Tips Membeli Mobil

[Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Jurnal Nasional  | Selasa, 11 Oct 2011]

ASSALAMMUALAIKUM Pak Jaka. Salam sejahtera. Alhamdulillah saya mendapatkan rezeki yang bagus saat ini. Saya mendapatkan kenaikan jabatan di kantor, otomatis pendapatan saya meningkat. Bisnis istri saya juga sedang bagus.

Dalam waktu dekat saya ingin membeli mobil agar kalau bepergian bersama istri dan ketiga anak saya menjadi lebih mudah. Atau kalau ingin pulang kampung, bisa menggunakan mobil.

1. Apakah sebaiknya saya membeli mobil baru atau bekas? Apa keuntungan dan kerugiannya?

2. Apakah saya harus membayar tunai atau kredit? Apa keuntungan dan kerugiannya?

3. Sejauh mana pentingnya asuransi mobil? Apa keuntungan dan kerugiannya?

Terima kasih atas perhatian bapak.

Fajar, Depok

Pak Fajar, terima kasih atas suratnya dan selamat atas prestasi Anda dan dan kesuksesan usaha istri Anda. Perbaikan ekonomi Anda sekalian dan keberadaan tiga anak merupakan alasan kuat untuk membeli mobil. Selain membutuhkan, Anda mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Pak Fajar, membeli mobil memerlukan dana besar, yang bagi kebanyakan orang, hanya ditandingi oleh pembelian rumah. Namun berbeda dengan rumah yang harganya naik, dalam kondisi normal harga mobil menurun di kemudian hari. Karena itu, sebelum membeli, Anda hendaknya membuat kalkulasi secara seksama agar pembelian tersebut tidak mengganggu kondisi keuangan Anda.

Nah, langkah pertama dalam membeli mobil hendaknya menetapkan anggaran, yang mencakup biaya pembelian dan biaya operasional, yang mencerminkan gaya hidup Anda ke depan. Biaya operasional mencakup BBM, oli, ban, pemeliharaan, reparasi, dan pajak kendaraan. Untuk menghitung biaya ini Anda perlu memperkirakan kebutuhan bermobil setiap bulan dan siapa yang ikut dalam 90 persen perjalanan Anda. Perkiraan ini akan mengarah ke tipe mobil yang Anda butuhkan.

Karena anggaran tidak tak terbatas, buat skala prioritas tentang fitur terpenting dari mobil idaman seperti keamanan, BBM, keandalan mesin, daya muat, dan aksesoris lain. Sebagai contoh, mobil dengan kapasitas mesin lebih kecil yang lebih murah dan konsumsi BBM juga lebih irit daripada mobil besar.

Apakah membeli baru atau seken? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada kondisi keuangan Anda. Kalau anggaran mencukupi dan Anda tidak begitu paham soal mobil dan pernik-perniknya, membeli mobil baru adalah pilihan bijak. Mobil baru jelas memiliki garansi keandalan, selain pilihan warna dan spesifikasi lebih beragam. Hanya saja Anda harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mobil baru, yang mengalami depresiasi cepat. Laju depresiasi mobil populer lebih lamban.

Setelah memilih tipe mobil, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang mobil dari berbagai sumber, termasuk dari teman dan kerabat yang memiliki mobil yang Anda idamkan. Pengetahuan tentang harga pasar akan memperkuat bargaining position Anda. Jangan membeli mobil pada harga banderol, yakni harga ritel yang ditetapkan produsen. Harga kuitansi, harga yang dealer bayarkan kepada produsen yang hendaknya menjadi patokan Anda dalam bernegosiasi. Harga yang Anda bayarkan hendaknya di antara harga stiker dan harga kuitansi.

Jika kebutuhan Anda akan mobil mendesak dan tidak bisa menunggu, Anda harus berkompromi dengan kondisi lapangan. Misalnya warna yang Anda inginkan tidak tersedia di showroom. Di sisi lain, dealer ingin Anda membeli dari persediaannya, yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda. Jika Anda tidak buru-buru, dealer bersedia mendatangkan tipe mobil yang Anda inginkan.

Ingat proses negosiasi harga banyak perangkap. Tenaga penjual umumnya menguasai teknik negosiasi. Kalau ke dealer dengan pengetahuan kosong, Anda akan ditawari serangkaian jenis mobil, atau fitur tambahan lain yang dapat membuat Anda bingung memilihnya. Dealer cerdik mencari untung tambahan dari Anda dengan menjual fitur tambahan seperti asuransi tambahan, perpanjangan jaminan, dan lain-lain.

Harga mobil seken rendah dan laju depresiasi lebih lamban. Namun mobil seken jelas tidak seandal mobil baru. Dalam jagat keuangan transaksi mobil seken sering menjadi ilustrasi untuk konsep asymetric information. Intinya, penjual jauh lebih mengenal kondisi mobil yang diminati pembeli. Konsep ini menyiratkan perlunya pembeli untuk seksama dalam melaksanakan transaksi. Sebab, menemukan bekas kerusakan tidak mudah. Kerusakan separah apapun dapat diperbaiki dan hanya mata terlatih yang bisa mengenalinya. Beberapa bagian mobil yang perlu dicek antara lain mesin, body/chasis, karat, kondisi peripheral seperti tangkai kemudi, alas tempat duduk, kondisi ban serep, suspensi, dan jaringan kabel. Kalau belum begitu paham soal mobil, ajak orang yang paham untuk mengecek.

Usahakan Anda mendapat kesempatan melakukan test drive sejauh mungkin dengan aneka variasi jalan. Sopir berpengalaman akan mampu mendeteksi gangguan. Demikian pula jarak pandang dan daya pancar lampu utama. Cobalah mengendarai mobil pada kecepatan 60 – 80 km/jam dan rasakan apakah pergantian gigi bisa lembut, kemudi selalu lurus, rem pakem, dan ketika menikung juga mulus. Dan jangan lupa mengecek keaslian dokumen-dokumen seperti BPKB, STNK, dan faktur pembelian.

Kalau tidak ingin repot mengecek kondisi mobil, sebaiknya Anda membeli mobil seken di dealer mobil seken, yang menjamin keabsahan dokumen dan kelayakan mobil. Namun untuk layanan ini, Anda harus mengeluarkan tambahan biaya. Kalau belum paham soal mesin mobil, beli mobil yang tidak terlalu tua.

Anda bisa membeli putus atau melalui leasing (sewa beli), yakni menyewa mobil untuk periode tertentu dengan opsi tambahan untuk membeli pada akhir masa kontrak sewa beli. Sebagai contoh, jika melakukan transaksi sewa beli mobil untuk tiga tahun, Anda membayar harga mobil untuk tiga tahun pemakaian. Di Indonesia transaksi sewa beli mobil belum populer dan umumnya hanya dilakukan oleh perusahaan.

Kalau membeli putus, Anda bisa membayar tunai atau menggunakan fasilitas kredit. Kalau Anda memiliki dana yang mencukupi, Anda sebaiknya membeli secara tunai untuk menghindari beban bunga, kecuali bisa memutar uang yang hasilnya lebih besar daripada bunga pinjaman. Untuk mobil baru, produsen mobil secara langsung maupun melalui perusahaan afiliasi biasanya memiliki skim untuk pembelian secara kredit. Kredit untuk mobil seken disediakan oleh bank atau lembaga pembiayaan. Pada umumnya meminjam ke bank lebih kompetitif dibandingkan dengan pinjaman lembaga pembiayaan. Perusahaan ini umumnya mengharuskan Anda menyediakan uang muka sekitar 50 persen dari harga mobil. Tenor kredit pendek, mulai satu hingga empat tahun.

Kalau Anda membeli mobil dengan kredit, penyedia kredit akan mewajibkan Anda membeli polis asuransi mobil. Tujuannya adalah agar kredit Anda tetap terbayar walau apapun menimpa mobil Anda. Dari sisi Anda, polis asuransi memberikan perlindungan terhadap kekayaan Anda bilamana mobil rusak atau hilang, sepanjang hal ini tertera dalam polis. Untuk mobil seken dan bebas kredit, mungkin sifatnya opsional. Jika Anda membeli mobil seken yang cukup tua dan nilainya tidak terlalu besar asuransi mobil tidak diperlukan. Harga mobil tidak sebanding dengan preminya. Jika menghendaki asuransi mobil, jangan membeli polis asuransi di dealer, tetapi di perusahaan asuransi langsung karena premi dan biaya asuransi melalui dealer lebih mahal.

Ketika membeli polis asuransi mobil, upayakan memperoleh diskon premi dengan menunjukkan fitur-fitur yang membuat Anda berkualifikasi untuk diskon premi, seperti sabuk mengaman otomatis, detektor asap di garasi mobil. Diskon premi juga tersedia bagi orang berstatus menikah, bukan perokok dan minum alkohol. Untuk memperoleh diskon premi, berbelanjalah ke beberapa perusahaan asuransi. Pertimbangkan membeli polis ke perusahaan tempat Anda mengasuransikan rumah. Beberapa perusahaan asuransi memberikan diskon premi yang bagi nasabah beberapa polis.

 

Happy motoring!

Jaka Cahyono

0 Responses to “Tips Membeli Mobil”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: