Berbisnis Setelah Pensiun

Artikel ini pertamakali diterbitkan di Harian Jurnal Nasional | Selasa, 17 Jan 2012

PAK Jaka Yang saya hormati, baru saja saya memasuki masa pensiun dan istri saya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil dalam beberapa tahun lagi akan menyusul pensiun. Untuk mengisi waku luang dan agar tetap produktif, saya telah merintis usaha di bidang peternakan. Untuk menjalankan usaha ini saya telah bekerja sama dengan seorang teman yang memiliki lahan yang luasannya memadai. Mula-mula saya beternak lele dan kambing tetapi gagal. Hasil penjualan lele tidak bisa menutup biaya produksi dan kebanyakan kambing kami mati. Saat ini kami sedang alih usaha dengan menyiapkan lahan yang ada dan siap untuk penggemukan sapi. Saya sudah memperoleh komitmen dari orang lain yang akan menambah modal dalam bentuk sapi.

Oh ya, selama ini saya belum memiliki latar belakang dan pengalaman sebagai pebisnis. Selama mengabdi negara sebagai PNS waktu luang saya gunakan untuk meningkatkan karier dengan belajar ke jenjang lebih tinggi. Ketika masuk saya menggunakan ijasah SLTA dan kini saya pensiun dengan gelar Magister Manajemen. Bagaimana menurut pertimbangan bapak? Terima kasih atas komentar bapak.

Rohman, Cilegon

Bapak Rohman, terima kasih atas pertanyaannya. Saya angkat topi pada bapak yang berniat untuk terus menyumbangkan tenaga demi kebutuhan bangsa dengan terus produktif. Bukankah dengan memulai usaha bapak akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong roda ekonomi nasional berjalan lebih cepat? Tekad bapak untuk berbisnis di bidang peternak semakin kelihatan maknanya ketika pemerintah kurang berhasil dalam menciptakan lapangan kerja.

Secara sekilas, rencana bapak untuk membuka peternakan sangat masuk akal. Jelas kita semua tahu bahwa kebutuhan kita akab daging sapi tidak sepenuhnya dapat dipenuhi secara nasional sehingga kita harus mengimpor, baik daging sapi maupun sapi.

Selanjutnya saya memahami sekali bahwa setelah melompati hambatan terbesar dalam memulai bisnis – yakni memperoleh modal untuk mengawali rencana bisnis – Bapak ingin segera merealisasi gagasan. Namun, sebelum mulai mengeluarkan modal uang, saya akan bijaksana kalau bapak melakukan riset secara mendalam dan meluas tentang model bisnis peternakan sapi.

Secara sederhana, model bisnis adalah cara sebuah usaha menghasilkan uang. Model bisnis menggambarkan apa saja sumber pendapatan perusahaan, seberapa banyak dari setiap sumber dan seberapa sering.

Dengan demikian, rencana bisnis Bapak tidak bisa sekadar menyatakan beternak sapi. Tetapi rencana tersebut harus mencantumkan setiap aktivitas usaha yang bisa menghasilkan uang. Industri besar sekalipun memperoleh pendapatan dari berbagai sumber. Ambil contoh PT Astra International. Selain menjual mobil dan motor, Astra juga menjual komponen kendaraan selain usaha di bidang lain tentu saja dan bengkel. Dan tentu saja bapak harus memperkirakan berapa modal yang dibutuhkan untuk awal dan untuk operasional usaha sampai menghasilkan dan kapan modal tersebut dibutuhkan.

Mengenai model bisnis dari beternak sapi, saya ingin memberikan contoh. Sorang kerabat yang menurut pandangan saya sukses beternak sapi pernah mengatakan kepada saya bahwa selain menjual sapi, dia juga menjual pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. Bahkan kotoran sapi tersebut ia olah untuk menghasilkan biogas yang berguna untuk penerangan di lokasi peternakan dan sekitarnya. Dari penjualan sapi, pupuk dan listrik inilah ia bisa memperoleh keuntungan tambahan. Namun untuk bisa memperoleh untung dari usaha sapi, memerlukan jumlah sapi minimum tertentu.

Seorang kerabat yang lain mengatakan bahwa beternak sapi dalam jumlah kecil (sekitar empat ekor) ibarat menabung. Pasalnya, keuntungan dari beternak sapi (harga jual dikurangi harga beli) hanya sedikit di atas biaya yang dikeluarkan untuk membeli pakan. Itu belum menghitung ongkos kerja. Untungnya kerabat saya yang satu ini beternak sapi sebagai usaha sampingan selain bertani. Di sawah miliknya, ia menanam rumput untuk memenuhi sebagian kebutuhan akan pakan sapi. Ia juga menggunakan kotoran sapi untuk memupuki tanaman di sawahnya.

Sebuah model bisnis tidak menceritakan semua hal tentang prospek usaha, tetapi pewirausaha yang memahami model bisnis dari usaha yang akan ditekuninya akan mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Memang, sebuah usaha bisa gagal. Bahkan mayoritas usaha bisnis gagal di tengah jalan.

Ada dua sebab utama mengapa sebuah usaha gagal di tengah jalan, sementara usaha lain yang sejenis bisa sukses. Sebab pertama adalah jika model bisnis tidak bisa jalan sebagaimana mestinya, dan kedua, model bisnis bisa berjalan namun angka-angkanya tidak masuk. Kegagalan bapak dalam beternak lele, saya kira, mewakili penyebab kedua. Sedangkan kegagalan bapak dapat beternak kambing mewakili penyebab pertama.

Untuk mengatasi penyebab kegagalan pertama, maka bapak harus mengevaluasi mengapa tidak bisa menjalankan model bisnis yang ada sebagaimana mestinya. Dalam kasus bapak, mengapa banyak kambing yang mati sehingga bapak tidak bisa memperoleh pendapatan dari usaha tersebut. Mengikuti anjuran lama, teruslah belajar tentang bidang yang bapak tekuni. Mungkin ada satu atau dua hal yang belum bapak ketahui soal beternak kambing. Berbicaralah dengan sebanyak mungkin peternak. Tidak seperti di industri lain, saya kira tidak akan ada keberatan dari sesama peternak untuk berbagi kisah sukses.

Untuk mengatasi penyebab kedua maka bapak saya kira harus memberikan perhatian lebih besar pada data financial dan informasi bisnis. Pastikan bahwa bapak benar-benar mengetahui biaya awal yang diperlukan untuk mencari skala ekonomi dan biaya yang diperlukan (khususnya yang berkaitan dengan harga pakan ikan) dan jumlah uang yang bapak dapat harapkan, terkait dalam hal ini adalah harga jual.

Berkaitan soal angka, saya pernah membaca sebuah hasil riset yang menyimpulkan bahwa bahwa kemampuan menghitung orang yang senior jauh berkurang di bandingkan ketika ia masih lebih muda. Dalam kaitan ini, tidak ada salahnya kalau bapak meminta pandangan dari penasihat keuangan professional atau orang yang bapak anggap mengetahui soal keuangan. Bagaimanapun juga, ketika menjalankan bisnis sendiri, bapak mungkin cukup sibuk sehingga tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk memikirkan cara memaksimisiasi peluang investasi dan memaksimalkan situasi finansial. Di sinilah penasihat keuangan professional berperan, yakni mengambil beban pikiran bapak.

Penasihat keuangan profesional umumnya memiliki pengetahuan tentang kerumitan manajemen bisnis dan pemasaran. Penasihat keuangan pada umumnya telah melalui serangkaian pelatihan, mulai dari ilmu ekonomi, bisnis, dan investasi. Mereka bisa bekerja di lembaga keuangan atau yang membuka kantor sendiri. Ia bisa memberi bapak nasihat bagus dan berguna tentang cara menghemat biaya dan memaksimalkan pendapatan dan keuntungan. Paling tidak ia bisa memberikan pandangan kritis atau opini kedua atas rencana bisnis bapak.

Sebagai tambahan, perlu saya kemukakan bahwa saat membangun bisnis, tidak dapat dielakkan lagi, bapak akan melewati sebuah masa, ketika Bapak melihat banyak kerja keras dan hasil yang belum pasti. Ada saatnya bapak mungkin mulai kehabisan energi, kehilangan minat dan fokus. Poin saya di sini adalah bahwa membangun bisnis sendiri memerlukan kerja keras untuk berhasil. Bisa jadi bapak harus mengalami periode “learning curve” (belajar dari kesalahan) sebelum sampai ke pemahaman yang baik dalam bidang bisnis yang bapak tekuni.

Salah satu pilihan lain bagi bapak, seperti yang pernah saya tulis di rubrik ini sebelumnya, adalah dengan menjadi angle investor. Kalau bapak berminat di bidang peternakan, bapak dapat mencari peternak yang ada yang memiliki potensi berkembang namun terkendala karena kelemahan modal atau terbatasnya jaringan pemasaran. Nah di sinilah bapak dapat mengisi kekosongan itu, tetapi dengan beban pikiran dan kerja yang lebih ringan. Persoalannya di sini adalah memberikan kepercayaan kepada orang lain.

Sekian jawaban saya dan selamat berinvestasi.

Wassalam.

Jaka Cahyono

0 Responses to “Berbisnis Setelah Pensiun”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: