Money Game, Ponzi Scheme, MLM, and Scam

[Tulisan ini Pertama Kali Dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 8 May 2012]

Pak Jaka, beberapa pekan lalu saya ditawari investasi CSM Bintang Indonesia. Sepintas potensi hasil dari investasi tersebut sangat menarik, dan terus terang itu cukup menggoda saya untuk ikut dalam investasi tersebut. Tetapi sampai saat ini saya belum menerimanya. Setelah membaca blog Bapak, saya jadi ingin minta pendapat, apakah menurut Pak Jaka CSM Bintang Indonesia termasuk dalam skim Ponzi atau bukan? Saya takut jangan-jangan baru beberapa bulan ikut, dan belum sempat balik modal, perusahaan tersebut sudah tutup dan kita tidak bisa menuntut ke mana-mana, walaupun saya juga rencananya cuma ikut dalam jumlah kecil saja. Mohon sarannya pak.

Terima kasih banyak sebelumnya.

Susilawati R, Jakarta Pusat

Saudari Susi, terima kasih atas pertanyaannya. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya akan memaparkan informasi seputar tawaran investasi yang menimbulkan banyak keraguan seperti yang Anda alami. Memang, topik yang Anda pertanyakan lazim. Sebagai gambaran, tulisan saya tentang skim Ponzi di blog saya mendapat kunjungan paling banyak sepanjang 2011 (Lihat https://jecahyono.wordpress.com/2011/01/29/skim-ponsi-merajalela-2/).

Penawaran investasi ini, dengan berbagai variasi, telah terjadi di Indonesia dan bubar dengan menimbulkan banyak korban. Beberapa pengelola sudah ditahan dan dihukum oleh pihak berwajib.

Namun kenyataannya, skim seperti itu terus ditawarkan dan mendapat sambutan pemodal. Sekarang ini skim investasi bergaya Ponzi juga ditawarkan kepada masyarakat di Indonesia. Nah, apakah CMS Indonesia adalah skim Ponzi atau bukan? Layakkah berinvestasi di dalamnya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya kira ada baiknya Anda memahami empat frase yang ada dalam judul tulisan di atas. Kadang-kadang kata tersebut digunakan oleh seseorang untuk frase yang lain. Misalnya orang ingin menyebut money game dengan skim Ponzi atau MLM (multilevel marketing). Pemahaman atas frase tersebut akan membantu Anda membuat keputusan nantinya.

Money Game

Money game memiliki banyak arti, dan salah satunya (yang paling pas) adalah setiap permainan atau bisa juga pertandingan olahraga yang dimainkan demi memenangkan taruhan uang secara langsung. Intinya adalah taruhan uang. Money game ini sifatnya seperti berjudi, maka dari itu Majelis Ulama Indonesia pada 2009 mengeluarkan fatwa bahwa money game adalah haram.

Ada dua perbedaan utama antara berjudi dengan berinvestasi. Pertama, berjudi sifatnya zero sum game. Artinya, kalau yang satu menang dan yang satu kalah. Dalam investasi, kedua pihak bisa untung karena investasi akan menimbulkan apa yang disebut nilai tambah (added value).

Misalnya kalau kita berinvestasi di usaha peternakan lele, maka penerima dana dan pemodal bisa untung karena ada nilai tambah (karena hasil dari penjualan lele lebih besar dari pada harga benih lele). Kelebihan inilah yang dinikmati investor maupun investee.

Kedua, peserta dalam perjudian peserta tidak bisa mengontrol risiko, sedangkan dalam investasi peserta bisa mengontrol risiko. Salah satunya adalah dengan diversifikasi, seperti yang saya ada dalam situs CMS Indonesia.

Ponzi Scheme

Frase ini diambil dari Carles Ponzi, nama pria kelahiran Italia yang dinyatakan sebagai salah satu penipu terbesar di Amerika Serikat. Dewasa ini, skim Ponzi sendiri mengacu pada sebuah gejala investasi di mana pemodal yang masuk lebih awal menikmati hasil tinggi, dengan menggunakan dana dari investor yang masuk belakangan. Gejala skim Ponzi ini bisa terjadi di banyak bidang seperti di pasar modal, di perbankan, dan beberapa kasus di Indonesia, juga di koperasi.

Namun, bidang usaha tersebut hanya sebagai belaka. Untuk menarik peminat pengelola skim Ponzi menawarkan imbal hasil investasi yang abnormal. Di Hong Kong pada 1981 ada bank yang menggunakan mekanisme ini, dan beberapa bank sentral sampai menjadi nasabahnya. Ini bisa terjadi karena bank tersebut mampu menarik eksekutif puncak dari Inggris dan Amerika Serikat. Ketika bank ini dilikuidasi, maka kemudian dibeli oleh Grup Lippo waktu itu.

Namun skandal skim Ponzi terbesar adalah yang dijalankan oleh Bernard Maddoff dengan kedok usaha di bidang pengelolaan dana (fund management) yang meledak menjadi skandal pada 2008. Kasus ini melibatkan uang US$50 miliar, yang waktu itu setara dengan cadangan devisa Indonesia. (Lebih lanjut baca di https://jecahyono.wordpress.com/2012/04/10/skim-ponzi-dan-mlm/#more-600).

Scam

Istilah ini mengacu ke upaya mencari keuntungan cepat dengan menumbuhkan kepercayaan kepada korban dengan menyebarkan berbagai kabar bohong. Inti dari Scam adalah penipuan. Contoh dari gejala ini antara lain, kasus PT Qurnia Alam Segar (QSAR) di Sukabumi, Peternakan Lele di Ciseeng pada 1960-an, dan kasus Gelombang Cinta, dan bahkan perdagangan prangko oleh Charles Ponzi pada 1920-an di Amerika Serikat. Bahkan, penelusuran saya menunjukkan bahwa scam ini terjadi pada abad 17 di Belanda dengan terjadinya Tulip Mania.

Komponen utama dalam scam adalah kabar tidak berdasar yang sengaja dibesar-besarkan. Dalam kasus PT QSAR, dana yang berhasil dihimpun jauh melampaui nilai usaha pertanian yang memang benar-benar dikerjakan. Dengan kata lain, usaha pertanian hanya sebagai kedok untuk menipu.

Hal yang sama terjadi dengan kasus peternakan lele di Ciseeng. Dalam kasus gelombang cinta, kabar yang dihembuskan adalah transaksi bunga gelombang cinta yang bernilai miliaran. Dalam kasus Charles Ponzi, dia memperoleh omzet senilai 160 juta lembar prangko, padahal hanya ada sekitar 27 ribu prangko yang beredar.

MLM

MLM adalah salah satu bentuk dari strategi penjualan langsung (direct selling). Strategi MLM memberi kompensasi kepada tenaga penjualan bukan hanya dari barang yang dia jual, tetapi juga penjualan dari agen lain yang dia rekrut. Berbeda dengan single-level marketing yang memperoleh kompensasi hanya jika ia menjual produk langsung ke konsumen, dalam MLM sering kali agen terdorong untuk merekrut agen baru, yang populer disebut downline. Dari ini ada hierarki keagenan (ada beberapa level keagenan) sehingga dinamakan MLM. Struktur keagenan seperti ini mirip dengan struktur piramida, sehingga MLM disebut juga pyramid selling.

Perusahaan MLM sering mendapat kritikan serta target tuntutan hukum. Kritikan terutama karena menggunakan struktur piramida yang banyak digunakan oleh scammer, di dalam scam. MLM kadang menetapkan biaya awal yang tinggi bagi anggota baru, dan mendorong anggota baru untuk mencari anggota yang lebih baru (downline), daripada menjual produk. Ada perusahaan MLM mendorong jika tidak mewajibkan anggota baru membeli dan menggunakan produk tersebut. Kritikan terakhir dari MLM adalah karena strategi ini cenderung mengeksploitasi hubungan pertemanan, dan kekerabatan sebagai agen atau target.

Nah, saudari Ayu, perlu dipahami bahwa keempat frase tersebut adalah konsep yang berbeda. Dalam kenyataan sebuah tawaran investasi bisa mengandung satu, dua, tiga atau empat frase di atas sekaligus. Jelasnya, Ada scammer menggunakan strategi MLM, ada yang tidak. Ada skim Ponzi yang menggunakan strategi MLM dan ada yang tidak.

Saudari Susi, saya mengunjungi situs yang Anda kirimkan dan tidak memperoleh data yang saya inginkan. Yang saya dapati adalah berbagai tulisan tidak menggunakan tata bahasa Indonesia yang benar dan dengan demikian membingungkan. Saya merasakan bahwa sebagian tulisan itu terjemahan asal-asalan. Jelas mereka tidak profesional. Saya juga mendapati bahwa status perusahaan tidak jelas, apakah sebagai perseroan terbatas atau bukan. Saya tidak menangkap dengan jelas bisnis apa yang mereka jalankan sehingga membutuhkan modal.

Kemudian kalau melakukan bisnis menggalang dana, juga tidak jelas apakah mereka sudah mendapat lisensi dari lembaga pengawas pasar modal atau belum. Memang money game atau skim Ponzi beroperasi di wilayah abu-abu, tidak dilarang.

Sosok yang ditampilkan sebagai maskot adalah suami dari seorang artis, yang tidak ketahuan latar belakangnya. Kalau dia mengelola investasi, maka orang itu juga harus memperoleh lisensi perorangan bahwa dia sebagai pribadi telah layak mengelola dana nasabah dengan menerima upah dari jasanya.

Kalau saya, jelas tidak ingin berinvestasi di perusahaan tersebut. Terlalu tidak jelas. Ketidakjelasan ini merupakan risiko tambahan. Dari sini saya merekomendasikan untuk mengidentifikasi lebih lanjut apa dan bagaimana CSM Bintang Indonesia dengan menggunakan empat frase di atas untuk membedahnya. Sebagai calon pemodal, Anda bisa menanyakan hal tersebut langsung kepada mereka. Ini penting untuk memperoleh gambaran yang tepat.

Jangan lupa untuk mempelajari model bisnisnya, yakni bagaimana perusahaan itu menjalankan usaha sehingga memperoleh uang, termasuk nantinya sumber itu membayarkan imbal hasil kepada pemodal. Karena tawaran tersebut menjanjikan hasil tinggi, maka risikonya pasti juga tinggi. Jangan mempertaruhkan uang yang Anda peroleh dengan susah payah hilang dalam investasi yang tidak atau kurang jelas.

Selamat berinvestasi

0 Responses to “Money Game, Ponzi Scheme, MLM, and Scam”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: