Membeli Rumah di Pasar Sekunder

[Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional | Selasa, 13 Mar 2012]

MAS Jaka yang saya hormati, sudah hampir setahun ini saya mencari-cari rumah di daerah Kebayoran, daerah di mana saya mengontrak rumah selama enam tahun terakhir. Karena untuk tempat tinggal saya ingin tinggali selamanya, maka saya berhati-hati dalam memilihnya. Bersama anak semata wayang, saya terus mencari baik secara online, rekomendasi teman atau hunting sendiri. Saya pernah bernegosiasi untuk sebuah rumah, dan sepakat soal harga (sekitar Rp2 miliar), namun rumah itu tidak memiliki IMB sehingga saya batal membelinya. Saya pernah dianjurkan untuk menggunakan jasa agen real estate. Pertanyaan saya, apa untung ruginya mempekerjakan agen? Terima kasih.

Ventura AI, Jakarta Selatan

Ibu Ventura, paparan Anda mengingatkan saya akan kebiasaan wanita: suka shopping. Jika membutuhkan sepasang sepatu, mereka akan pergi ke mal. Di toko sepatu pertama, mereka mungkin menemukan sepasang sepatu yang sesuai baik dari desain dan warna. Mereka mencobanya dan merasa nyaman. Harga juga pas. Apakah mereka membelinya?Kemungkinan besar tidak!Mereka akan pergi ke setiap toko lain di mal tersebut dan mencoba sepatu sampai kelelahan. Kemudian Anda kembali ke toko pertama dan membeli. Bahkan ada kalanya mereka mencari di mal lain.

Jangan berbelanja untuk rumah dengan cara ini, kecuali kalau Anda tidak buru-buru membeli rumah dan senang melakukannya. Mencari sendiri jelas sangat menyita waktu. Bila Anda menemukan rumah yang cocok, sebaiknya segera beli. Kalau rumah itu bagus, bisa jadi sudah dibeli orang lain dan tidak ada barang lain seperti itu.

Memang keberadaan Internet memberi kemungkinan untuk shopping rumah lebih murah dan meriah. Sebuah studi menunjukkan hampir 80 persen dari semua pencarian rumah hari ini mulai di internet. Dengan mengklik mouse, Anda dapat melihat ratusan listing dan melakukan tur secara virtual.

Namun, kalau ingin segera membeli, akan banyak gunanya jika Anda menggunakan jasa agen real estate. Jika Anda menggunakan agen, maka penjual atau yang mewakili akan melihat bahwa Anda adalah calon pembeli, yang pelaku industri properti sebut sebagai motivated buyer. Hal ini akan mempercepat proses negosiasi. Seorang pembeli termotivasi akan menemukan rumah dalam waktu beberapa minggu.

Selain lebih cepat, dengan bantuan agen, Anda berpeluang lebih besar memperoleh transaksi yang baik. Hal ini menjadi urgen jika Anda tidak tahu banyak tentang membeli dan menjual real estate. Agen akan melindungi Anda dari agen penjual atau penjual yang memasang harga terlalu tinggi atau menutupi cacat rumah. Agen juga pengetahuan mendalam tentang rumah dan lingkungan yang tidak Anda lihat di internet.

Agen memiliki jaringan dengan profesional lain, yang jasanya digunakan dalam industri real estate, seperti appraiser dan notaris.

Notaris misalnya dibutuhkan untuk memverifikasi perjanjian pembelian, yang sekarang ini melibatkan banyak dokumen.

Bahkan transaksi termulus yang tutup tanpa komplikasi dapat kembali menghantui. Banyak hal bisa muncul yang terlupakan dalam kegembiraan penutupan. Agen baik berdiri siap membantu. Sebagai contoh, otoritas pajak yang mengumpulkan ketetapan pajak properti. Dalam hal ini agen Anda bisa mengatasi masalah.

Dasar untuk sukses agen dan karier mereka di real estate adalah referral. Beberapa agen akan bertahan jika mata pencaharian mereka tergantung pada reputasi mereka. Ini berarti bahwa agen yang tetap dalam bisnis ini akan bertindak demi kepentingan klien. Dengan demikian, akan banyak manfaat jika Anda mempekerjakan agen profesional, bukannya agen part-timer atau yang Anda kenal. Kadang-kadang agen paruh waktu tidak memiliki cukup pengalaman untuk memprediksi masalah sebelum mereka muncul dan menyelesaikannya.

Kalau mempekerjakan agen, pahami bahwa agen bekerja pada komisi. Sangat sedikit agen real estate bekerja pada gaji. Jika agen tidak menutup transaksi, dia tidak dibayar. Pahami juga bahwa Anda mungkin bukan satu-satunya klien mereka. Maka hormati dan gunakan kesopanan umum kepada mereka, misalnya dengan menepati janji.

Sebelum menggunakan jasa agen, wawancarai mereka untuk menemukan pengalaman dan prestasi mereka serta kecocokan karakter. Poin terakhir ini penting karena Anda akan berhubungan secara intens untuk beberapa waktu. Sopan santunnya dalam industri ini adalah Anda tidak melangkahi agen. Misalnya ketika menghadiri Open House, jangan mengajukan pertanyaan kepada tuan rumah terbuka tentang penjual atau motivasi penjual. Biarkan agen Anda mengajukan pertanyaan untuk Anda.

Langkah lain yang perlu Anda ambil dalam hubungannya dengan agen adalah meminta dan menanda tangani Perjanjian Keagenan. Jangan menandatangani formulir yang Anda tidak mengerti. Minta agen Anda menjelaskan masalah tersebut. Ini adalah bagian dari pekerjaannya.

Setelah itu, ungkapkan harapan Anda tentang rumah yang Anda inginkan dan cara Anda selama proses. Misalnya, bagaimana jika Anda akan bersama-sama agen pergi meninjau sebuah rumah. Banyak agen menyediakan layanan tersebut agar waktu kunjungan menjadi efektif dan tidak saling menunggu.

Jika menggunakan jasa agen, sebaiknya Anda sudah menyiapkan dana yang dibutuhkan. Saat bernegosiasi dengan calon penjual, bawa buku cek Anda. Seorang agan pernah mengeluh kesal kepada saya ketika calon kliennya tidak bisa meminta waktu beberapa hari untuk mengumpulkan dananya, setelah negosiasi tercapai.

Ibu Ventura, karena berniat untuk menghuni selamanya, maka bijaksana kalau membeli rumah dan lebih menguntungkan daripada mengontrak. Hanya saja sangat dianjurkan untuk membeli sebatas kemampuan. Rumah yang terjangkau untuk sekelas Anda adalah sekitar 40 persen dari penghasilan. Untuk kelas lebih bawah, batas maksimum pinjaman ini adalah sekitar 1/3 dari penghasilan. Hal ini karena porsi untuk kebutuhan dasar lain, seperti pangan dan sandang, lebih kecil bagi.

Rasio cicilan terhadap penghasilan ini perlu diperhitungkan untuk menentukan apakah Anda memiliki kapasitas untuk membayar kembali pinjaman hipotek. Beban bunga pinjaman ini sering berubah tergantung pada kondisi pasar.

Karena sebagai pemilik nantinya Anda akan menanggung pengeluaran lain, maka Anda tidak harus menggunakan rasio maksimum, terutama jika Anda mempunyai kewajiban finansial lain seperti kartu kredit, kredit mobil. Selain itu semakin besar rumah biaya tambahan harus dialokasikan untuk pemeliharaan dan utilitas lebih besar. Kalau terlalu besar mungkin Anda harus mengorbankan gaya hidup anda seperti mengambil liburan akhir pekan setiap bulan, minum anggur high-end atau berolahraga dengan pelatih pribadi.

Satu langkah bijaksana lain dalam membeli rumah adalah tidak mendasarkan keputusan berdasar penghasilan masa depan. Kenaikan gaji tidak selalu terjadi dan karier bisa berubah. Kinerja bisnis Anda ke depan juga berfluktuasi. Jika Anda mendasarkan jumlah rumah yang Anda beli pada pendapatan masa depan, Anda mungkin harus mengetatkan pinggang atau memerlukan pinjaman lain yang akan semakin mengikat Anda ke depan.

Dalam membeli, bayar uang muka sedikitnya 20 persen dari harga rumah. Uang muka di bawah itu akan meningkatkan jumlah utang dan besaran bunga. Kalau perlu berpaling ke keluarga atau kerabat untuk meningkatkan uang muka. Dokumentasikan pinjaman untuk menjaga kalau Anda nanti didatangi petugas pajak atau petugas KPK.

Selamat berinvestasi

0 Responses to “Membeli Rumah di Pasar Sekunder”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: