Pinjam Meminjam Uang Antarteman

Artikel ini pertaa kali dipublikasikan di Harian Selasa, 31 Jan 2012

SETELAH membaca artikel bapak saya mengalami nasib serupa. Beberapa bulan lalu ada teman yang datang ke rumah untuk meminjam uang. Nilainya tidak terlalu banyak tetapi terasa sigifikan bagi saya. Teman saya tersebut, yang saya kenal sebagai anak orang kaya, berjanji akan segera mengembalikan pinjamannya. Namun sampai 9 bulan, dia belum menepati janjinya dan tampaknya ia selalu menghindari saya. Saat ini saya membutuhkan uang itu tetapi sungkan menagihnya. Menurut bapak apakah saya harus menagihnya atau menganggapnya sebagai uang hilang? Saya mendengar bahwa ia juga memiliki banyak utang ke banyak orang.

Ny. Sulastri, Jogjakarta

Nyonya Sulastri terima kasih atas pertanyaannya. Jika memiliki uang dan teman, cepat atau lambat akan ada teman atau kerabat ingin meminjam dari kita. Haruskah kita memenuhi keinginan mereka? “Tidak,” tulis William Shakespeare. Dalam naskah sandiwaranya, Hamlet, dia menulis kalimat ini: “Jangan meminjam atau meminjami; Pinjaman sering menghilangkan uang dan dan teman.” Memang, banyak transaksi pinjam-meminjam antarteman yang merusak pertemanan. Tulisan saya edisi lalu mengunjukkan kesulitan orang yang meminjami temannya secara tidak langsung, yakni dengan merelakan sertifikat tanah untuk kolateral pinjaman bagi temannya. Pengalaman Anda juga membuktikan kebenaran nasihat sang pujangga besar tersebut. Ada dua alasan utma mengapa teman menjauh dari Anda. Pertama, peminjam merasa tidak enak hati. Banyak orang merasa Anda mengamati setiap langkah mereka dan mereka akan mulai menghindarimu. Mungkin ia sengaja menghindar karena takut ditagih. Apapun alasannya, pertemanan mungkin tidak pernah kembali ke level sebelum ada transaksi pinjam-meminjami. Selain itu, Anda mungkin tidak memperoleh uang kembali. Sebenarnya, pinjaman juga menjadi alat ukur menilai pertemanan. Saya pernah berada dalam dua sisi persamaan: meminjam dan memberi pinjaman. Pernah karena sangat terpepet, antara lain untuk membayar tagihan pinjaman kartu kredit, saya mencoba meminjam Rp3 juta dan berjanji akan mengembalikan beberapa minggu ke depan ketika tagihan saya cair. Dia tidak memberikan. Teman saya itu mengklaim memiliki kekayaan miliaran rupiah. Ia sering meminta pandangan saya soal investasi. Ketika saya datang ke teman lain, yang tidak semakmur teman pertama, ia langsung memberikan dan bahkan bertanya apakah jumlah itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak saya. Saya, dan banyak orang kadang merasa tidak tega melihat teman berjuang mengatasi masalah keuangan. Kenyataannya, banyak orang cukup murah hati dengan memberikan pinjaman ke teman. Demi uang dan teman Anda, pertimbangkan hal-hal berikut ketika Anda akan memutuskan memberikan pinjaman atau tdak. Pertama, tingkat keakraban. Sebelum memberikan pinjaman Anda hendaknya sudah akrab sehingga mampu menilai karakternya dengan tepat apakah dia dapat dipercaya dan jujur atau tidak. Jika teman Anda yang tidak begitu erat ingin meminjam, beri saja uang dalam jumlah yang tidak menganggu keuangan Anda. Jika berkarakter bagus, dia akan mengembalikan jika dan ketika dia mampu, bahkan meski dia tidak harus. Kedua, alasan teman ingin meminjam. Jika teman Anda berkarakter bagus dan jujur, Anda mungkin aman untuk memberikan pinjaman terlepas untuk apa uang itu akan digunakan. Namun untuk teman yang belum begitu Anda kenal karakternya, alasa meminjam hendaknya menjadi pertimbangan kunci. Jika ia meminjam untuk modal usaha, perlakukan pinjaman sebagai sebuah transaksi bisnis. Banyak orang tidak ingin meminjam uang jika tidak dalam situasi daruat dan tidak ada jalan lain. Untuk teman seperti ini pertimbangkan untuk memberikan pinjaman dalam jumlah yang tidak menganggu konsisi keuangan Anda. Orang seperti ini biasanya berisiko besar dan tidak memiliki kualifikasi untuk mencari pinjaman tradisional. Ketiga, buat perjanjian tertulis. Jika teman Anda meminjam untuk tujuan bisnis, misalnya modal usaha, pertimbangkan pinjaman sebagai transaksi bisnis. Untuk ini ada baiknya Anda membuat perjanjian tertulis yang ditandatangani 3 pihak, Anda, si peminjam dan saksi. Isi perjanjian mencakup jumlah pinjaman, kapan dan bagaimana ia akan melunasi. Kontrak tertulis akan membuatnya merasa anda serius soal melunasi pinjaman dan klausula tentang keterlambatan membayar. Jangan memberi pinjaman lebih banyak dari kebutuhannya atau lebih banyak daripada kemampuan membayar. Keempat, berbunga atau tanpa bunga? Jika jumlah kecil dan tidak lama, misalnya hari gajian, atau ketika mereka memperoleh pendapatan lain dalam waktu yang terjadwal, Anda mungkin tidak perlu memungut bunga. Jika pinjaman besar dan tenor pinjaman agak lama, Anda mungkin ingin memungut bunga. Anda masih dapat membantu teman dengan memberikan pinjaman berbunga lebih rendah daripada pinjaman ke kreditur tradisial, tetapi lebih tinggi dari bunga simpanan di bank. Untuk pinjaman jangka panjang, buat jadwal pembayaran cicilan – semampu teman Anda. Jika teman tidak dapat membayar pinjaman karena alasan apapun, Anda bisa mengubahnya dari pinjaman jangka pendek menjadi jangka panjang. Anda dapat merumuskan cicilan mingguan atau bulanan, atau Anda cara lain. Jika Anda tidak membutuhkan uang itu segera, Anda dapat menggunakan sstem barter. Misalnya, meminta temanmu mengecat rumah atau melakukan pekerjaan lain dan kalau pekerjaan selesai, utang dianggap lunas. Sebenarnya pinjaman antarteman bisa dibuat saling menguntungkan. Dengan meminjam ke teman, Anda melompati kreditur formal seperti bank. Itu sebabnya di AS ada lembaga yang memfasilitasi transaksi pinjam meminjam antarindividu. Lembaga ini akan merancang dokumen transaksi dan kalau perlu menyusun jadwal cicilan seperti yang dilakukan bank atau kreditur tradisional lain. Dokumen transaksi akan membantu mengatasi peseslisihan yang mungkin muncul. Bagaimana jika teman meminjam untuk memehuhi kebutuhan dasar, misalnya karena baru saja sakit berat, menganggut atau mengalami bencana lain? Jika Anda peduli teman tersebut ada hal-hal lain yang Anda dapat lakukan. Misalnya, mengundangnya makan malam beberapa kali seminggu untuk membantu menurunkan biaya hidupnya. Anda bisa memboncengnya ke tempat kerja untuk menekan biaya transpornya. Anda dapat menunjukkan bahwa Anda menghargai pertemanan dengan memberikan pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah. Sering orang yang kesulitan keuangan tidak banyak memiliki banyak pilihan. Jika harus meminjam dengan bunga komersial, mungkin mereka akan terperangkap oleh pinjaman. Untuk teman yang memang suka meminjam seperti teman Anda, maka memberi pinjaman kepadanya tidak selalu memberi manfaat seperti harapan Anda. Mungkin nasihat atau petunjuk tentang pengelolaan dana tidak kalah berguna. Menghadapi tukang pinjam, perkenalkan dengan konsep itu dengan meminjami buku yang Anda baca, atau menyarankan situs jejaring yang Anda biasa kunjungi. Apakah Anda melakukan write off atas pinjaman tersebut dengan dan menganggapnya sebagai uang hilang dan juga melakukan write off pertemanan? Sebelum melangkah lakukan upaya berikut: Tagihlah secara langsung. Katakan padanya dengan sopan bahwa dia mungkin telah melupakan uang yang Anda pinjamankan dan Anda kini menginginkan uang tersebut. Jika dia tidak dapat membayar langsung, anjurkan dia membayar cicilan bulanan dan sepakati tanggal utang akan dilunasi. Cara lain menagih piutang adalah dengan mengatakan Anda sedang memiliki masalah temporer dan memerlukan uang dua kali lipat dari piutang Anda. Minta dia meminjami setengahnya dan membayar seluruh utangnya. Beri janji bahwa Anda akan segera melunasi utang tersebut. Jika ia tidak bisa menyerahkan sebanyak itu, minta dia membayar utangnya saja dan mengatakan akan meminjam sisanya dari orang lain. Jika dia menyerahkan sebanyak yang Anda minta, ucapkan terima kasih dan kembalikan setengahnya dengan mengatakan bahwa Anda sudah memperoleh dari saudara yang mendesak anda meminjam uang darinya. Dengan melunasi utangnya, dia tetap menjadi teman, namun pikirkan ulang sebelum Anda meminjaminya uang lagi. Jika dia mengabaikan permintaanmu, dia parasit tak jujur dan bukan teman baik. Jika kondisi keuangan teman Anda tidak segera membaik Anda bisa tetap bersabar. Teman sejati akan berusaha keras mengembalikan uang Anda. Jika Anda ingin mengabaikan piutang itu, katakan pada mereka. Mungkin ini akan memberikan ketengangan kepada mereka. Wassalam Jaka Cahyono

0 Responses to “Pinjam Meminjam Uang Antarteman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: