Harga Emas dan Krisis Ekonomi Global

[Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional pada Selasa, 19 Jun 2012]

Pak Jaka,

Sekitar setahun lalu saya membeli emas dan merasa senang karena harganya naik. Namun akhir-akhir ini kok harganya cenderung menurun ya? Bagaimana nih Pak, apakah saya harus menjualnya kembali atau bertahan?

Ari – Purwakarta – Jawa Barat

Pak Ari, pertanyaan Anda mengingatkan saya pada Anthony Robbins. Sebagai motivator kelas dunia, dia termasuk orang yang sangat optimistis. Namun soal prospek ekonomi dunia, dia berpikiran lain. Awal Juni ini dia mengingatkan, melalui video di YouTube, akan potensi krisis dunia yang di ambang pinu. Dia menyebut pakar keuangan dunia, Marc ‘DR DOOM’, yang sangat bearish soal prospek ekonomi global.

Kekhawatiran akan kondisi keuangan dunia ini telah mendorong kembali minat pemodal untuk membeli emas. Pada 2011, ketika pasar ekuiti dunia menurun karena kekhawatiran akan krisis ekonomi global, emas menunjukkan kilaunya, naik 10 persen dan mencapai puncak USD1.923 per troy ounce.

Namun penurunan 18 persen menjadi US$1,575 pada awal tahun ini mengarahkan banyak pemodal khawatir bahwa demam emas sudah usai. Beberapa pendorong kenaikan harga emas pada 2011 tampak melemah. Pada awal 2012, ada tanda bahwa ekonomi AS mulai pulih. Hal ini menurunkan peluang adanya suntikan likuiditas melalui kebijakan quantitative easing (QE). Padahal, program QE di US dan UK telah menekan suku bunga dan nilai USD dan GBP, yang pada gilirannya mendorong permintaan akan emas sebagai alternatif karensi, dan lindung nilai dari inflasi.

Di sisi lain, emas kehilangan sedikit kilaunya di India dan China, yang menyumbang 40 persen dari permintaan global. Impor emas India dilaporkan menurun 65persen pada April dibanding periode tahun sebelumnya karena kenaikan pajak impor emas dan volatilitas rupee India. Minat pemodal Eropa menurun pada awal 2012, ketika krisis utang eurozone sedikit mereda.

Namun, tidak semua pelaku pasar berpandangan bahwa Agustus 2011 adalah puncak harga emas karena masalah utang negara menjadi terkendali dan pertumbuhan ekonomi tinggi sudah di ambang pintu. Banyak fund manager tidak percaya harga logam kuning ini akan mengalami koreksi besar. Penurunan selama setengah tahun terakhir hanyalah konsolidasi untuk bergerak naik kembali.

Sebetulnya, penurunan harga emas pada akhir 2011 sampai awal 2012 kebanyakan terjadi karena ulah fund manager yang melakukan aksi profit taking dari posisi mereka di emas. Penurunan harga emas selama periode ini telah memicu pembelian besar-besaran oleh bank sentral di negara sedang berkembang. Bank for Internasial Settlements, yang bertindak atas nama bank sentral, juga tercatat membeli emas dalam jumlah besar di pasar internasional. Bank sentral adalah salah satu pelaku utama di pasar emas, dengan memegang sekitar seperenam dari pasokan emas di pasar.

Faktanya, masalah utang belum terselesaikan dan bahkan dapat semakin buruk. Banyak hal akan memaksa AS dan beberapa negara zona euro melakukan QE. Ini mendorong orang kembali ke emas. Persoalannya kemudian tinggal menunggu waktu. Pemodal menjadi waspada membeli emas ketika harga sedang turun. “Momentum akan membuat harga emas naik lagi, tetapi itu memerlukan even ekstrem, seperti Yunani yang keluar dari eurozone. Keputusan Yunani apakah akan keluar atau tidak dari Uni Eropa akan ditentukan setelah pemilihan umum pada 17 Juni.

Banyak pengelola dana harga emas akan kembali pulih dan mencapai puncak baru, sekitar USD2,000 per troy ounce pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Pandangan kelompok terakhir inilah yang tampaknya mendekati kebenaran. Pada pertengahan Juni ini harga emas di pasar berjangkah mulai bergerak naik setelah pemerintah AS mengumumkan bahwa laju inflasi AS lebih tinggi dari ekspektasi. Ini dapat mengarahkan Federal Reserve kembali menyuntikkan likuiditas dengan QE. Kemungkinan akan adanya kembali kebijakan QE meningkat dengan data lain yang diumumkan pada hari yang sama bahwa angka pengangguran juga meningkat.

Sejauh ini sikap resmi pemerintah AS belum tegas. Sampai 7 Juni 2012 Ben Bernanke, Gubernur Federal Reserve, belum menyetujui untuk melakukan quantitative easing. Bernanke hanya mengatakan bahwa The Fed akan siap mengambil langkah jika diperlukan. Sikap Bernanke ini membuat harga emas turun sekitar US$40 per ounce sehingga menjadi hanya US$1,577.90 per troy ounce.

Sikap Bernanke senada dengan bank sentral Eropa dan Bank of England. Keduanya diharapkan banyak analis dan pemodal untuk lebih agresif mempercepat pertumbuhan.

Sebenarnya, Bernanke dan The Fed berusaha mempertahankan suku bunga di AS tetap rendah untuk mendorong kredit dan pembiayaan di tengah-tengah lesunya ekonomi. The Fed telah menjaga suku bunga jangka pendek mendekati nol persen sejak 2008, sebuah kebijakan yang merugikan penabung dan menjaga beban utang pemerintah tetap rendah.

Kebijakan tersebut ada sisi negatifnya bagi AS: nilai dolar AS menjadi melemah dibandingkan dengan mata uang keras dunia. Dengan bertambahnya likuiditas di pasar, maka kebijakan suku bunga rendah di AS akan diperpanjang. Pelemahan kurs dolar AS cenderung mendongkrak harga emas. Bahkan, membesarnya spekulasi akan adanya stimulus moneter berupa QE, termasuk dari bank sentral Eropa dan the Fed telah mendorong minat akan emas beberapa hari pada pertengahan Juni.

Emas dipandang sebagai alat aman untuk menyimpan nilai dari bahwa devaluasi dolar dan sarana lindung nilai terhadap inflasi. Jika The Fed melakukan lagi kebijakan QE, yang dipandang seperti mencetak uang, nilai dolar akan melemah dan suku bunga akan menurun.

Satu alasan terkini untuk membeli emas sekarang ini adalah isu geopolitik. China diberitakan akan menghindari sanksi keuangan yang ditetapkan AS bagi negara yang melanggar embargo atas Iran. Baru-baru ini, lapor Forbes, Beijing berencana melakukan perdagangan secara barter dengn Iran. Dalam rencana ini Iran akan mengirimkan minyak ke China, yang akan membayarnya dengan emas dan barang kebutuhan sehari-hari. Padahal selama ini China diberitakan haus akan emas, kondisi yang mendongkrak harga emas. Jika transaksi ini terjadi, China tentu ingin mengimpor lebih banyak emas sebagai pengganti biaya impor.

Isu ini muncul pada akhir 2011, ketika Presiden Obama menandatangani UU Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) pada tahun fiscal 2012. Dengan menandatangani UU NDAA, Obama akan menerapkan sanksi finansial bagi lembaga keuangan asing yang terlibat dengan institusi keuangan Iran. Ketentuan ini akan efektif 28 Juni 2012. China akan mengatasi ini dengan melakukan barter. China akan memperoleh minyak dan mengirim barang kebutuhan sehari-hari. Kalau ini terjadi, maka AS akan marah. Kedua, China akan mengimpor emas lebih banyak lagi.

Menurut Dewan Emas Dunia, sebagai sarana investasi emas memberikan kinerja yang lebih baik daripada indeks obligasi, ekuiti dan komoditi di seluruh dunia selama semester kedua 2011. Di balik potensinya sebagai sarana investasi, emas memiliki kelemahan. Tak ada arus pendapatan atau dividen dari emas, tetapi dalam kondisi suku bunga riel negative hanya sedikit opportunity cost untuk memegang emas.

Pak Ari, kalau Anda mau membeli emas, jangan terlalu banyak. Porsi yang banyak dianjurkan adalah lima persen dari seluruh dana Anda yang siap diinvestasikan. Kalau investasi Anda di emas lebih dari lima persen, makan ada baiknya untuk mengurangi emas dalam keseluruhan portofolio investasi Anda. Kalau masih dalam porsi anjuran, maka tampaknya akan sayang kalau posisi itu dilikuidasi mengingat potensinya di masa depan.

 

Selamat berinvestasi

 

0 Responses to “Harga Emas dan Krisis Ekonomi Global”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: