Kredit Logam Mulia

[Artikel ini pertama dipublikasikan di Harian Umum Jurnal Nasional | Selasa, 6 Dec 2011]

SAYA baru saja melihat situs sebuah bank syariah milik pemerintah dan mendapatkan info perihal Kredit Logam Mulia. Ada pembelian emas dengan mencicil dengan jangka waktu tertentu dan jumlah emas yang didapatkan memang beragam. Saya memang ingin berinvestasi emas nonperhiasan.

Saya tahu kalau harga emas memang menurun, namun saya ingin berinvestasi jangka panjang, dan bukan jangka pendek.

1. Apakah bijak kalau saya mencicil emas saat ini ketika harga turun?

2. Kalau saya ingin menyimpan emas dalam jangka waktu 15 tahun untuk investasi guna menghimpun dana sekolah anak-anak atau dana pensiun atau biaya naik haji, apakah tepat?

Terima kasih atas jawaban bapak.

Rahmat, Margonda, Depok

Saudara Rahmat, terima kasih atas suratnya.

Selain dari Anda, saya menerima banyak pertanyaan tentang prospek emas sebagai sarana investasi beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah seorang dosen yang duduk di sebelah saya dalam sebuah penerbangan dari Jakarta ke Yogya. Di rumah, istri saya meminta pendapat tentang peluang investasi di emas potongan; dengan Rp4 juta dan biaya beberapa ribu rupiah orang bisa membeli potongan emas. Jelas ini menunjukkan besarnya minat ke emas.

Di sisi lain, saya sudah menjawab beberapa pertanyaan lain soal emas dalam rubrik ini. Kali ini saya memandang perlu kembali menanggapi pertanyaan Anda karena persoalan keuangan sifatnya episodik. Pertanyaan yang sama pada waktu berbeda dapat memberikan jawaban berbeda. Keragaman kondisi keuangan konsumen dan nilai yang mereka pegang membuat jawaban yang cocok untuk satu konsumen tidak selalu tepat bagi konsumen lain.

Saudara Rahmat, besarnya minat akan emas juga terlihat di belahan dunia lain. Utamanya, China dan India di mana taraf hidup penduduk melonjak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di kedua negara itu. Tujuan mereka membeli emas bukan mengejar return on capital, tetapi return of capital. Maksudnya, emas tidak menjanjikan return tinggi, tetapi menjaga nilai uang. Ini karena harga emas meningkat sejalan dengan laju inflasi. Dan ini berlaku umum di seluruh dunia.

Dengan fungsi ini, emas menemukan momentumnya ketika pasar finansial tertekan selama krisis keuangan global 2008/2009 dan ancaman krisis keuangan yang lain akibat krisis utang yang terjadi di AS dan Eropa sekarang. Ketika pertumbuhan ekonomi menjadi persoalan, emas tampil sebagai jawaban.

Lonjakan permintaan akan emas muncul dari negara atau lembaga negara menyusul adanya wacana global untuk kembali ke standar emas. Standar emas adalah sistem moneter di mana semua bentuk alat tukar bebas bisa dikonversi menjadi emas dengan bobot yang sudah ditetapkan di depan.

Standar emas dipakai dalam sistem moneter internasional selama periode 1820-1940-an dengan patokan kurs GBP4,247 per troy ounce emas. Emas yang dimiliki negara lain bisa ditukar dengan pundsterling Inggris. Emas juga diposisikan sebagai cadangan devisa suatu negara. Menyusul kesepakatan Bretton Woods pada 1944, dolar AS (US$) menjadi patokan nilai pengganti emas. Harga emas waktu itu ditetapkan sebesar US$35 per troy ounce. Sehingga setiap US$35 yang dicetak The Fed saat itu, harus didukung dengan satu troy ounce emas. AS meninggalkan sistem ini pada 1971 dengan secara resmi menolak mengaitkan pencetakan dolar dengan cadangan emas. Mulai saat itu, terjadi peralihan cadangan devisa dari emas menjadi US$ dan US$ menjadi mata uang utama dunia dengan sistem mengambang bebas (free floating) yang berlaku sampai sekarang.

Akibat langkah AS itu, saat ini hampir semua negara menggunakan sistem uang fiat, yang secara literer berarti “uang yang secara intrinsik tidak berguna; uang hanya digunakan sebagai medium pertukaran.”

Manfaat menggunakan sistem uang fiat adalah memberikan seigniorage, manfaat menciptakan uang. Sebagai contoh, pemerintah dapat mencetak uang kertas senilai Rp100 ribu, dengan biaya hanya kertas dan tinta. Penerima manfaat seigniorage ini adalah pemimpin pemerintah yang ingin menaikkan daya beli selama masa darurat untuk menjaga keberlangsungan negara. Sistem ini membuat kurs menjadi tidak stabil dan menjadi akar krisis keuangan selama ini. Itu sebabnya, ada wacana kembali ke standar emas.

Jika kembali ke standar emas, negara yang menggunakan fiat money akan mengumpulkan emas untuk mendukung mata uangnya. Kondisi ini mulai terlihat sejak 11 tahun yang lalu, ketika banyak negara, terutama China dan Rusia menambah secara agresif cadangan emasnya. Sejak itulah harga emas menunjukkan tren meningkat setiap tahun selama 11 tahun berturut-turut hingga mencapai rekor beberapa bulan lalu.

Setelah negara, pemodal lembaga, termasuk hedge fund yang sering dijuluki the villain of the universe, masuk ke pasar emas terutama untuk diversifikasi investasi. Tentu saja, banyak di antara mereka yang membeli emas untuk spekulasi. Mereka inilah yang memengaruhi perubahan harga emas dalam jangka pendek. Mereka sering membeli karena mereka sering membeli emas menurut sentimen dan kondiasi pasar temporer.

Mengingat lonjakan permintaan di atas, kenaikan harga emas selama 11 tahun terakhir tampaknya bukan gelembung yang siap pecah. Emas akan terus menjadi asuransi yang stabil karena hampir semua negara masih mencetak uang dan memasukkannya ke dalam sistem perekonomian. Banyak pelaku pasar memperkirakan harga emas akan terus naik sampai ke US$3.000 bahkan US$5.000 per ounce. Dalam tren kenaikan ini, harga akan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.

Dari sini, maka dapat dikatakan bahwa emas akan menjadi sarana investasi yang bagus untuk jangka panjang. Tujuannya bisa untuk apa saja, mulai menghimpun keranjang (nest egg) untuk biaya haji, pendidikan anak, atau dana pensiun. Kalau tidak ada lonjakan harga, emas sedikitnya akan memegang peran tradisionalnya sebagau lindung nilai terhadap inflasi. Seperti saya tulis dalam edisi lalu, simpanan di bank saat ini tidak mampu memberikan manfaat ini.

Tren kenaikan harga dalam jangka panjang sebenarnya merupakan kondisi paling ideal untuk membeli emas secara bertahap. Di ranah keuangan strategi membeli secara bertahap disebutmoney cost averaging yakni membeli pada berbagai waktu dengan tujuan untuk memperoleh harga rata-rata yang rendah. Kalau tren harga menurun, jelas strategi ini akan merugikan. Strategimoney cost averaging ini, yang merupakan perwujudan dari diversifikasi waktu pembelian, memberi peluang pemodal kecil untuk mengakumulasi emas.

Bagi kita penduduk Indonesia, emas ada manfaat lain, yakni sebagai pengalih risiko penurunan nilai kurs rupiah. Banyak pemilik dana mendiversifikasikan uangnya dalam bentuk simpanan berdenominasi mata uang asing khususnya, dolar AS. Namun ketika dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang kuat lain seperti yen, euro, dan yuan, maka jelas kurang efektif lagi untuk melindungi risiko kurs rupiah dengan membeli US$. Sebetulnya, penurunan kurs dolar AS selama ini adalah salah satu penyebab meningkatnya harga emas.

Sebagai ilustrasi, beberapa tahun terakhir China sudah mengonversi simpanannya dalam bentuk US$ dan efek berdenominasi US$ menjadi emas. Langkah China ini memberi pukulan ganda pada AS, mendorong penurunan kurs dolar dan menghancurkan reputasi dolar AS sebagai cadangancurrency dunia. Simpanan emas China masih kecil dibandingkan dengan negara maju lain.Banyak pakar memperkirakan negara lain akan mengikuti langkah China, yakni menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk emas. Bagi China, cadangan emas besar membantu programnya untuk menjadikan yuan sebagai salah satu mata uang dunia.

Selamat berinvestasi!

Jaka Cahyono

4 Responses to “Kredit Logam Mulia”


  1. 1 Aris Munandar December 8, 2011 at 9:53 am

    Mantap Boss! Sebuah pencerahan! Mantap!!

  2. 2 elfrid January 6, 2012 at 4:44 am

    Terimakasih Mas JEK, informasi menarik. Paling tidak bisa menjadi alternatif dalam berinvestasi masa depan yang lebih baik.
    Kebetulan saya lagi dilema antar memilih berinvestasi di property atau emas? Untuk pilihan ini tentu saya juga butuh masukan dari Mas JEK, terutama dalan perbandingan investasi antara keduanya. Kira-kira menurut Mas JEK, bisa pilih yang mana ya untuk onvestasi masa depan?

    Teriam kasih sebelumnya.

    Salam Sukses,

    Elfrid

  3. 3 Знакомства Электросталь August 6, 2013 at 1:31 am

    I’m no longer positive where you are getting your information, however good topic. I needs to spend a while studying much more or working out more. Thanks for fantastic info I used to be looking for this info for my mission.

  4. 4 http://mutawaxewuxy.comoj.com/ August 13, 2013 at 4:38 am

    When someone writes an post he/she retains the idea of a user
    in his/her brain that how a user can understand it.
    So that’s why this article is perfect. Thanks!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: