau utang lagi, maka bank sentral US harus mencetak uang, yang akan menurunkan kurs USD dan mendorong inflasi. Kalau tidak menambah utang, maka US tidak akan mampu membayar utang dan para kapitalis telah mengancam akan menyatakan default. Dampak defaukt ini sulit dibayangkan. Jalan tengah sedang diusahakan saat ini dan deadlinenya adalah 2 Agustus 2011, ketika tulisan ini terbit. Pada hari itu, sudah ada keputusan di US dan pengaruhnya akan terasa di seluruh dunia. Pelaku pasar global sedang menaksir dampak negatifnya sekarang dan beberapa perusahaan keuangan global sudah mengumumkan hasil perkiraan mereka.

Beberapa lembaga dan komentor juga sudah mengumumkan rekomendasi mereka kepada khalayak pemodal tentang apa yang harus mereka lakukan jika pemerintah US default maupun jika US menambah jumlah utangnya. Salah satu tempat berlindung yang direkomendasikan adalah saham-saham perusahaan yang kaya uang kas, seperti perusahaan farmasi dan barang-barang konsumen.

Selain isu krisis utang, ancaman atas bursa saham juga terlihat dari sudut pandang analis teknikal. Sebagai contoh, Mark Hulbert, kolumnis di MarketWatch, situs online dalam kelompok Dow Jones. Incs, menulis hasil riset WHC Bassetti, adjunct profesor Keuangan dan Ilmu Ekonomi di Golden Gate University di San Francisco. Ia adalah tokoh penting dunia dalam hal analisis teknikal.

Menurut Basetti, dalam mempelajari grafik Indeks S & P 500 menyatakan adanya kemungkinan besar tentang terbentuknua pola Kepala dan Bahu yang nadanya sangat bearish.

Pola Kepala dan Bahu terjadi ketika grafik membentuk tiga puncak berturut-turut dan puncak kedua lebih tinggi dibandingkan dengan dua lainnya. Bahu dalam pola ini dibentuk oleh rally pertama dan ketiga, sedangkan rally kedua membentuk kepala. Pola ini juga memiliki unsur yang disebut Leher, yang didefinisikan oleh titik terendah di antara dua Bahu dan Kepala.

Unsur Kepala terbentuk pada April, sementara Bahu terbentuk pada Februari dan awal Juli. Pola tersebut belum terbentuk sempurna. Pola ini sempurna kalau indeks S&P turun sedikitnya 5% sehingga menembus unsur Leher di Bahu ketiga. Jika Leher ini tertembus, maka akan ada penurunan harga secara tajam.

Sebetulnya, indikasi pengaruh negative sudah terlihat akhir pekan kemarin. Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S & P 500 terburuk mereka selama lebih dari setahun.  Pada saat yang sama, indeks saham di banyak Negara sudah menurun.

Bud, ada dua hal di dalam negeri yang perlu diamati secara ketat. Pertama, rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan ekor dari skandal yang melanda partai yang berkuasa saat ini.

 

Terakhir Bud, saya hanya ingin mengatakan bahwa IHSG mungkin akan naik lagi atau mungkin turun. Saya hanya bisa memberikan opini kedua, yang mungkin nadanya tidak seoptimis para pelaku pasar.

Salam Investasi

 

 

0 Responses to “Arah IHSG setelah mencapai Rekor Baru”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: