Inflasi Gaya Hidup

[Artikel ini pertama kali diterbitkan di Harian Jurnal Nasional pada Selasa, 27 Mar 2012]
PAK Jaka, sebagai pegawai negeri sipil saya tentu saja senang akan adanya kenaikan gaji April mendatang. Masalahnya adalah bahwa kenaikan gaji tersebut akan bersamaan dengan kenaikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain harus mengeluarkan tambahan uang untuk biaya transportasi, pasti harga-harga barang akan naik juga. Bagaimana sebaiknya menyiasati kenaikan harga tersebut?

Budi, Surakarta

Pak Budi, Anda dan pegawai negeri lain sedikitnya beruntung ada kenaikan gaji ketika pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM. Hanya memang, manfaat dari gaji tambahan tersebut tidak akan sebesar nilai nominalnya karena dua hal.

Pertama, pengeluaran Anda untuk BBM atau biaya transportasi akan semakin besar sejalan dengan kenaikan BBM. Kedua, yang lebih parah, kenaikan harga BBM akan mendorong harga hampir semua barang dan jasa ke atas. Logikanya sangat sederhana: produsen menggunakan BBM dalam proses produksinya, apakah untuk menjalankan mesin atau untuk biaya transportasi. Karena mereka ingin tetap mempertahankan laba, maka mereka akan menaikkan harga produk, baik barang atau jasa.

Gejala kenaikan level harga secara umum, bukan kenaikan harga dari satu atau dua barang/jasa saja, ini disebut inflasi. Besaran kenaikan harga disebut laju inflasi, yang dinyatakan dalam persen dan diperoleh dengan membandingkan besaran perubahan level harga dengan harga patokan. Jelas inflasi ini akan menggerogoti daya beli dari uang Anda.

Fakta bahwa gaji pegawai negeri (yang jumlahnya sekitar 4,7 juta orang) juga akan mendorong laju inflasi lebih tinggi lagi. Dalam mekanisme pasar bebas, harga ditentukan oleh hukum permintaan dan pasokan. Nah ketika jumlah uang semakin banyak, sedangkan produksi barang dan jasa tetap sama, maka harga barang dan jasa akan cenderung meningkat. Kenaikan harga karena tekanan permintaan ini disebut demand pull inflation. Bahkan biasanya, sebelum gaji PNS benar-benar naik, maka harga sudah bergerak naik. Artinya, ekspektasi orang dapat juga mendorong laju inflasi.

Selain menghadapi tantangan inflasi, kenaikan gaji akan menghadapkan Anda pada satu masalah lain yang tidak kalah dahsyatnya, yaitu apa yang disebut inflasi gaya hidup (lifestyle inflation). Secara sederhana, konsep ini mengacu pada peningkatan gaya hidup karena adanya kenaikan pendapatan. Adalah sangat mudah untuk memahami gejala ini. Dengan uang tambahan, maka orang akan cenderung membuat pos pengeluaran baru, misalnya lebih sering makan di luar, berwisata, atau mengembangkan hobi. Teorinya, kenaikan gaji berarti akan lebih banyak uang yang siap dibelanjakan. Pada umumnya, kenaikan gaji ini akan mendorong permintaan akan barang dan jasa. Banyak barang dan jasa yang selama ini hanya di angan-angan menjadi terjangkau.

Salah satu faktor yang mendorong adanya inflasi gaya hidup adalah definisi baru tentang apa yang kita pandang sebagai “kebutuhan.” Banyak barang yang gampangnya 10 tahun lalu dianggap mewah kini seolah-olah telah berubah menjadi “kebutuhan normal,” meskipun barang-barang tersebut sebenarnya tidak diperlukan untuk bertahan hidup. Artinya, sebenarnya tanpa barang tersebut orang tetap bisa hidup. Barang barang tersebut antara lain gadget, kendaraan, komputer dengan akses Internet, rumah lebih besar dengan kamar untuk setiap anak, kotak permainan (game box) dan bahkan kegiatan ekstra kurikuler bagi anak-anak.

Memang banyak barang elektronik telah perlahan menjadi barang sehari-hari, dan banyak di antara kita tidak bisa membayangkan hidup tanpanya. Namun itu tidak membuatnya benar-benar sangat penting dan karena itu harus dimiliki. Akibatnya, banyak barang yang kita pandang essential untuk menjaga kualitas hidup yang “acceptable” sebenarnya merupakan produk dari inflasi gaya hidup. Satu indikasinya adalah ketika membeli barang melampaui kebutuhan.

Kita ambil komputer sebagai contoh. Setiap orang modern sekarang membutuhkan komputer dan akses Internet. Kalau tidak untuk bekerja secara online dari rumah, maka tanpa akses Internet keluarga kesulitan memenuhi kewajiban. Namun tidak ada kebutuhan untuk membeli komputer satu untuk setiap anggota keluarga, atau membayar layanan TV Kabel yang berisi paket yang lebih besar daripada kemampuan kita nikmati.

Contoh lain, sekarang ini setiap orang membutuhkan handphone. Namun banyak orang mengira bahwa smart phone – dengan program layanan bulanan mahal – adalah kebutuhan. Namun, sebenarnya smart phone adalah kemewahan. Banyak orang memandang ponsel standard sudah cukup. Begitu juga dengan jumlah handphone. Kini banyak keluarga memiliki jumlah handphone sebanyak jumlah anggota keluarga. Bahkan beberapa orang memiliki tiga handphone sekaligus.

Inflasi gaya hidup bisa muncul karena dorongan dari diri sendiri. Mekanismenya adalah sebagai berikut. Bagi banyak profesional atau pekerja mandiri, kenaikan penghasilan sering terjadi karena dorongan untuk memanjakan diri sendiri. Mereka memandang bahwa penghasilan tambahan tersebut mengalir ke kantong mereka setelah mereka bekerja keras selama beberapa waktu. Nah, saat ada tambahan penghasilan mereka memandang sudah menjadi haknya untuk menghadiahi diri sendiri atas prestasi tersebut dengan membeli barang yang diinginkan, bukan yang dibutuhkan.

Anda bisa merayakannya dengan pesta misalnya, tetapi hendaknya tidak menjadi kebiasaan. Harap diingat inflasi gaya hidup bisa terjadi secara perlahan-lahan, misalnya bulan ini berlangganan TV Kabel, minggu depan membeli beras yang lebih enak, meningkatkan frekuensi makan di luar. Kalau tidak disadari sejak awal, maka inflasi gaya hidup akan bernilai besar. Dan kalau sudah menjadi kebiasaan, akan sulit untuk dirampingkan kembali. Akibatnya, inflasi gaya hidup bisa menyebabkan bencana finansial bagi Anda dan keluarga.

Jika Anda peduli tentang inflasi gaya hidup, dan Anda ingin membatasi dampaknya, berikut 3 hal yang Anda dapat lakukan:

Pertama, mengingatkan diri sendiri bahwa Anda selama ini dapat hidup dengan penghasilan semula. Jika memanjakan diri sendiri kadang-kadang bukan hal buruk, tak ada alasan untuk terbiasa mengubah kemewahan menjadi “kebutuhan.” Ingatkan diri sendiri bahwa Anda memiliki cukup, dan bersyukur untuk itu.

Kedua, cobalah untuk tidak menambah tagihan bulanan. Setelah memiliki dua gadget, berpikirlah ulang kalau mau membeli hape ketiga. Tambahan hape akan berarti tambahan tagihan bulanan. Hanya sedikit alasan untuk menjebak diri sendiri dengan barang yang kurang diperlukan dan mahal hanya karena Anda dapat menjangkaunya.

Ketiga, berpikirlah jangka panjang. Bukannya membelanjakan uang sekarang untuk membeli barang yang kurang vital, gunakan tambahan penghasilan, sedikitnya sebagian besar di antaranya, untuk meningkatkan kekayaan, apakah dengan memperbesar dana darurat (emergency fund), mendongkrak nilai simpanan pensiun, atau membangun portofolio investasi yang berguna sebagai sumber pendapatan di masa mendatang. Menggunakan tambahan penghasilan untuk melunasi utang, termasuk pinjaman dengan agunan rumah, adalah langkah yang bijaksana.

Menghindari inflasi gaya hidup mungkin sulit dihindari. Anda mungkin menginginkan menambah sesuatu dalam gaya hidup Anda, misalnya a yang berkaitan dengan hobi. Namun hendaknya dorongan tersebut harus dikenali dan dibatasi agar Anda tidak terpeleset ke dalam kebiasan finansial yang pada akhirnya akan merugikan. Ingat menghindari inflasi gaya hidup yang berlebihan dari awal jauh lebih mudah daripada mencoba mengubah setelah menjadi kebiasaan.

Pak Budi, dengan berbagai kondisi di atas jelas ke depan kita akan menghadapi berbagai gelombang inflasi. Artinya, Kalau melihat kondisi di atas maka tampak jelas bahwa laju inflasi akan tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Kita semua tidak bisa menduga sampai berapa tinggi laju inflasi terjadi. Cara terbaik adalah membatasi dampak negatifnya dengan menikmati hidup tanpa tunduk pada gaya hidup konsumtif.

Selamat berinvestasi

Jaka Cahyono

0 Responses to “Inflasi Gaya Hidup”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: