Mencegah dan Mengatasi Penipuan Online

[Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Jurnal Nasional | Selasa, 3 Jul 2012]

Setelah membaca tentang tulisan bapak tentang JSS-Tripler, saya jadi ngeri pak. Soalnya JSST kan lagi booming. Bagaimana langkah sebaiknya jika orang sudah menjadi anggota?  Erlangga, erlanXXXXX@gmail.com

Pak Erlangga, terima kasih atas komentar dan pertanyaannya. Saya berharap Anda tidak termasuk salah satu dari ribuan orang yang sudah menjadi anggota program tersebut di Indonesia. Kalau Anda sedang dihubungi untuk menjadi anggota, maka saya sarankan untuk menjawab dengan sopan tetapi pesannya tegas, bahwa Anda tidak ingin menjadi anggota. Mengatakan tidak kepada mereka dengan alasan bahwa itu skim ponzi pasti akan menyulut perdebatan, dan bisa mengganggu hubungan baik.  Pasalnya, seperti saya kutipkan dalam tulisan tersebut JSST adalah ponzi skim dan akan merugikan sebagian besar, untuk tidak mengatakan hampir semua, anggota.  Bagaimana kalau Anda sudah terlanjur menjadi anggota? Jangan lagi menambah nilai ‘investasi’ alias melakukan top up. Saran saya sih, Anda sesegera mungkin keluar dari skim tersebut.  Saran saya tersebut berdasarkan keyakinan dan pengetahuan saya bahwa pasti skim ponzi ini akan berakhir. Kapan? Ketika uang masuk lebih kecil daripada hasil yang dijanjikan.  Tentu Anda bertanya tentang nasib uang keanggotaan yang sudah terlanjur Anda setorkan.  Menurut saya, langkah Anda akan tergantung dengan kadar moral Anda. Anda bisa berupaya untuk memperoleh kembali uang keanggotaan dengan mencari anggota baru sehingga memperoleh komisi sebesar nilai investasi Anda. Langkah lain? Anda juga bisa menarik kembali ‘investasi’ Anda, sedikitnya sebagian sebab tampaknya mustahil untuk menarik kembali seluruhnya. Selanjutnya, hengkang dari skim ini, dan terpaksa dengan pahit menelan kerugian.  Selanjutnya, kalau ingin mencari rezeki carilah uang dengan berbisnis yang benar. Bisnis benar adalah transaksi yang dilakukan secara sukarela dan menguntungkan, tidak saja bagi pelaku transaksi tetapi juga bagi masyarakat.  Mungkin bisnis seperti ini akan menguras beringat dan pikiran.  Tetapi dengan berbisnis, maka rezeki yang Anda peroleh Insya Allah akan membawa berkah bagi Anda. Saya ingin menekankan pesan tambahan ini karena banyak orang Indonesia ingin memperoleh uang banyak, dengan cara cepat dan mudah. Bahkan kalau perlu mereka melanggar aturan agama dan negara.    Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa skim ponzi haram meskipun tidak ada larangan dari negara. Beberapa negara juga sudah melarang. Tentu Anda tahu bahwa banyak pejabat publik dan pejabat pemerintah memperoleh uang dengan cara korupsi.  Saudara Erlangga, berinvestasi dan memperoleh penghasilan memerlukan upaya dan kerja keras. Dalam berinvestasi tidak ada jalan pintas yang legal, namun banyak jebakan. Banyak di antara peluang investasi, yang Anda jumpai atau disodorkan kepada Anda, ternyata adalah penipuan semata.  Saya telah meriset banyak kasus penipuan investasi baik di dalam dan luar negeri, dan mendokumentasikan hasil riset saya dalam berbagai artikel dan bahkan buku. Dari riset saya mengetahui bahwa cara kerja JSST, dan berbagai modus penipuan investasi lain bukan hal baru. Kebanyakan penipuan menggunakan cara yang sudah lama dikenal. Internet hanya merupakan variasi dari cara penipuan yang sudah dilakukan selama berabad-abad.  Memang internet telah menciptakan banyak sekali peluang usaha bagi jutaan entrepreneur baru di seluruh dunia, namun internet juga membuka pintu bagi penipu untuk menarik uang dari konsumen dan pengguna internet lugu.  Bagi pemodal, internet juga dapat menjadi sarana bagus untuk mencari peluang investasi. Sayangnya, kurangnya aturan tentang dunia maya di banyak negara membuatnya menjadi tempat sempurna bagi tumbuh berkembangnya penipuan. Ulah para penipu ini telah menimbulkan kerugian jutaan orang di seluruh dunia, umumnya orang yang rakus, mudah ditipu (untuk tidak mengatakan bodoh), dan secara emosional rapuh dan mudah percaya kepada orang lain.  Dalam tulisan di rubrik ini pekan lalu saya menjawab salah satu penanya tentang tawaran dana dalam jumlah besar untuk diinvestasikan di Indonesia. Calon korban dalam hal ini diminta sejumlah uang agar bisa mengurus dana investasi tersebut. Ide dasar penipuan adalah menawari calon korban sejumlah besar uang untuk layanan yang sangat sederhana.  Hanya saja untuk memperoleh uang tersebut calon korban harus mengeluarkan sejumlah uang terlebih dahulu dalam jumlah relatif jauh lebih kecil, dari iming-iming di depan dengan alasan untuk biaya pengurusan. Janji uang bisa disamarkan dalam bentuk peluang kerja, menang lotre, dana investasi dan lain-lain. Ini mirip dengan penipuan hadiah mobil, namun pemenang harus membayar biaya.  Masalah bagi calon korban adalah tidak selalu mudah untuk mengetahui apakah dia menjadi sasaran penipuan atau diberi peluang untuk memperoleh uang mudah dalam jumlah besar. Sebab, para penipuan keuangan semakin canggih dan lebih agresif dalam mengejar uang korban. Berikut adalah tiga hal yang perlu Anda lakukan jika menerima informasi peluang investasi,  atau bahkan ajakan untuk berinvestasi secara online.  Pertama, jika menerima surat elektronik gelap (yang tidak jelas pengirimnya) sebaiknya ditanggapi dengan waspada. Verifikasi setiap email yang menarik minat Anda. Untuk meminimalisasi  peluang tertipu, jangan pernah membuat keputusan investasi hanya karena informasi yang Anda peroleh secara online.  Kedua, situs jejaring dapat menciptakan ilusi tentang perusahaan besar dan bereputasi, khususnya jika perusahaan itu membuka situs resmi.  Masalahnya adalah bahwa hampir membangun situs jejaring sangat mudah. Semua orang sekarang bisa membuat website sekarang ini dengan upaya dan biaya kecil.  Poinnya di sini adalah tidak menggunakan internet sebagai satu-satunya sarana memperoleh informasi untuk membuat keputusan investasi. Sarana lain untuk memperoleh informasi adalah media cetak, yang jauh lebih bisa diandalkan daripada media online.  Ketiga, gunakan akal sehat. Banyak orang menjadi tertipu karena korban tidak mengetahui secara persis apa yang dia lakukan. Dalam kasus JSST, seorang mengatakan kepada saya bahwa mereka kurang paham soal detail. Mereka yakin bahwa JSST adalah peluang investasi yang hebat.  Tanpa banyak usaha, tetapi menjanjikan hasil besar. Dia percaya bahwa peluang investasi itu benar-benar ada dan bisa dimanfaatkan. Padahal pengetahuan orang tersebut soal internet hanya menggunakan facebook dan search engine. Dia tidak bisa memverifikasi informasi.    Saudara Erlangga, selain tulisan ini saya juga membahas beberapa modus penipuan investasi online di rubrik ini. Semoga Anda dan pembaca bisa menjadikannya sebagai rujukan awal agar tidak menjadi korban penipuan.n

0 Responses to “Mencegah dan Mengatasi Penipuan Online”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: