Kiat Memilih Perencana Keuangan

[Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 1 Nov 2011]

Kepada Yth Bapak Jaka

Terinspirasi oleh jawaban bapak dalam rubrik ini baru-baru ini saya ingin memaksimalkan simpanan kami di bank. Karena tidak memiliki waktu memadai untuk mengelola simpanan tersebut, saya dan istri sepakat untuk meminta bantuan dari perencana keuangan untuk memaksimalkan simpanan tersebut. Sebelumnya saya ingin memastikan manfaat dan kerugiannya dan ke mana harus mencari mereka.

Saat ini saya dan istri bekerja sehingga tidak mempunyai cukup waktu untuk mengeloa sendiri aktiva kami. Saat ini kami memiliki dua putri yang belajar di sekolah dasar dan sekolah menengah dan ingin agar anak saya dapat sekolah sedikitnya sampai sarjana. Di sisi lain, saya juga ingin membangun dana pensiun.

Saya berharap bapak bersedia menjawab pertanyaan saya. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas jawaban bapak.

Salam

Wandi, Bogor

Pak Wandi, untuk menjawab pertanyaan Anda, saya ingin memberi ilustrasi seorang teman yang menjadi wiraswasta dan hobi otak-atik mobil. Ia mampu membetulkan mobilnya jika ada persoalan ringan. Namun, kadang ia membawa mobilnya sendiri ke bengkel kalau ada masalah serius, tidak memiliki sarana untuk memperbaiki, atau ketika sedang sibuk mengurus usahanya.

Persoalan keuangan sampai tahap tertentu seperti persoalan mobil. Di kedua bidang ini Anda bisa mengatasinya sendiri atau harus menyerahkan kepada pihak lain yang berkompeten.

Untuk persoalan keuangan sederhana dan Anda memiliki sarana dan waktu untuk mengatasinya, Anda menangani sendiri. Namun, kalau Anda lebih produktif memanfaatkan waktu untuk hal lain, mempekerjakan perencana keuangan sangat masuk akal. Perencana keuangan mungkin juga Anda perlukan untuk membantu Anda menangani persoalan keuangan rumit. Misalnya Anda ingin memaksimalkan aset agar bisa menghimpun dana pensiun memadai, dan biaya pendidikan anak di perguruan tinggi dan memenuhi tujuan keuangan jangka pendek lain. Kalau ingin mencari return bagus dari pasar modal, yang tidak Anda pahami mekanismenya, hendaknya jangan coba-coba masuk ke pasar sendiri. Alih-alih mendapat return bagus, Anda bisa kehilangan uang yang Anda cari dengan susah payah. Perencana keuangan mungkin juga Anda perlukan kalau melakukan transaksi keuangan besar, seperti membeli rumah atau investasi yang melibatkan dana besar.

Pak Wandi, untuk mencari bantuan Anda sedikitnya perlu memerhatikan hal-hal berikut. Pertama adalah ke perencana keuangan yang mana? Di Indonesia ada beberapa profesional keuangan kepada siapa tempat Anda bisa berpaling kalau menghadapi masalah keuangan keluarga. Misalnya penasihat keuangan. Profesi ini diakui keberadaannya oleh Bapepam LK. Penasihat yang sudah mengikuti ujian kecakapan profesi dapat memperoleh lisensi dari (dan kemudian mencatatkan namanya di) Bapepam-LK.

Anda bisa mendapatkan layanan keuangan dari wealth manager, yang tergabung dalam asosiasi yang bernama Certified Wealth Managers Association (CWMA). Untuk menjadi wealth manager, orang harus mengikuti pendidikan dan ujian. Ada empat level wealth manager, yakni affiliate,associate, qualified, dan certified wealth manager. Gelar ini sudah mendapat serifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional.

Profesional keuangan lain menamakan dirinya financial planner. Mereka ini tergabung dalam asosiasi seperti Financial Planning Association Indonesia (FPAI). Sementara ada juga yang menamakan diri konsultan keuangan, yakni mereka yang tergabung dalam International Association of Registered Financial Consultant. Di luar itu ada perencana keuangan yang tidak memiliki sertifikasi dan tidak menjadi anggota asosiasi mana pun. Hal ini mungkin terjadi karena belum ada lembaga yang mengatur profesi ini.

Dalan menjalankan bisnisnya, beberapa perencana keuangan menawarkan berbagai layanan untuk menangani berbagai masalah keuangan. Oleh CWMA, di mana saya tercatat sebagai anggota, layanan perencanaan keuangan dibagi tiga: akumulasi kekayaan, menjaga kekayaan dan mendistribusikan kekayaan.

Dalam praktik, beberapa profesional fokus pada layanan tertentu, misalnya dalam bidang investasi saja atau perencanaan dana pensiun. Dari sisi lain, beberapa profesional bisa memberikan layanan konsultasi saja, atau layanan lengkap yakni konsultasi, perencanaan sekaligus eksekusinya. Anda juga bisa memercayakan dana kepada perencana keuangan agar mereka kelola.

Atas layanan tersebut di atas para perencana keuangan akan memungut biaya sesuai dengan jenis layanan yang mereka berikan. Perencana keuangan yang memberikan layanan konsultasi saja akan memungut biaya konsultasi, yang umumnya dengan tarif per jam layanan. Profesional keuangan yang menawarkan layanan lengkap akan menerima komisi, yang dia terima setiap kali nasabah mengikuti saran mereka untuk membeli atau menjual produk keuangan. Ada juga perencana keuangan yang memungut biaya manajemen dari nasabah yang memercayakan dananya. Besaran biaya manajemen antara 1-2 persen dari dana yang dipercayakan kepada profesional.

Pak Wandi, kalau menggunakan jasa perencana keuangan, ada baiknya Anda melakukan pekerjaan rumah Anda dengan mempelajari apa itu rencana keuangan dan manfaatnya. Pemahaman tersebut akan membantu Anda memilih perencana keuangan yang tepat dan mendapatkan layanan yang benar-benar Anda butuhkan. Kemudian, dari paparan di atas maka berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil sebelum memilih perencana keuangan:

1. Kenali dengan teliti tujuan dan sasaran hidup Anda ketika mencari seorang perencana yang cocok. Dengan mengenali tujuan tersebut, Anda akan mengetahui layanan apa yang Anda butuhkan: Apakah hanya untuk konsultasi saja, atau mengajak para profesional bekerja sama mengembangkan sebuah rencana keuangan, atau layanan penuh, atau harus memercayakan aktiva Anda kepada mereka.

2. Pilih profesional yang memiliki sertifikasi dan menjadi anggota asosiasi perencana keuangan karena sertifikasi merupakan indikasi kualitas mereka, meskipun tidak ada jaminan untuk ini. Profesional yang bersertifikasi umumnya menjadi anggota asosiasi yang menerbitkan kode etik dan mewajibkan anggotanya untuk terus menyegarkan pengetahuan anggotanya tentang bidang yang mereka pilih.

3. Tidak adanya jaminan kualitas dari perencana keuangan bersertifikasi adalah karena perencana keuangan yang lulus ujian dan memegang sertifikasi mungkin lemah dalam keterampilan dan kredibilitas.

Lemahnya kredibilitas terjadi misalnya, mereka lebih condong mengejar komisi daripada melanani kepentingan nasabah sebagaimana seharusnya.

Faktor lain yang menjadi penentu kualitas perencana keuangan adalah keterampilan komunikasi. Faktor ini penting kalau Anda ingin membuat hubungan jangka panjang, yang tercipta, misalnya Anda ingin memercayakan uang Anda untuk mereka kelola. Hubungan ini biasanya akan berlangsung lama dan terjadi saat kondisi baik mauun buruk.

4. Kalau langkah di atas masih menyisihkan beberapa kandidat, cari bukti dari kualitas layanan mereka dengan bertanya kepada nasabah mereka yang ada maupun mantan nasabah. Kalau perlu tanyalah kepada nasabah yang memiliki kebutuhan layanan serupa dengan Anda. Ini untuk menguji keahlian profesional tersebut di bidang yang Anda butuhkan.

close

0 Responses to “Kiat Memilih Perencana Keuangan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: