Menakar Kadar Neoliberalisme Di Tanah Air (2)

Sebagai sebuah paradigma, neoliberalisme muncul dan berkembang sejak awal 1980an. Mula-mula kata ini popular di Amerika Latin yang menderita dampak negatif dari kebijakan Amerika Serikat yang menggunakan paradigma ekonomi ini. Belakangan dampak negative ini terlihat jelas di AS dan di Tanah Air, yakni frasa yang pernah dipopulerkan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama: yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Apa sebenarnya neoliberalisme dan bagaimana mekanisme kerjanya? Neoliberalisme adalah frasa dari kata neo yang berarti baru dan liberalisme, aliran ekonomi liberal yang terkenal di Eropa setelah Adam Smith, ekonom Skotlandia, menerbitkan mahakarya pada 1776 berjudul The Wealth Of Nations dan tulisan David Hume dalam perdagangan. Kata liberal dalam hal ini berarti tanpa kendali. Intinya, Smith dan pemikir sealiran memandang bahwa cara terbaik untuk mengembangkan perekonomian melalui perdagangan bebas. Artinya, tanpa intervensi pemerintah, tanpa batasan pada manufacturing, tanpa hambatan pada perdagangan. Paham ini, disebut liberalism, adalah aplikasi dari paham individualisme dan mendorong perusahaan bebas dan persaingan bebas. Ini berarti kapitalis bebas memperoleh laba besar seperti yang mereka harapkan.  Gagasan Smith dan Hume, yang merupakan tanggapan dari paham merkantilisme yang dominan selama beberapa abad sebelumnya, telah menjadi panduan banyak negara hampir sepanjang abad ke-19.

Untuk memahami neoliberalisme dengan baik, maka perlu mempelajari sejarah ekonomi AS, negara di mana paham ini muncul, dan UK, dimana diterapkan secara luas.

Liberalisme, sebagai rezim mengelola ekonomi, merupakan semangat yang mendorong perkembangan AS sejak negara ini berdiri dan mengemuka di sana pada awal 1900an. Liberalisme ekonomi mendapat tantangan setelah AS dilanda Great Depression awal 1930an, yang mengarahkan AS menggunakan pemikiran ekonom John Maynard Keynes yang menantang liberalisme sebagai kebijakan terbaik bagi kapitalis. Sebagai tanggapan atas adanya depresi,  Keynes mengatakan bahwa full employment, yang diperlukan para kapitalis, agar ekonomi tumbuh. Untuk menciptakan full employment pemerintah dan bank sentral perlu melakukan intervensi dalam perekonomian.

Gagasan Keynes kemudian menjadi fondasi intelektual dan politis bagi kebijakan New Deal yang diluncurkan President Roosevelt untuk mengatasi depresi. New Deal terbukti meningkatkan ekonomi AS. Kebijakan New Deal juga diperkuat oleh diperkuat dengan fakta bahwa kebijakan ekonomi yang dipimpin negara telah sukses memajukan industri dan ekonomi Uni Soviet. (Bersambung)

0 Responses to “Menakar Kadar Neoliberalisme Di Tanah Air (2)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: