Berinvestasi pada Diri Sendiri

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional  | Selasa, 7 Feb 2012

Mas Jaka, saya (41) seorang manajer sumber daya manusia di sebuah badan usaha milik negara. Saya berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan mengambil program S-3 dengan tujuan bisa mendapatkan posisi lebih baik atau memperoleh pekerjaan lain. Saat ini saya berusaha mencari beasiswa dan kalau tidak ada saya bertekad akan mencari pinjaman untuk biaya kuliah. Bagaimana menurut pandangan Mas Jaka?

M Arsyad

Purwakarta, Jawa Barat

Secara pribadi saya merasa salut kepada Anda, dan orang lain, yang memiliki tekad besar untuk terus belajar dan meningkatkan pendidikan. Abaikan rasa suka saya, tetapi melanjutkan sekolah berarti anda berinvestasi pada diri sendiri dan barangkali investasi terbaik yang dapat Anda lakukan.

Dengan kembali ke bangku kuliah bagi orang yang sudah bekerja seperti Anda berarti Anda meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan karier dan dengan demikian menambah penghasilan. Matematikanya sederhana. Kebanyakan pemberi kerja pada umumnya memberikan penghargaan kepada gelar dengan memberikan kompensasi lebih besar. Semakin tinggi gelar semakin besar kompensasi. Seperti yang Anda tahu, lembaga pemerintah, dan beberapa lembaga lain, memberikan posisi tertentu hanya kepada mereka dengan gelar tertentu.

Selain menjanjikan manfaat finansial tambahan, gelar juga memberikan manfaat lain yang tidak kasat mata juga. Sejumlah studi menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan cenderung semakin sadar akan kesehatan. Sebagian karena penghasilan yang bagus, mereka bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk berolahraga. Penghasilan yang bagus juga memungkinkan mereka untuk menggunakan fasilitas olehraga, yang memang tidak murah. Dorongan untuk meningkatkan penghasilan sering mendorong orang untuk menggunakan lebih banyak waktu untuk mencari tambahan penghasilan sehingga terus bekerja. Penelitian juga menunjukkan bahwa keinginan untuk hidup sehat mendorong orang untuk mengarah ke gaya hidup sehat, termasuk mengembangkan pola makan yang sehat.

Gelar lebih panjang juga memberikan peluang lebih besar untuk promosi jabatan dan mobilitas ke atas sosial, bukan hanya bagi penerima gelar tetapi bagi anggota keluarga. Bahkan peningkatan gelar juga meningkatkan level keamanan kerja karena pemegang gelar cenderung memiliki ketrampilan yang beragam. Artinya, jika industri atau tempat kerja mereka sekarang mengalami guncangan, mereka bisa menggunakan ketrampilan di bidang atau lembaga lain.

Karena manfaat di atas maka tidak heran kalau jutaan orang di seluruh dunia berusaha untuk memperpanjang embel-embel di depan atau belakang namanya. Dari sudut pandang lain, pengetahuan akan pentingnya gelar terlihat di bidang lain, yakni bidang perencanaan keuangan keluarga. Kebanyakan orang yang memiliki program perencanaan keuangan keluarga menempatkan pembiayaan pendidikan tinggi anak dalam prioritas tinggi selain menghimpun dana pensiun. Hal ini terlihat di di Amerika Serikat, dan juga Indonesia. Ini karena gelar akan membuka pintu ke pendapatan sepanjang hidup yang tidak akan dicapai tanpa gelar.

Kita bisa melihat tingginya penghargaan pada, atau sedikitnya keyakinan akan, manfaat gelar pendidikan dari apa yang terjadi di AS. Pemerintah federal AS mendorong mahasiswa untuk berutang agar bisa kuliah. Pemerintah AS memandang utang untuk meraih gelar akademis sebagai good debt karena investasi untuk masa depan dan karena itu memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk meminjam. Agar kreditur bersedia memberikan pinjaman, pemerintah AS memberi mereka perlindungan hukum dari potensidefault. Di AS orang bisa mengajukan diri bangkrut ke pengadilan dan dengan sanksi tertentu utang pribadi bisa dihapus, kecuali utang mahasiswa (student loan). Tak ada cara melepas darinya. Jika sudah membuat keputusan untuk mengajukan bangkrut pengutang harus menemukan cara melunasi semua pokok dan bunga pinjaman mahasiswa.

Karena tidak khawatir akan potensi default, banyak universitas dan akademi menawarkan pinjaman kepada calon mahasiswa. Akibatnya, utang mahasiswa menjadi industri besar di AS dan begitu besarnya utang mahasiswa ini sehingga banyak di antaranya yang disekuritisasi.

Peringatan

Pendidikan lanjutan bagus bagi perkembangan intelektual dan personal, tetapi itu bukan jaminan peningkatan karir atau penghasilan. Pada akhirnya, penentu kesuksesan adalah kemampuan dan etika kerja seseorang dan bukan diplomanya.

Selain itu, seperti investasi lain hasil dari pendidikan lanjutan bisa beragam. Gelar tertentu lebih baik daripada gelar lain tergantung dari bidangnya. Dalam bahasa sehari-hari kita mengetahui ada jurusan kering dan jurusan basah. Nah, poinnya di sini adalah bahwa memilih bidang studi sama seperti memilih investasi yang pas dengan portofolio jangka panjang. Sebagai manager SDM, tentu jurusan Manajemen SDM akan tampak lebih berguna dalam menunjang karir Anda. Gelar itu akan mempertajam pengetahuan dan ketrampilan Anda sehingga akan lebih memungkinkan Anda mendapat promosi. Kalau ini terjadi maka biaya kuliah dapat ditutupi dari kenaikan gaji selama satu atau dua tahun dan selanjutnya Anda dapat menikmati “return” dari investasi Anda.

Namun, kepercayaan bahwa pendidikan tinggi adalah kunci menuju ke kemakmuran adalah cacat. Itu bisa benar dan salah. Kembali saya akan menggambarkan apa yang terjadi di AS baru-baru ini di mana pinjaman mahasiswa menjadi persoalan negeri Paman Sam ini. Ada pandangan bahwa pinjaman mahasiswa berpotensi menjadi sumber bencana keuangan di AS. Krisis utang telah AS telah membuat ekonomi menjadi lesu sehingga banyak pemegang gelar yang tidak bisa memperoleh pekerjaan. Akibatnya, banyak utang mahasiswa menjadi bermasalah.

Dalam skala mikro, pinjaman mahasiswa telah membuat banyak lulusan baru berada dalam jebakan utang selama bertahun-tahun dan membuat anak-anak dan keluarga miskin tetap miskin. Banyak sarjana di sana yang kemudian tidak bahagia karena mereka seringkali terpaksa segera bekerja di bidang yang bukan menjadi impiannya agar bisa membayar cicilan. Padahal untuk bisa bekerja di bidang yang mereka impikan seringkali harus melalui proses panjang, mulai dari magang yang bergaji rendah.

Poinnya di sini adalah bahwa seperti jenis transaksi finansial lain, Anda perlu mempertimbangkan secara seksama ketika berpikir tentang pinjaman untuk kuliah. Mencari pinjaman mahasiswa untuk memperoleh gelar hendaknya dipandang sebagai program investasi dengan mempertimbangkan potensi besaran return (baca kenaikan penghasilan) dan waktu pengembalian.

Saudara Arsyad, sebagai bahan pertimbangan sebelum melangkah, ada baiknya Anda mempertimbangkan upaya-upaya berikut dalam rangka meningkatkan karier dan penghasilan:

Berinvestasi di kesehatan. Berusahalah untuk meningkatkan kesehatan agar bisa bekerja lebih efektif. Kesehatan bagus dapat membuat emosi seseorang stabil, pikiran lebih tajam dan menurunkan tekanan pekerjaan. Untuk meningkatkan kesehatan Anda tentu tahu caranya: berolahraga secara teratur, memiliki pola makan sehat, meluangkan waktu yang cukup untuk istirahat dan bersantai.

Berinvestasi pada hubungan pribadi. Bangun hubungan baik dengan jaringan kerja(network) dan hubungan emosional dengan anggota keluarga dan teman, adalah berpotensi menjadi pendukung penting bagi karier Anda. Jalinan hubungan kunci yang kuat dapat membuat kondisi emosi tetap stabil dan bisa meningkatkan semangat kerja.

Berinvestasi pada keterampilan pendukung. Untuk mendukung pekerjaan Anda di bidang SDM, barangkali Anda memerlukan keterampilan lain, misalnya memperbaiki cara berkomunikasi baik lisan maupun tertulis, baik verbal maupun non verbal.

Salam investasi

Jaka Cahyono

 

0 Responses to “Berinvestasi pada Diri Sendiri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: