JSST dan Potensi Kehancuran Finansial

[Tulisan ini pernah diunggah di blog ini, namun kemudian diblokir oleh wordpress. Namun karena beberapa permintaan, tulisan ini saya unggah lagi dengan menghapus nama yang membuat alarm di wordpress.com berdering sehingga menjadi alasan pemblokiran].  

Bagaimana dengan JSST? Pertanyaan singkat tersebut merupakan sebuah komen atas tulisan saya Skim Ponzi dan MLM di Harian Jurnal Nasional ( http://www.jurnas.com/halaman/7/2012-04-10), yang kemudian saya upload ke blog saya. Penanya tersebut menyatakan diri bekerja di JSST, yang kini sedang dikembangkan.

Segera setelah menerima komen tersebut masukkan nama JSST ke dalam mesin pencari google. Hasilnya segera muncul: 1,2 juta item, banyak di antaranya di posting dengan bahasa Indonesia. Namun dari semua item kebanyakan diposting oleh pendukung JSST dan sampai 20 halaman tidak ada tulisan dari pribadi atau lembaga yang dapat diandalkan. Saya menyalin banyak postingan tentang itu. [Kasus pemblokiran blog saya menunjukkan bahwa nama tersebut menjadi pariah di media konvensional]

Pencarian kemudian saya lanjutkan dengan memasukkan nama FM, sosok yang disebut sebagai pendiri JSST. Hasilnya luar biasa: 12 juta lebih item. Namun seperti hasil pencarian untuk JSST, sampai sekitar 20 halaman tidak ada item yang diposting oleh sosok atau lembaga yang realiable, misalnya koran atau majalah. Hampir semua item diposting oleh penggembira JSST dan beberapa yang mempertanyakan apakah JSST adalah scam atau bukan. Scam adalah permainan kepercayaan atau skim penipuan, terutama untuk mencari keuntungan cepat.

Identitas FM yang terkait dengan JSST tidak jelas. Informasi yang ada menyatakan ia adalah internet marketer yang berasal dari Amerika Serikat. Ia mambangun situs [membangunkebebasandotcom, maaf namanya saya samarkan agar tidak diblokir] pada 2001, yang menyuarakan ide anti pemerintah dan mengkritik kondisi sosial-ekonomi di AS. Ia kemudian menjadikan membangunkebebasandotcom sebagai sarana membangun Skim Ponzi melalui internet. Salah satu postingan mengakui bahwa penawaran investasi tersebut sebuah Skim Ponzi. Skim ponzi sendiri mengacu pada sebuah gejala investasi di mana pemodal yang masuk lebih awal menikmati hasil dengan menggunakan dana dari investor yang masuk belakangan.

Pada 2004 FM melepaskan usaha Skim Ponzi dari membangunkebebasan.com dengan mendirikan bendera baru Barusajadibayar.com [saya samarkan lagi, BSD]. Pada umumnya Skim Ponzi tidak berjalan lama, paling lama 3 tahun. Namun BSD bisa bertahan sampai sekarang karena FM menemukan cara yang tidak dilakukan oleh pengelola Skim Ponzi lain. Mula-mula ia mendirikan skim baru bernama JSSS dan kemudian JSST. Saya menduga bahwa sebetulnya BSD dan JSSS sudah kandas karena tidak mampu menambah member baru. Tetapi dengan rangkaian tersebut terkesan bahwa BSD sukses besar dan berkembang seperti perusahaan berkembang mendirikan anak perusahaan dan cucu perusahaan.

Untuk JSST, FM menciptakan fitur baru untuk memperpanjang Skim dengan apa yang disebut restart. Inti dari restart adalah menunda pembayaran hasil kepada member dan dilakukan kalau ada masalah dengan arus kas. Saya menduga masalah arus kas ini terjadi kalau tidak ada dana masuk dari peserta baru.

Dalam program restart, dana dipecah menjadi dua. Kalau nilai setoran adalah USD1.000 (yang dalam publikasi dikatakan mewakili 100 saham) dipecah menjadi USD500 dan USD500. Selanjutnya, 10% dari USD500 bisa diuangkan dan sisanya dibelikan saham baru. Restart dilakukan 6-8 bulan sekali, namun ada postingan yang mengatakan bahwa restart tidak akan dilakukan dalam 3 bulan. Dengan membuat kalkulasi dari data di atas, maka member bisa menarik dananya sebesar 10% dari 50% nilai investasinya.

Bagaimana dengan dana yang tersisa? Dalam hal ini saya teringat skandal Bank Global yang saya liput secara serius ketika masih menjadi wartawan.

Ceritanya sebagai berikut: Pada 2001 sampai 2004 Bank Global menawarkan skim investasi bodong yang mereka samarkan dengan reksa dana. Investasi ini menawarkan return 12% setahun. Ini menarik karena saat suku bunga normal sekitar 9%. Berbeda dengan reksa dana sungguhan, reksa dana gaya Bank Global ini tidak dicatatkan di lembaga otoritas, yakni Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Ribuan orang, termasuk deposan bank tersebut yang tidak paham (fool) soal reksa dana tetapi rakus (greedy) menjadi tertarik. Mereka menyetorkan dana ratusan miliar. Pada waktu itu kebetulan reksa dana sedang booming.

Untuk meyakinkan pemodal, Bank Global menerbitkan semacam buku tabungan yang berisi perkembangan dana milik pemodal. Namun dana ini tidak dilaporkan ke Bank Indonesia (sebagai otoritas perbankan) maupun ke Bapepam-LK. Artinya, rekening tersebut asli tapi palsu.

Singkat cerita, Bank Indonesia membekukan usaha BGI pada 14 Desember 2004 karena bank ini secara teknis bangkrut. Sebulan kemudian BI mencabut izin usaha BGI. Nah, orang-orang yang ‘menanamkan’ dana di Bank Global baru tahu kondisi Bank Global beberapa hari sebelum BI mengumumkan pembekuan. Akibatnya, banyak deposan yang merasa membeli reksa dana menjadi korban. Investasi mereka tidak dijamin oleh pemerintah (waktu itu belum ada LPS) karena dana tersebut tidak tercatat di Bank Indonesia karena tidak tercatat di BI dan tidak bisa diurus ke Bapepam-LK karena juga tidak tercatat di sana.

Kini kita kembali ke JSST. Informasi tentang BSD, JSSS, JSST dan pendirinya tidak dapat diandalkan dan tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Kemudian janji hasil pasti sebesar 2% sangat mungkin hanya ada dalam pembukuan, yang bisa dicatat. Dengan perangkat lunak tertentu catatan bisa dibuat dan ditampilkan dan kemudian dipaparkan kepada khalayak di internet untuk promosi. Dalam kenyataan itu seperti ungkapan too good to be true, terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Kalau ini benar, semua orang akan kaya.

Ada seorang member JSST dari Indonesia menyatakan rasa senangnya akun mereka di facebook bahwa ‘investasinya’ telah tumbuh bagus sesuai dengan janji pengelola JSST. Dia juga menunjukkan ‘bukti’ dengan menambilkan rekening investasinya. Tetapi apakah, uang itu benar-benar ada dan bisa diambil kapan saja? Belum tentu. Siapa tahu apa yang ia alami akan sama dengan yang dialami oleh korban Bank Global?

Kalau gagal mengambil, member akan mengadu ke siapa? Siapa yang akan diadukan? Bank Global, yang tercatat dan diawasi oleh Bank Indonesia dan pengelolanya (terutama direktur) harus mengikuti fit and proper test saja bisa berbuat begitu, apalagi ini perusahaan dari antar berantah dan dikelola oleh yang tidak ketahuan juntrungannya.

Saya akan menambahkan salah satu kata kunci yang menjadi bumbu dalam Skim Ponzi dan juga multi-level marketing, yakni kebebasan financial. Kata ini dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki melalui serangkaian bukunya. Sebagai sebuah konsep, kebebasan financial memang ideal. Orang tidak harus lagi bekerja tetapi penghasilan datang sendiri. Namun bagaimana kalau uang tersebut berasal dari kerugian orang lain?

Akan lebih ideal kalau kebebasan financial dicapai dengan usaha yang tidak merugikan orang lain, bahkan sebaliknya menguntungkan orang lain. Misalnya, dengan bekerja keras mengumpulkan uang dulu dan kemudian menginvestasikannya ke usaha yang menguntungkan. Dengan demikian, orang tersebut menikmati hasil investasi, sambil menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan rodak ekonomi, yang bisa dinikmati banyak orang.

Selamat berinvestasi

4 Responses to “JSST dan Potensi Kehancuran Finansial”


  1. 1 airlangga June 22, 2012 at 12:26 am

    thank’s pak… jadi ngeriiii! JSST kan lagi booooming…..

  2. 3 jec June 23, 2012 at 3:06 pm

    menurut Anda apa yang akan terjadi? semua menikmati untung? terus duitnya dari mana?


  1. 1 Red Payments Trackback on December 23, 2014 at 11:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: