Pengelolaan Keuangan untuk Artis

[Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional pada  Selasa, 20 Sep 2011]

PAK Jaka yang baik,

Saya adalah salah satu pengurus organisasi artis di Tanah Air. Dalam brosur kami ada contoh artis senior yang pernah populer, tetapi meninggal pada kondisi keuangan yang serba kekurangan. Bahkan ketika almarhum masih sakit kami sering saweran untuk membantu biaya pengobatan. Bagaimana saran bapak agar hal yang sama tidak terjadi pada artis lain?

 

Salam,

Faisal, Jakarta Barat

Pak Faisal, kisah artis yang mengalami kesulitan keuangan bukan hal baru. Saya banyak mendengar dan membaca tentang artis yang kesulitan keuangan tidak saja di Indonesia tetapi di negara lain. Hanya saja, memang ironis kalau kondisi tersebut banyak menimpa artis sukses dan pernah berpenghasilan sangat besar. Yang saya maksud artis di sini termasuk pemain film, penyanyi, pelukis, pemusik dan juga pengarang.

 

Terpuruknya artis sukses secara finansial menunjukkan bahwa selain ahli dalam berkarya dan menghasilkan uang, tetapi juga harus cerdas dalam mengelola keuangan. Jika terampil mengelola keuangan, seharusnya, setidaknya secara teori, artis dapat menghindari kesulitan keuangan tersebut.

 

Secara umum, tujuan pengelolaan keuangan untuk artis sama dengan pengelolaan keuangan untuk profesi lain, yakni memberikan stabilitas dan keamanan keuangan. Stabilitas keuangan bagi artis penting karena ketersediaan uang dapat mengurangi stres dan membuka kesempatan dan kemungkinan untuk berkarya dan mengembangkan diri.

 

Ada tiga isu spesifik ketika bicara tentang perencanaan keuangan untuk artis. Pertama,pendapatan artis tidak teratur dalam arti bahwa penghasilan artis berdasarkan kontrak yang tidak tentu lamanya kontrak dan besaran penghasilannya. Penghasilan artis juga fluktuatif. Pola umumnya adalah: periode berpenghasilan rendah saat memulai karier, diikuti dengan lonjakan penghasilan pada puncak karier dan kemudian penurunan ketika popularitas mulai memudar.

 

Kedua, pekerja seni umumnya memiliki pandangan dan sikap unik tentang uang. Banyak artis sangat fokus ke karya, bukan uang. Tentu artis juga ingin menghasilkan banyak uang seperti orang lain, namun bukan uang yang menjadi target utama. Maka, ketika memperoleh banyak uang dari karya, mereka tidak mengelolanya dengan baik.

 

Ketiga, karakter alami artis adalah pemimpi. Mimpi adalah pendorong kreativitas dan ambisi. Tanpa mimpi, artis tidak akan ke mana-mana. Banyak artis bermimpi dapat membuat satumasterpiece saja – apakah itu novel, buku, lukisan, skenario, rekaman atau film dan memperoleh kekayaan dalam jumlah besar dari situ. Selama bermimpi, artis seringkali kurang peduli soal uang sampai mereka terpaksa oleh keadaan melakukannya.

 

Secara umum artis harus bermimpi untuk membuat masterpiece agar dapat menghasilkan banyak uang, tidak hendalnya itu tidak menjadi satu-satunya tujuan. Lonjakan pendapatan tidak menjamin stabilitas dan keamanan secara finansial. Memiliki banyak uang hanya satu bagian dari persamaan. Artis harus tahu apa yang harus dilakukan jika mereka mendapatkannya. Setelah mendapat penghasilan besar, akan banyak masalah yang akan artis hadapi seperti kewajiban pajak, cara terbaik mengelola pendapatan, cara menghadapi masa pensiun atau, cara membiayai hidup selama periode tidak ada job.

 

Selain itu berbagai keinginan dan seleta pribadi juga akan mempengaruhi keuangan para artis seperti apakah dia memiliki, atau berencana memiliki anak? Apakah ia ingin menyekolahkan anak ke perguruan tinggi? Apakah ia ingin mengendarai mobil mewah? Bagaimana jika ia bercerai? Bagaimana jika Anda memiliki darurat medis? Sebenarnya daftar pertanyaan di atas hanya sebagian dari pertanyaan yang Anda harus Anda jawab.

 

Nah, saudara Faisal, pengelolaan keuangan bagi artis berbeda menurut tahapan karier si artis. Untuk artis pemula, manajemen kas adalah penting. Bidang ini melibatkan penyusunan anggaran belanja, analisis arus kas, dan menghimpun dana darurat.

 

Mengutip sebuah situs yang dibangun oleh asosiasi artis di negara lain, pengeluaran artis untuk konsumsi sebaiknya tidak lebih dari 65 persen dari penghasilan. Sisa penghasilan sebesar 35 persen hendaknya disisihkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan keuangan. Hal ini mengingat sifat penghasilan artis yang tidak teratur dan fluktuatif.

 

Dari 35 persen penghasilan yang tidak dikonsumsi, sisihkan 10 persen untuk pengembangan karier, 10 persen untuk biaya tidak terduga dan 15 persen lain untuk investasi jangka panjang, yang bisa dipecah lagi menjadi 10 persen di instrumen yang aman dan 5 persen di instrumen yang memberikan return tinggi. Tanpa menyisihkan 35 persen dari penghasilan ini, artis mudah masuk perangkap utang karena pengeluaran tak terduga pada mobil, rumah, atau tagihan medis.

 

Pengelolaan keuangan banyak berkaitan dengan kebiasaan dalam bidang keuangan. Kebiasaan buruk ketika memiliki uang sedikit, akan berlanjut ketika memiliki banyak uang. Kalau artis pemula mulai biasa hidup hemat, kebiasaan ini akan berlanjut ketika mereka memperoleh penghasilan besar nantinya. Rezeki mendadak tidak harus dibelanjakan untuk meningkatkan standar hidup. Mengembangkan kebiasaan baik pada saat merintis karir berarti berinvestasi pada diri sendiri.

 

Meskipun tidak memandang uang sebagai tujuan akhir, artis hendaknya peduli dan cerdas soal keuangan. Artis hendaknya mendidik diri sendiri agar bisa melek keuangan, misalnya dengan belajar tentang berbagai instrumen keuangan dan bagaimana aturan main di dunia keuangan dan bagaimana mengambil manfaat dari dunia keuangan. Langkah sederhananya adalah dengan tidak melompati bagian keuangan atau ekonomi setiap kali membaca koran agar bisa segera sampai ke bidang seni budaya atau gaya hidup.

 

Ketika karier mulai membaik dan simpanan mulai terkumpul, artis perlu fokus pada masalah asuransi dan rencana keuangan yang lebih spesifik. Dalam hal asuransi misalnya, artis perlu khawatir soal perawatan kesehatan dan mulai bersiap-siap menghadapi kemungkinan adanya gangguan medis yang dapat menguras kekayaan.

 

Langkah yang bisa diambil adalah membuat simpanan khusus untuk biaya medis atau ikut asuransi kesehatan. Selain itu artis mapan juga harus mulai menyusun rencana keuangan yang lebih spesifik seperti perencanaan perumahan dan pendidikan, dan perencanaan pensiun. Jika si artis sudah menikah dan memiliki anak, maka dia harus peduli juga mengasuransi jiwanya. Artis yang sudah mapan hendaknya mulai peduli tentang pajak. Tujuannya adalah mengurangi beban pajak dalam koridor yang benar secara hukum.

 

Agar dapat mengelola keuangan dengan baik, artis seperti individu lain perlu membuat anggaran belanja dan neraca keuangan pribadi, yang teknisnya pernah dibahas dalam rubrik ini edisi sebelumnya. Selanjutnya artis juga perlu melakukan financial check up secara berkala. Sama seperti medical check up menjadi komponen penting dari kesehatan fisik seseorang, check upkeuangan dapat menjadi penting tidak hanya untuk kesehatan keuangan saat ini, tetapi juga untuk menghindari perangkap yang menghadang di depan.

 

Banyak artis menyerahkan keuangan mereka kepada pihak ketiga. Mempekerjakan profesional untuk menangani dunia keuangan yang rumit mungkin bijaksana, terutama jika si artis kurang paham atau butuh bantuan dengan isu-isu keuangan yang kompleks. Sebagai contoh, artis mungkin membutuhkan bantuan konsultan dalam menangani kewajiban pajaknya. Kalau membutuhkan bantuan profesional, artis hendaknya dapat memilih orang yang benar. Lebih dari sekedar membantu mengisi formulir, konsultan pajak harus proaktif dalam perencanaan pajak dan saran.

 

 

2 Responses to “Pengelolaan Keuangan untuk Artis”


  1. 1 web page July 3, 2014 at 8:07 pm

    Hi there, I discovered your blog by the use of Google at the same time as looking
    for a comparable subject, your website came up, it appears to be like good.
    I have bookmarked it in my google bookmarks.
    Hello there, simply became aware of your weblog thru Google, and found that it is really informative.
    I’m gonna be careful for brussels. I will appreciate when you continue this in future.
    Lots of other folks might be benefited from your writing.

    Cheers!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: