Menakar Kadar Neoliberalisme Di Tanah Air (3)


Paradigma ekonomi yang mendominasi dunia dari akhir PD II sampai 1970an dikenal sebagai embedded liberalism. Karakteristiknya adalah mengembangkan ekonomi tererencana, namun semangat liberalism masih juga kental. Di bawah paradigm baru ini perdagangan bebas diatur di bawah sistem kurs tetap dengan jangkar konversi US dollar menjadi emas pada harga tetap. Kurs sebenarnya tidak cocok dengan arus modal bebas. Embedded liberalism mengarah ke lonjakan kesuksesan pada 1950an dan 1960an. Banyak negara menggunakan pendekatan John Maynard Keynes dalam merumuskan kebijakan dalam melakukan stabilisasi dan menyelaraskan pasar bebas.

Di negara berkembang, terjadi proses dekolonisasi dan destruksi perekonomian global yang dominan selama masa pra-PD II, dan pandangan bahwa negara tidak dapat secara efektif melakukan industrialisasi dengan sistem pasar bebas (Prebisch-Singer hypothesis). Kesumuanya ini mendorong kebijakan ekonomi yang dipengaruhi oleh rumus komunis, sosialis dan substitusi impor.

Di Amerika Serikat, perkembangan ekonomi ditandai dengan keterlibatan pemerintah dengan berdirinya berbagai lembaga bentukan negara . Periode intervensionisme pemerintah pada 1950an dan 1960an ditandai dengan kemakmuran ekonomi luar biasa: ekonomi tumbuh tinggi, inflasi terkendali, dan distribusi ekonomi relatif merata. Periode ini dikenal sebagai The Glorious Thirty [Years]”) untuk banyak negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tingkat tinggi antara PD II dan awal 1970an.

Kemajuan ekonomi pada 1950an dan 1960an menghasilkan akumulasi modal di satu sisi, tetapi juga pengangguran dan inflasi di sisi lain. Akibatnya, embedded liberalisme yang menghasilkan laju pertumbuhan tinggi sedikitnya di negara kapitalis sejak 1945 tidak lagi berjalan. Kondisi ini kemudian mengarah ke perdebatan global antara mereka yang menganjurkan social democracy dan perencanaan terpusat di satu sisi dan mereka “yang menginginkkan meliberalkan korporasi dan bisnis dan membangunkan kembali kebebasan pasar di sisi lain.

Pada 1970an, kelompok kedua menjadi kuat dan mulai berpengaruh. Indikasinya adalah pembubaran system Bretton Woods yang disepakati pada 1945, yang dipandang banyak kalangan menjadi penyebab Stagflasi di AS dan negara maju waktu itu. Sampai tahap tertentu, keynesianisme mulai didiskreditkan.

Memasuki 1980, kelompok kedua muncul sebagai pemimpin. Kelompok kedua ini menganjurkan dan menciptakan paradigm ekonomi global yang kini dikenal sebagai neoliberalisme. (Bersambung. Selanjutnya>> Neoliberalisme: Liberalisme paska 1970an.)

0 Responses to “Menakar Kadar Neoliberalisme Di Tanah Air (3)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: