Kiat Berinvestasi di Reksa Dana

[Artikel ini Pertama kali dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 21 Feb 2012]

PAK Jaka saya seorang manajer pemasaran di sebuah perusahaan swasta dan ingin menginvestasikan sebagian ke reksa dana. Sebenarnya saya pernah ditawari produk ini ketika saya melakukan transaksi perbankan sekitar setahun lalu. Setelah itu saya sempat membaca beberapa artikel tentang reksa dana dan mendiskusikan masalah ini dengan teman-teman. Sekarang ini saya sedang mempertimbangkan untuk masuk ke reksa dana. Reksa dana mana yang sebaiknya saya pilih untuk ajang investasi. Mohon nasihat dan sarannya pak.

Torik, Bekasi

Saudara Torik, saya sering dimintai pandangan dan saran untuk memilih instrumen investasi. Dan seperti sudah beberapa kali saya tulis di rubrik ini bahwa umumnya mereka menganggap proses investasi hanya sekadar memilih instrumen investasi. Itu terlalu menyederhanakan. Proses investasi melibatkan serangkaian langkah yang harus diambil untuk meningkatkan peluang sukses, mulai dari mengenali kondisi keuangan (antara lain untuk menetapkan kadar risiko yang siap diambil) dan menetapkan tujuan, membuat alokasi aset dan baru kemudian memilih instrumen investasi. Pertanyaan Anda juga mengingatkan saya sebuah makalah yang berjudul Against Financial Literacy Education oleh Laurence Willis, seorang profesor law school di sebuah universitas di AS. Intinya dia mengatakan bahwa dalam hal investasi di pasar modal kebanyakan pemodal gagal umumnya memiliki pemahaman yang dangkal soal pasar modal. Sebelum nyemplung ke pasar modal, mereka hanya mendapat pendidikan singkat tentang investasi di pasar modal, khususnya mengenai mekanisme transaksi. Pemahaman yang sedikit membahayakan. Mereka cenderung lebih berani mengambil keputusan investasi. Mereka juga cenderung melakukan transaksi yang berlebihan. Ini yang membuat kinerja investasi mereka di pasar modal menjadi buruk. Poin saya di sini asalah bahwa Anda hendaknya tidak terdorong untuk membeli reksa dana hanya karena “pendidikan singkat” yang diberikan oleh pelaku pasar. Anda sebaiknya mengetahui dasar-dasar investasi dan membuat perencanaan investasi. Pengetahuan itu mudah diperoleh baik dalam bentuk buku, artikel di media massa, termasuk melalui internet. Kita kembali ke pertanyaan Anda tentang reksa dana. Sebenarnya reksa dana adalah sebuah kelompok besar instrumen investasi. Dari seluruh anggota kelompok reksa dana tersebut, pasti ada beberapa di antaranya yang dapat memenuhi kebutuhan investasi Anda. Bagaimana memilihnya? Aturan utamanya adalah berinvestasilah di reksa dana menurut tujuan investasi Anda. Dari sisi ini reksa dana dapat dipilah menjadi tiga: growth fund, income fund dan safety fund.Growth fund berarti reksa dana tersebut mempunyai kebijakan investasi untuk pertumbuhan nilai dan oleh karena itu umumnya berinvestasi di instrumen yang menawarkan potensi pertumbuhan paling besar, yakni saham. Income fund berarti reksa dana tersebut yang mengutamakan pendapatan yang konstan dengan potensi risiko menengah. Safety fund, di sisi lain, mengutamakan keamanan pokok investasi daripada tingginya hasil investasi. Kalau Anda ingin berinvestasi untuk jangka panjang dan atau mengharapkan hasil tinggi (dan tentu saja siap menanggung) risiko, Anda bisa memilih growth fund. Kalau Anda mengharapkan hasil selama cakrawala waktu investasi, maka income fund lebih cocok. Sedangkan kalau mengutamakan keamanan pokok investasi dan puas dengan hasil sedikit di atas bunga bank, maka safety fund adalah pilihannya. Masalahnya di sini adalah bahwa di Indonesia belum ada lembaga yang memilah reksa dana menurut tujuan investasi. Yang ada adalah pemilihan menurut kebijakan investasi, di mana reksa dana dibedakan menjadi empat kategori: reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana pasar uang. Reksa dana saham menginvestasikan asetnya paling sedikit 80 persen di saham. Tetapi dapat saya katakan di sini bahwa secara sederhana reksa dana saham dan reksa dana campuran masuk ke klasifikasi reksa dana pertumbuhan, dan reksa dana pendapatan tetap masuk ke income fund. Sedangkan reksa dana pasar uang masuk ke klasifikasi safety fund. Dengan tujuan tersebut maka akan menyortir sekitar 650 reksa dana yang ada sekarang dan akan menjadi sempit. Mungkin di satu klasifikasi saham maka masih ada beberapa atau bahkan puluhan kandidat. Lalu apa lagi yang harus diperhatikan? Ada beberapa: Pertama, bagaimana kinerjanya? Banyak orang menilai bahwa reksa dana dengan kinerja paling bagus adalah yang paling baik. Belum tentu. Apalagi kalau hasil tersebut dicapai hanya untuk satu atau dua tahun saja. Banyak bukti menunjukkan bahwa reksa dana dengan kinerja paling baik pada tahun tertentu, bisa memberikan kinerja paling buruk pada tahun lain. Hal ini karena reksa dana tersebut berinvestasi di instrumen yang menawarkan potensi hasil tinggi, dan dengan demikian mengandung unsur risiko juga tinggi. Poinnya di sini adalah mencari reksa dana yang memiliki kinerja stabil. Semakin panjang periode penilaian, akan semakin memperkokoh karakter reksa dana tersebut. Kedua, siapa yang mengelola? Umumnya kikerja sebuah reksa dana tergantung pada kemampuan orang yang mengelolanya, yakni fund manager yang melakukan investasi. Karena fund manager adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk kinerja fund, mengetahui siapa mereka dan bagaimana pengalamannya adalah penting untuk memilih reksa dana. Ketiga, keamanan. Sumber rasa aman ini bukan berupa jaminan dari agen penjual atau pengelola reksa dana, tetapi dari kecilnya peluang dilikuidasi atau penurunan nilai aktiva bersih karena faktor internal reksa dana tersebut. Pada umumnya reksa dana dengan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) besar dan menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan adalah reksa dana yang tahan terhadap risiko redemsi, yakni penarikan dana oleh pemodal secara massal. Keempat struktur biaya. Kelebihan reksa dana bukan makan siang gratis. Berinvestasi melibatkan serangkaian biaya seperti biaya masuk (subscription fee), biaya manajemen(management fee) dan biaya keluar (redemption fee). Semakin rendah biaya semakin bagus nilainya. Biaya ini dipertimbangkan karena pada akhirnya akan menentukan hasil riil yang akan diterima pemodal. Saudara Torik, empat poin di atas baru sebagian hal yang sebaiknya diketahui pemodal. Masih ada banyak hal lain yang memengaruhi kinerja reksa dana. Sejalan dengan itu, sebelum anda masuk, akan lebih baik jika anda meluangkan waktu lebih banyak untuk mendidik diri sendiri agar nantinya lebih sukses ketika berinvestasi. Salam Investasi Jaka E Cahyono

0 Responses to “Kiat Berinvestasi di Reksa Dana”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: