Tujuh Kiat Menjadi Kaya Gaya Babilonia

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional | Selasa, 10 Jan 2012

TULISAN Mas JEC tentang Kredit Logam Mulia terasa menarik sekali bagi saya. Paling tidak, bisa menjadi alternatif dalam berinvestasi masa depan yang lebih baik. Kebetulan saya lagi dilema antara memilih berinvestasi di properti atau emas? Untuk pilihan ini tentu saya juga butuh masukan dari Mas JEC, terutama dalan perbandingan investasi antara keduanya. Kira-kira menurut Mas JEC, bisa pilih yang mana ya untuk investasi untuk masa depan?

Terima kasih sebelumnya.

Elfrid

XXXX_73@yahoo.com

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebenarnya saya sudah beberapa kali menulis tentang investasi di properti dan emas. Maka agar tidak mengulang, silakan cari tulisan itu di http://www.jurnas.com atau di blog saya http://www.jecahyono.wordpress.com. Menegaskan apa yang pernah saya tulis, berinvestasi bukan hanya persoalan membeli instrumen investasi dan membuat alokasi, tetapi proses yang komprehensif yang memerlukan persiapan dan perencanaan.

Saudara Elfrid, sebenarnya pertanyaan Anda adalah persoalan kebanyakan orang Indonesia pada umumnya, yang belum mengenal instrumen investasi canggih di surat berharga. Dari kondisi di atas dan adanya potensi krisis keuangan global mulai tahun ini (lihat Prospek Pemodal 2012 di edisi Selasa 27 Desember 2011) maka saya akan mengutipkan untuk Anda beberapa hal dari The Richest Man in Babylon (TRMIB).

Buku ini merupakan kumpulan pamflet tentang keuangan pribadi yang ditulis George Samuel Clason pada 1926. Pada 1927, beberapa dari pamflet ini dihimpun menjadi buku setebal 145 halaman. Pada waktu itu di Amerika Serikat mengalami dekade yang disebut “roaring twenties” yang mengarah ke booming pasar saham besar di Amerika. Buku ini tampaknya merupakan kritikan kepada kondisi saat itu, ketika demam “ingin cepat kaya” melalui bursa saham melanda Amerika. Crash 1929 dan Depresi Akbar pada awal 1930-an membuat buku ini layak untuk menjadi rujukan.

Buku ini terasa luar biasa. Saya memerlukan waktu relatif lama ketika membaca buku ini karena banyaknya catatan pinggir yang harus saya buat dan bahasa Inggris kuno yang digunakannya. Kalau Anda suka membaca, saya rekomendasikan buku ini. Saya yakin buku ini akan membantu Anda sukses dengan keuangan jika Anda bersedia disiplin, bersabar dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan finansial. Kalau Anda ingin mencari cara cepat kaya dengan sedikit usaha atau keluar dari pekerjaan Anda sekarang, buku ini bukan untuk Anda.

Sebenarnya, saya menyesal setelah membaca buku ini. Mengapa saya tidak membacanya sejak awal atau ketika saya masih muda sehingga saya mempunyai waktu lama untuk menghimpun kekayaan dengan mempraktikkan isi buku ini. Menurut buku ini, untuk menghimpun kekayaan orang hanya perlu pengetahuan dasar tentang keuangan, kebiasaan baik dan kesabaran. Saya membaca buku ini, yang berisi konsep dasar menghimpun kekayaan, setelah saya belajar banyak tentang konsep-konsep keuangan canggih.

TRMIB disampaikan dalam format dongeng Aesop seperti halnya cerita 1001 malam. TRMIB menggunakan setting Babylon kuno, beberapa abad sebelum dongeng 1001 berkembang. Pada zaman Babylon inilah tradisi tulis-menulis mulai dikenal. Motif utama tulisan waktu itu adalah untuk mencatat transaksi bisnis. Tulisan waktu itu dibuat di lempengan tanah liat (tablet) dengan stylus. Bandingkan dengan tablet PC dan stylus yang banyak digunakan dalam handset ponsel.

Tokoh sentral dalam buku ini adalah Arkad, juru tulis (di tablet) yang kemudian menjadi orang paling kaya di Babylon karena dia mempraktikkan prinsip keuangan sehat dalam memperoleh uang, menjaga uang dan memutar uang mereka untuk memberikan lebih banyak uang. Dalam TRMIB uang disebut dengan emas, alat tukar paling bernilai pada waktu itu selain perak.

Setiap cerita dalam buku ini memiliki satu atau dua nasihat praktis di bidang keuangan. Nasihat-nasihat ini, menurut saya, menjadi ajaran dasar untuk mencapai kemajuan finansial bukan hanya di zaman Babylonia atau pada 1920-an, tetapi sekarang ini. Kelebihan gagasan dalam buku ini adalah kesederhanaan. Di luar hambatan bahasa, maka buku ini sangat mudah dipahami bahkan oleh para pelajar sekalipun.

Jantung dari isi TRMIB memiliki tujuh prinsip dasar untuk menggemukkan kantong uang yang lagi kempis. Prinsip ini disampaikan melalui cerita tentang bagaimana Arkad jauh lebih kaya daripada teman-temannya yang sederajat dan teman seperguruan. Berikut adalah ketujuh prinsip tersebut.

Pertama, mulai gemukkan kantong uangmu. Berapa pun Anda memperoleh penghasilan selama satu periode, ambil sepersepuluhnya dan simpan untuk diri sendiri dan masa depan keluarga. Gunakan sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan penting lain. Jika dapat menyimpan lagi dari sembilan bagian penghasilan tanpa menurunkan kualitas hidup, itu lebih baik karena simpanan akan semakin cepat berkembang. Aturan ini sangat sangat mendasar, namun berapa banyak orang yang mengikuti saran ini?

Kedua, kontrol pengeluaranmu. Jangan sembrono ketika membeli sesuatu bahkan jika Anda punya cukup uang untuk membelinya. Sebaliknya, pastikan bahwa Anda dapat terus menyimpan sepersepuluh dari apa yang Anda hasilkan. Nah, apa yang terjadi dewasa ini? Berapa banyak orang membeli barang yang akan dibayar dengan penghasilan di masa depan? Saya kira jumlahnya akan sangat besar.

Ketiga, putar uang simpanan Anda agar menghasilkan uang. Nasihat ini cukup jelas: tabungan Anda seharusnya tidak hanya disimpan di bawah kasur. Selanjutnya, jangan gunakan uang hasil investasi, tetapi investasikan lagi sehingga uang hasik investasi akan menghasilkan uang juga.

Keempat, jaga investasi agar tidak hilang. Dalam TRMIB dikisahkan bagaimana simpanan Arkad pernah hilang ketika ia menitipkan uangnya kepada temannya yang bekerja sebagai tukang batu yang akan mencoba peruntungan dengan berdagang batu mulia. Artinya, kalau memercayakan uang, maka carilah yang berpengalaman di bidangnya dan dapat dipercaya. Kalau Anda berinvestasi di saham atau instrumen portofolio lain, waspadai rekomendasi pialang sebab mereka mengutamakan komisi mereka daripada melayani kepentingan Anda.

Kelima, buat rumah Anda sebagai investasi yang menguntungkan. Inti dari nasihat ini adalah sedapat mungkin orang memiliki rumah sendiri. Selain meningkat nilainya rumah akan memberi kenyamanan kepada seluruh anggota keluarga. Selain itu, rumah bisa menjadi basis usaha. Ketika membuat atau membeli rumah, Anda hendaknya tetap hidup dalam sarana Anda.

Keenam, buat jaminan penghasilan di masa depan. Poin dalam nasihat ini adalah bahwa orang hendaknya tetap hidup nyaman setelah tidak lagi bekerja. Caranya adalah dengan menghimpun simpanan atau aktiva yang dapat memberikan hasil yang dibutuhkan untuk membiayai diri sendiri semasa pensiun dan keluarga Anda sepeninggal Anda.Dalam hal ini rumah atau real estate lain merupakan pilihan yang bagus.

Ketujuh, tingkatkan kemampuan Anda untuk memperoleh penghasilan. Dikisahkan dalam poin ini bahwa sebagai juru tulis Arkad selalu belajar untuk menjadi juru tulis terbaik. Dia terus berupaya meningkatkan minat pada pekerjaan, lebih konsentrasi ketika mengerjakan tugas dan lebih gigih dalam berusaha. Dengan demikian maka nilai layanannya menjadi lebih mahal. Dikisahkan pula bahwa karena kualitas tersebut dan kejujurannya Arkad diminta untuk mengelola properti orang lain, pekerjaan yang semakin menggemukkan kantung uangnya. Intinya, bekerja di bidang apa pun, Anda perlu meningkatkan diri agar dapat memberikan kualitas layanan yang lebih baik. Selain itu orang harus mempelajari keterampilan atau pengetahuan yang mendukung pekerjaannya.

Nah Saudara Elfrid, saya kira ketujuh prinsip di atas dapat Anda gunakan sebagai resolusi untuk menghadapi potensi krisis keuangan yang sedang menghadang. Selamat Berinvestasi.

Jaka Eko Cahyono

0 Responses to “Tujuh Kiat Menjadi Kaya Gaya Babilonia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: