Mengelola Uang Pensiun

[Artikel ini pertama kali diterbitkan di Jurnal Nasional 18 Oktober 2011]

Salam sejahtera untuk Pak Jaka. Kedua orangtua saya baru saja pensiun. Papa saya yang bekerja di perusahaan swasta mendapatkan uang pesangon, sementara Mama saya yang pegawai negeri mendapatkan uang pensiun.

Orangtua saya ingin menyimpan uangnya tidak hanya di tabungan saja, tetapi juga di deposito. Suami saya mengusulkan agar uang tersebut diinvestasikan apakah di reksa dana, emas, atau saham. Saya tidak mengerti semua itu dan orangtua juga tidak mau beresiko.

Kalau uang orangtua saya didepositokan, haruskah dalam satu rekening. Kebetulan uang orangtua saya lebih dari 600 juta rupiah? Lebih baik menjadi satu rekening atau beberapa rekening? Lebih menguntungkan mana deposito rupiah (IDR) atau dollar AS (USD)?

 

Terima kasih dan Wasalam

Dewi (Buncit, Jakarta Selatan)

Ibu Dewi uang pensiun merupakan sebaginan dari simpanan pensiun. Di luar itu masih tentu ada kekayaan lain seperti rumah, perhiasan atau barangkali mobil. Langkah pertama mengelola dana pensiun adalah menghitung semua kekayaan dan kemudian untuk

apa saja kekayaan  tersebut: apakah hanya untuk biaya hidup semasa pensiun atau untuk memenuhi kewajiban lain juga seperti membiayai kuliah atau menikahkan anak?

Dengan asumsi IDR600 juta tersebut untuk biaya hidup semasa pensiun selain uang pensiun mama Anda, maka buatlah program agar sedikitnya semua kebutuhan terpenuhi. Menurut Kementrian Kesejahteraan Rakyat, rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia saat ini adalah 72 tahun. Kalau orangtua Anda pensiun usia 55 tahun, maka masih ada 16 tahun.

Kalau uang tersebut disimpan di bawah kasur, maka tambahan biaya hidup orangtua Anda adalah IDR3.125.000 sebulan (IDR600 juta : 16) dan hasilnya dibagi 12 bulan. Karena faktor inflasi, kualitas hidup orang tua pasti menurun. Beras seharga IDR8.000 saat ini akan meningkat pada 16 tahun lagi tergantung laju inflasi. Laju inflasi di Indonesia adalah 6,96% pada 2010, 2,97% pada 2009 dan 11,06% pada 2008.

Untuk melindungi daya beli, maka uang tersebut harus diputar. Bagaimana kalau uang tersebut ditabung di bank? Saat menulis artikel ini, sebuah bank pemerintah memberikan bunga 1,5%- 3,5% setahun menurut saldo simpanan. Semakin besar saldo semakin besar bunga.

Bank tersebut memberikan bunga deposito antara 5,25% dan 6,5%, tergantung nilai deposito dan tenornya apakah 1, 3, 6, atau 12 bulan. Untuk deposito berjangka 3 bulan senilai IDR500 juta – IDR1 miliar, bank tersebut memberikam bunga 5,5%. Deposito dapat diambil pada saat jatuh tempo dan penarikan dini akan dikenai denda.

Menurut peraturan, penghasilan bunga dikenai pajak final 20%. Artinya, bunga deposito bersih menjadi 4,4% (5,5% – 1,1%). Di luar itu, bank akan mengenakan biaya administrasi.  Dari sini sebaiknya dana pensiun tersebut disimpan di satu rekening saja untuk menghemat biaya.

Simpanan di bank sebesar IDR600 juta dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) yang saat ini menetapkan nilai maksimum simpanan yang dijamin sebesar IDR2 miliar. Pada 2007, ketika nilai maksimum penjaminan adalah IDR100 juta per rekening, maka demi garansi LPS dana bisa disebar ke beberapa rekening dengan masing-masing tidak melebihi IDR100 juta. Namun, biaya rekening berlibat sebanyak jumlah rekening.

Orangtua Anda bisa memecah simpanan dalam IDR dan USD untuk lindungi nilai. Kalau kurs IDR menurun, maka nilai simpanan di USD meningkat dan sebaliknya. Namun ada jebakan. Untuk menyimpan di USD, nasabah harus membeli dolar pada kurs jual (jual, dari kacamata bank) dan ketika membutuhkan dana dalam IDR nasabah menjual USD pada kurs beli. Selisih kurs jual dan beli menjadi kerugian nasabah. Sekarang ini, ketika USD melemah sejalan dengan lemahnya ekonomi US lain, banyak nasabah meninggalkan USD dan menggunakan valuta asing lain USD. Ketika US masih digdaya, simpanan USD menjanji pilihan utama di seluruh dunia.

Selain beban pajak dan biaya administrasi, penghasilan bunga juga digerogoti oleh laju inflasi seperti yang saya singgung di atas. Laju inflasi per September 2010-September 2001 (year-on-year) adalah 4,61%. Dengan bunga bersih 4,4% maka bunga riel (setelah dikurangi inflasi) menjadi negatif. Ini berarti kalau menyimpan di deposito, apalagi tabungan, akan rugi. Daya beli uang berkurang.

Dalam kaitan inilah gagasan suami Anda untuk menginvestasikan dana sangat rasional. Berinvestasi member peluang memperoleh hasil di atas bunga deposito sehingga bunga riel sama dengan laju inflasi. Program investasi yang dirancang dan dikelola secara seksama dapat menghasilkan return di atas laju inflasi sehingga ada sisa untuk meningkatkan kualitas hidup, warisan anak cucu, atau sedekah.

Memang berinvestasi melibatkan risiko. Besaran potensi risiko sejalan dengan potensi hasil. Dalam spektrum investasi portofolio, urutan sarana investasi dari yang paling rendah risikonya adalah instrumen pasar uang, pasar utang dan saham. Instrumen pasar uang antara lain tabungan, deposito, sertfifikat deposito, Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Dua yang disebut terakhir ini seaman deposito tetapi memberikan hasil lebih besar. Masalahnya adalah bahwa sertifikat deposito dan SPN tersedia dalam denominasi miliaran rupiah.

Solusinya adalah melalui reksa dana. Melalui reksa dana, uang orangtua Anda dihimpun dengan ratusan atau bahkan ribuan pemodal lain, sehingga dana kolektif menjadi ratusan miliar atau triliuan. Kalau dana kolektif ini disimpan di deposito maka reksa dana akan memperoleh bunga premium. Reksa dana ini bisa berinvestasi di sertifikat deposito dan SPN yang tidak terjangkau oleh orangtua Anda.

Reksa dana yang hanya berinvestasi di instrumen pasar uang disebut reksa dana Pasar Uang (RDPU). Sama seperti reksa dana lain, RDPU menerbitkan unit penyertaan (UP) yang mewakili instrumen investasi yang dipegang RDPU tersebut. Penerbitan UP ini memungkinkan pemodal ritel bisa berinvestasi (yakni secara tidak langsung) ke sertifikat deposito, SPN dan instrumen pasar uang lain. Dengan IDR1 juta pemodal bisa membeli UP reksa dana. Ini berarti bahwa RDPU memungkinkan pemodal mengambil manfaat keamanan yang berkaitan dengan investasi di pasar uang dengan nilai investasi rendah.

Ada perbedaan antara UP RDPU dengan simpanan di bank. Simpanan di bank dijamin LPS (sepanjang nilainya tidak lebih dari IDR2 miliar) sedangkan UP RDPU tidak dijamin. Jika bank memungut biaya rekening, penerbit UP memungut biaya manajemen.

Bagaimana selanjutnya? Menurut hemat saya orangtua Anda memerlukan program investasi. Seperti pernah saya tulis di rubrik ini, langkah pertama program investasi adalah melakukan alokasi aktiva. Sebagai contoh:  simpan IDR25 juta di tabungan dan tempatkan IDR100 juta di deposito bisa yang bertenor 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bisa dikatakan, simpanan ini ditargetkan untuk diambil dalam tahun ini atau tahun depan.

Dana yang dicadangkan untuk 3 tahun sampai 16 tahun ke depan lebih baik diinvestasikan ke sarana investasi jangka menengah dan panjang seperti obligasi dan saham baik secara langsung atau tidak langsung melalui reksa dana. Demi keamanan investasikan sebagian besar sisa dana di reksa dana obligasi (yakni reksa dana yang berinvestasi hanya di obligasi) dan sebagian kecil di reksa dana saham (RDS).

Kunci dari alokasi aktiva adalah diversifikasi untuk menurunkan risiko. Misalnya enam bulan dari sekarang (ketika tabungan habis) bunga turun tajam, yang normalnya mendongkrak harga saham. Pada waktu itu, ada alasan untuk menarik dana dari rekening RDS untuk digeser ke tabungan. Kalau waktu itu suku bunga tinggi, dana di rekening deposito atau RDPU yang diambil.

Ibu dewi, kalau ingin berinvestasi guna memaksimalkan hasil, maka sebaiknya pahami dulu sarana investasi tersebut. Di luar pengetahuan, faktor psikologis juga berpengaruh: beranikah mengubah pola pikir dari penabung, menjadi deposan dan kemudian pemodal.

Happy investing!

Jaka Cahyono

 

.

0 Responses to “Mengelola Uang Pensiun”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: