Tipuan Nigeria, Tipuan Online

[Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 26 Jun 2012]

Mas Jaka, beberapa waktu lalu saya menerima surat elektronik berisi perminaan dari seseorang yang mengaku berasal dari Afrika guna menyalurkan dana investasi ke sektor riil yang nilainya sangat besar. Bisa mencapai jutaan dolar Amerika Serikat. Saya ragu-ragu karena orang tersebut tidak mau menyebutkan nama lembaga asing tersebut. Menurut mas Jaka, apakah tawaran tersebut nyata atau tidak? Kami selama ini berkomunikasi melalui email dan dia mulai menelepon saya ke nomor ponsel dan rumah? Terima kasih atas tanggapannya.

Riswanta, Jakarta Selayan

Pak Riswanta, terima kasih atas pertanyaannya.

Langsung saja ya Pak, saya menduga bahwa Bapak sedang menghadapi sebuah jenis penipuan yang dalam jagad keuangan lazim disebut Tipuan Nigeria (Nigerian Fraud). Frasa ini mengacu kepada skim penipuan sebuah penipuan di mana seseorang meminta bantuan untuk memfasilitasi transfer sejumlah besar uang dengan imbalan komisi dengan nilai yang sangat menggiurkan, bisa ratusan ribu atau bahkan jutaan dolar Amerika Serikat.

Kata Nigeria digunakan dalam skim penipuan ini karena penipuan seperti ini pernah marak di Nigeria dan Afrika pada umumnya selama 1990an. Kalau modusnya sudah dikenal ratusan tahun lalu. Selain langsung menawarkan pengelolaan uang seperti yang Anda hadapi, ada beberapa variasi ketika penipu menjerat korban. Beberapa di antaranya adalah pemberitahuan bahwa Anda memenangkan undian uang tunai dalam jumlah besar dan paparan kisah fiktif tentang seseorang di negara lain yang membutuhkan seorang agen transfer untuk membantu memindahkan dana dari negeri mereka ke negara orang yang menjadi sasaran penipuan mereka.

Alasan pemindahan dana bisa beragam. Dana yang dijanjikan tersebut bisa berupa dana dalam jumlah besar yang tersimpan di rekening bank yang tidak diklaim, karena pemiliknya sudah meninggal tanpa ahli waris atau harta milik seseorang yang sudah meninggal dan harus ditransfer ke luar negeri agar tidak dirampas oleh pemerintah.

Kini penipuan seperti ini meluas, tidak terbatas di Nigeria tetapi di negara lain, termasuk AS. Bahkan jumlah kejahatan seperti ini di AS terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Tak heran jika kejahatan ini telah menjadi perhatian Federal Trade Commission (FTC), sebuah lembaga pemerintah di AS untuk melindungi konsumen dari kejahatan ekonomi.

Menurut FTC, peningkatan jumlah penipuan seperti ini terjadi terutama karena adanya internet. Penipuan ini biasanya dilakukan secara online melalui media email, dan ini mencerminkan sebagian besar penipuan yang tetap populer pada 2012. Pada 2011 ada 300 ribu lebih laporan penipuan online, naik 3,4 persen dibandingkan dengan angka pada 2010. Nilai kerugian yang dilaporkan hampir US$485.300.000.

Menurut FTC, Tipuan Nigeria adalah penipuan yang paling lazim pada 2012 dan, secara sederhana, bisa berupa penipuan biaya di depan. Pikiran dasarnya skim penipuan ini adalah menawarkan calon korban sejumlah besar uang tunai dengan catatan calon korban pada akhirnya diminta untuk mengeluarkan sejumlah kecil uang (relatif terhadap uang yang dijanjikan), untuk menutupi biaya transaksi, biaya administrasi, atau pajak. Janji komisi besar ini memang sengaja untuk mendorong calon korban untuk berani mengambil risiko, dengan mengirim ribuan dolar AS kepada orang yang belum dikenal.

Proses penipuannya sendiri bermula ketika si penipu mengirim email buta ke ratusan ribu alamat email di seluruh dunia. Saya yakin, salah satunya, entah bagaimana caranya, sampai ke alamat email Anda. Mereka menggunakan logika matematika, dari ratusan ribu penerima email mereka, sebagian akan memberikan tanggapan. Dari yang sebagian ini, akan ada orang yang akan menyambar umpan yang mereka pasang. Korban umumnya orang yang rakus yang ingin memperoleh uang banyak dalam waktu singkat dan mudah.

Mereka ini menjadi mangsa mudah. Tentu saja janji uang banyak yang dijanjikan akan dibayar setelah proses selesai adalah palsu. Jika calon korban menelan umpan penipu, dan mengirimkan uang seperti yang diminta, maka mereka akan meminta tambahan uang lagi dengan alasan ada masalah dalam pengurusan. Jika korban tidak bisa lagi diperas, maka penipu akan kabur. Penggunaan internet akan mempermudah penipu untuk kabur. Mereka akan sulit untuk dilacak.

Sebagai orang yang bekerja setiap hari di depan monitor, saya kira sering menerima email seperti itu. Dua kali saya ikut menari mengikuti irama mereka. Ujung-ujungnya mereka meminta uang untuk mengurus dokumen dan kepabeanan. Sekali saya bertanya berapa yang harus saya keluarkan untuk biaya untuk menyelesaikan dokumen, mereka menyebut US$ 5.000. Ketika saya mengatakan tidak punya uang sebanyak itu, dan menjelaskan berapa nilainya menurut rupiah, mereka mau menurunkan sampai dua ribu.

Pak Riswanta, saya cenderung mengatakan bahwa tawaran tersebut adalah Tipuan Uganda. Alasan saya sederhana. Kalau memang ada dana dalam jumlah sampai jutaan dolar dan siap diinvestasikan di luar negeri, maka dana tersebut bisa disalurkan ke jalur yang pantas. Banyak bank investasi global yang beroperasi di Indonesia, baik langsung atau melalui kantor regional di Singapura, Hongkong atau Tokyo. Kalau dana tersebut akan disalurkan langsung ke sektor riil, maka akan layak bagi pemiliknya untuk membuka kantor dan mempekerjakan seorang fund manager profesional.

Kalau bukan penipuan, maka janji uang besar tersebut pasti transaksi ilegal, misalnya uang hasil obat bius. Dengan dikirim secara fisik, maka dana tersebut tidak terlacak. Kalau uang tersebut benar-benar ada dan legal, pasti mereka mentransfer melalui bank.

Sebenarnya Pak Riswanta, Tipuan Uganda hanyalah salah satu dari penipuan yang menggunakan internet sebagai sarana penipuan. Modus penipuan berbasis internet lain yang lazim adalah tawaran pekerjaan sebagai penulis freelance. Tawaran mereka sangat menggiurkan: bisa bekerja dari rumah dan menghasilkan pendapatan puluhan juta rupiah.

Saya sendiri pernah mencoba memanfaatkan peluang yang dikirim ke alamat email saya untuk bekerja sebagai penulis freelance. Hal ini setelah saya membaca adanya tawaran kerja itu di sebuah situs jejaring. Saya juga menerima kiriman dari kenalan tentang peluang kerja ini. Ketika saya mencoba memanfaatkannya dan mendaftar ,lewat internet juga, akhirnya diminta untuk membeli sebuah program yang nilainya ratusan dolar AS.

Mereka kemudian menetapkan batas akhir saya harus membayar biaya pendaftaran dan membeli program komputer mereka, namun saya tidak menanggapi. Anehnya, saya menerima email mereka secara berkala dan menyatakan bahwa penawaran masih berlaku, meskipun saya sudah melanggar deadline yang beberapa kali mereka tetapkan. Jadi ini pekerjaan mengejar. Ini tidak masuk akal.

Sebagai tambahan, di Indonesia belum ada lembaga seperti FTC . Sejauh ini yang ada alah sebuah satuan tugas di dalam Badan Pengawas Pasar Modal dan lembaga keuangan ada satgas untuk melindungi pemodal, tetapi terbatas pada penipuan yang berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat. Karena itu, masyarakat harus mendidik diri sendiri dalam menghadapi penipuan seperti ini. Internet memang membuka banyak peluang usaha dan berbagai kemudahan, namun internet juga membuka peluang dan mempermudah para penipu yang ingin memperoleh uang dengan merugikan orang lain.

0 Responses to “Tipuan Nigeria, Tipuan Online”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,486 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: