Ingin Menjadi Penulis

[Artikel ini pertama dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 24 Apr 2012]

MAS Jaka, saya seorang wartawan dan ingin menjadi penulis novel atau tulisan nonfiksi yang bisa menunjukkan kemampuan dan idealisme saya. Pekerjaan sebagai wartawan sungguh menarik, tetapi pekerjaan tersebut belum menggunakan kemampuan terbaik saya. Bagaimana pandangan Mas Jaka dan menurut mas Jaka apa yang harus saya persiapan untuk bisa menjadi penulis freelance?

Doni, Jakarta Selatan


Di dunia tulis menulis dewasa ini bisa saya katakana bahwa isi (content) adalah raja. Ada alasan untuk ini. Setiap situs jejaring, portal, koran, tabloid, majalah, jurnal, buku dan televisi membutuhkan isi yang segar dan bagus untuk menarik pembaca. Tanpa isi bagus, pembaca menjadi tidak lagi tertarik. Dengan banyaknya sumber informasi, maka permintaan akan “penulis bagus” tentu besar sekali. Selain banyak sekali perusahaan dan lembaga yang membutuhkan layanan penulis untuk membuat berbagai dokumen bisnis.

Di luar itu, menurut pandangan saya pribadi bangsa kita membutuhkan penulis-penulis kreatif. Kita membutuhkan pengarang yang menghasilkan novel dan roman sekelas para Pujangga Baru yang mampu mengajak kita untuk membenahi mental bangsa.

Ada banyak orang yang menamakan diri penulis atau penyedia konten, namun sedikit yang bagus. Ini karena menulis bukan pekerjaan yang mudah. Penulis perlu memiliki berbagai keterampilan, yang karena banyaknya pointer dan penjelasan maka tidak dibahas dalam tulisan ini.

Selain membutuhkan keterampilan, yang harus dipelajari secara terus-menerus, penulis juga memerlukan ketekunan, kesabaran dan, yang tidak kalah penting, motivasi tinggi untuk menulis bagus. Semua ini akan dapat dilakukan hanya oleh penulis profesional, artinya orang yang mampu mengintegrasikan antara motivasi untuk mengejar idealisme tetapi juga memperoleh imbalan finansial yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ini berlaku siapa saja, bahkan oleh sastrawan kelas dunia. Dalam blog saya (https://jecahyono.wordpress.com/2007/04/02/prakondisi-untuk-menulis/) saya mengutip pernyataan sastrawan dunia Ernest Hemingway bahwa kesejahteraan ekonomis dan kesehatan yang terjaga dengan baik merupakan situasi kondusif untuk menulis. Namun di sisi lain banyak penulis memiliki pandangan romantis yang mengatakan bahwa menulis adalah perjuangan mencapai idealisme.

Saya pernah menulis di harian ini bahwa secara finansial sulit menjadi penulis sulit untuk menjadi sandaran hidup di Indonesia. Karena penghargaan bagi penulis di Indonesia, sedikitnya kalau dilihat dari honor menulis di media massa, jauh di bawah media massa asing. Dengan demikian, untuk menjadi penulis di Indonesia harus lebih mengutamakan kepentingan nonfinansial. Hal ini bukan saja berdasar pengalaman pribadi, tetapi juga merupakan konklusi dari berbagai pengamatan saya. Maka dari itu, tidak banyak orang yang berprofesi sepenuhnya sebagai penulis. Kebanyakan orang menulis merupakan pekerjaan sambilan, bahkan sebuah investasi. Kelompok terakhir ini rela mengeluarkan uang agar bukunya bisa terbit.

Belakangan, saya mengetahui bahwa kondisi penulis di seluruh dunia tampaknya begitu. Ini adalah kesimpulan saya berkomunikasi dengan penulis dari seluruh dunia. Beberapa waktu saya mengunggah topik ke grup Working Writers di Linkedin: Are you happy financially by becoming a writer? Saya mendapat tanggapan luas dari berbagai negara, saya kutipkan karena ini penting dan berguna.

Michael Overa, Seattle, AS: Sulit mengatakannya. Keuangan sering tampak seperti berubah-ubah. Saya sendiri belum mencapai level mapan. Tampaknya dunia tulis menulis, sedikitnya freelancing, tampak sebagai situasi yang pesta (feast) atau kelaparan (famine).

Penny Legg, Southhampton, BR: Jika tidak sangat terkenal, maka akan sulit hidup dari menulis. Banyak di antara kami harus menemukan cara terkait untuk membayar tagihan. Saya suka menulis dan dalam posisi bagus untuk mampu bergerak di bidang yang terkait dengan menulis seperti mengajar menulis dan menawarkan jasa edit. Namun saya menjalankan sekelompok penulis dan saya memiliki anggota secara reguler menerbitkan tulisannya dan memperoleh uang receh. Mereka mengandalkan pensiun atau bekerja di tempat lain untuk mendanai kepenulisannya. Saya cenderung setuju dengan Michael–itu bisa pesta atau kelaparan.

Leigh-Ann Andersen, Winnipeg, Kanada: Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya memperoleh penghasilan saya dari tulisan saya dan saya sangat bahagia secara finansial. Saya tidak sangat terkenal, khususnya karena saya menggunakan nama samaran, tetapi saya memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai diri dan dua anak saya yang masih kecil.

Ellen Violette, Los Angeles, AS: Seperti Penny, saya suka menulis. Ketika menulis buku pertama, saya mencari pembimbing soal e-book tetapi tidak menemukan. Maka saya kemudian menjadi pembimbing penulisan e-book pada 2004 dan menjadikannya bisnis bernilai 6 digit. Saya membantu orang di seluruh dunia menulis e-book dalam 72 jam dan membuat dokumen bisnis untuk memperoleh pendapatan 6 digit bagi mereka. Kini saya menggunakan sebagian besar waktu saya menulis e-book dengan tema pemasaran, atau tulisan lain. Namun saya setuju kebanyakan penulis harus terus berjuang. Itu sebabnya misi saya adalah membantu anggota grup saya mengubah hasrat mereka menjadi pendapatan bernilai 6-digit. Saya kira persoalannya bukan menulis versus kenyamanan finansial.

Daniel Adetunji, Uganda: Bisnis tulis menulis di negara saya masih sulit. Pasarnya masih terbatas.

Mary Martsching, Iowa AS: Saya baru di bidang pasar tulisan, tetapi semua sesi pemasaran yang saya ikuti memperjelas bahwa menjual buku biasanya tidak menghasilkan dana untuk mendukung kebutuhan saya. Saya harus menawarkan jasa lain tetapi berkaitan dengan tulis menulis.

David Gladwin, Hereford BR: Mungkin hanya ada selusin penulis yang bekerja penuh sebagai penulis full-time. Kebanyakan penulis mengalami kesulitan sehingga – mungkin – mereka harus bertumpu pada penghasilan suami atau istri atau tabungan mereka. Pendapatan lain-lain yang membedakannya. Serangkaian program TV berdasarkan pada buku-buku saya menghasilkan lebih dari semua royalti saya selama dua tahun.

Richard Nelson, Michigan, AS: Saya seorang konsultan manajemen independen. Kadang saya mendapat order menulis buku, tetapi kalau bidangnya tidak saya minati dan tidak saya kuasai, maka itu bukan untuk saya. Ini menunjukkan bahwa apa yang saya produksi adalah yang terbaik dan juga menimbulkan kepuasan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Follow Dorothea Ontario, Kanada: Saya menikmati hidup dengan menulis, karena saya mempraktikkan bisnis otak-kiri yang penulis sering abaikan. Jika ingin hidup dari menulis, perlakukan sebagai bisnis. Katakan tidak, untuk pekerjaan yang tidak menghasilkan uang atau hanya sedikit. Pasarkan hasil karyamu. Kerjakan tugasmu dengan baik dengan hasilkan tulisan yang bagus pada saatnya. Saya mengantongi penghasilan enam digit setiap tahun dari berbagai klien mulai dari koran, majalah dan perusahaan. Saya juga kadang mengajar menulis dan sedikit menerima pekerjaan editing, tetapi sebagian besar penghasilan saya dari menulis. Saya kadang menulis untuk dilombakan dan saya sedang menulis novel. Saya senang secara finansial.

Sharon Davis, Selandia Baru: Ada banyak orang bisa hidup dengan menjadi penulis freelance. Menemukan ceruk pasar adalah cara termudah untuk sukses sebagai penulis freelance.

Nicole Alexander, Australia: Saya baru saja mulai menikmati hasil dari tulisan saya. Sebagai pengarang fiksi saya mendapati pasar bisa berubah dengan cepat dan saya beruntung berada di genre penulisan yang lagi meledak.

Nah, saudara Doni, saya harap paparan di atas sudah menjawab pertanyaan Anda. Kesaksian banyak penulis di dunia hendaknya dapat menjadi wawasan tentang dunia yang Anda cita-citakan. Masih kepingin jadi penulis?

Selamat Berinvestasi

0 Responses to “Ingin Menjadi Penulis”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: