HP : 0812 1914 0213

E-mail : jakacahyono@yahoo.com

26 Responses to “Contact Me”


  1. 1 Noviastono October 20, 2007 at 11:20 am

    Bismillahirrohmanirrohim

    Ass Wr Wb

    Jumpa lagi, bagaimana kabarnya?
    semoga sukses selalu. Amin

    Noviastono sekeluarga

  2. 2 Noviastono October 22, 2007 at 3:32 am

    Sahabat, bagaimana kabar?
    Sudah berapa putranya?
    Kapan main ke rumah? kontak dulu!
    Selamat

    Noviastono sekeluarga

  3. 3 Endi April 24, 2008 at 8:09 am

    Hi Jok.
    Ini Endi. Saya di Jakarta, sudah 8 bulan terakhir ini, belajar dan sekaligus bekerja di bidang ekonomi. Teman-teman pada cari kontak (no, hp mu). Kirimkan no hpmu ke emailku, ya.

    Salam
    Endi Haryono

  4. 4 jecs June 26, 2008 at 11:28 am

    sorry agak telat jawabnya. saya menjadi redpel di majalah stabilitas sekarang, tetapi nomor hp tetap sama: 0815 1307 1113

  5. 5 Lucky December 3, 2008 at 2:03 am

    Pak Jaka yang terhormat, kalau saya mau nyari data tentang dana kelolaan Discretionary di Indonesia dari tahun 2002 s/d 2007 bisa saya dapat dari mana yah ???

  6. 7 mtq February 24, 2009 at 4:58 pm

    Ass.Wr.Wb.

    Apa kabar bos?
    tidak sengaja nama anda muncul waktu saya cari noviastono
    selamat dan sukses selalu buat anda sekeluarga
    terima kasih

    Wassalam,
    mtq

  7. 9 mtq February 24, 2009 at 5:01 pm

    Nambah lagi ya pak bos, yang dulu pernah nerbitin “kiprah” bersama novi dan taufik dahlan,
    e-mailnya novi?
    matur nuwun

  8. 10 Afid Yusuf October 13, 2010 at 4:33 am

    Dear Pak Jaka yang terhormat,
    Kelg kami msh memiliki Obligasi RI thn 50, kami bermaksud mencairkannya mengingat hal tsb adalah msh hak kami dan kewajiban pemerintah u/ membayar hutang kpd publik.

    Bgmn cara menakar nilai obligasi tsb di masa sekarang?
    Bgmn tata cara mencairkan dana tersebut, & dimana?

    Terimakasih.

    • 11 jecs January 24, 2011 at 7:24 am

      terima kasih atas suratnya pak
      Sebenarnya saya juga menyiman sertifikat obligasi seperti itu. saat ini nilainya sama dengan nilai kertasnya pak. Pemerintah telah default dan tidak mau membayar. ini namanya risiko investasi dan menunjukkan bahwa pemerintah juga bisa default. Pemerintah Belanda, Perancis, UK, dan China juga pernah default seperti itu. Kalau dihitung nilainya di atas kertas, wah akan banyak sekali pak. Nilai obligasi plus kupon dihitung terus kemudian disesuaikan dengan depresiasi rupiah yang terjadi plus bunga berbunga atas pokok dan kupon investasi.
      sekali lagi pak, itu risikonya. yang jelas, ayah saya berhenti sekolah karena tidak bisa manguangkan kupon obligasi. kalau bisa diuangkan, wah nasib keluarga saya pasti akan berubah banyak.
      Kita senasib pak

      Salam

      • 12 Lena purnamasari November 21, 2012 at 4:06 pm

        Aslm. Bpk Yth mf, sy punya aranda majulah 10 rb dlr sgpre.. Bgmn cra mnyelesaikany pak…

      • 13 jec November 23, 2012 at 4:34 am

        itu dalam bentuk obligasi atau apa? kalau obligasi, mestinya bisa diselesaikan dengan menukarkannya ke penerbit atau lembaga keuangan yang ditunjuk untuk menangainya. Kalau obligasi coba lihat detilnya: siapa penerbitnya dan kapan jatuh temponya.

      • 14 btr May 17, 2016 at 5:13 am

        Keluarga kami juga memiliki Obligasi RI thn 50, Pemerintah telah default dan tidak mau membayar ? alasannya apa ?
        masak rakyat dirugikan, Apakah karena keputusan Menkeu tahun 1978 yang pada pasal 6 menyatakan telah kadaluarsa,

        kalau memang begitu kan dapat digugat lewat mahkamah konstitusi, bagaimana kalau kita bersama sama untuk mengurusnya, keputusan untuk default harusnya diputuskan bersama dengan pemegang obligasi (ahli waris).

        seharusnya pemilik obligasi yang lebih berhak untuk membuat keputusan, bukan peminjam,

      • 15 jec May 19, 2016 at 11:44 pm

        ayo pak. kita galang korban-korbannya dulu

      • 16 Alexander Diego Vanbin May 17, 2016 at 5:31 am

        assallammualaikum, masak menyerah, yang lebih pantas untuk memutuskan seharunya pemilik obligasi dong, peraturan ataupun keputusan bisa direvisi,
        ayo pak, coba dicari jalan keluarnya, jangan menyerah

  9. 17 Noviastono May 13, 2011 at 8:25 am

    Halo

  10. 18 Fi Halim Yu March 6, 2013 at 8:14 am

    Mbak Lena Purnamasari,jika ada punya uang Aranda Majulah, segera hub sy: Fi Halim Yu 085228723281, 081542063318, 081902453154

    • 19 deny saputra January 27, 2014 at 8:15 pm

      Selamat pagi ci fi halim yu, kalau uang aranda majulah 10rb singapore…masih berlaku ngga ? Trima kasih. Deny 087886467862

  11. 20 Tie DQ January 6, 2015 at 9:49 am

    Assalammualaikum, pak saya mau tanya, saya punya Obligasi dalam bentuk Euro, hadiah dari seorang teman awalnya saya kira itu palsu karena nominalnya besar. Tapi saya cek ke teman yang kerja di Bank Negeri katanya itu asli. Mohon petunjuk bagaimana cara mencairkannya? karena teman saya bilang tidak bisa di cairkan di bank, harus di bawa ke BI.
    Mohon pencerahan nya.
    Salam,
    Thia

    • 21 jec January 7, 2015 at 5:34 pm

      thia terima kasih atas emailnya. obligasi adalah tanda utang yang dikeluarkan oleh penerbitnya. cek dulu siapa penerbitnya. kalau tidak menerbitkaN OBLIGASI tersebut, bi tidak WAJIB menebusnya. seingatku BI tidak menerbitkan obligasi atas unjuk (yang ada sertifikastnya) dalam denominasi euro.
      Thia, di surat obligasi juga tercantum tanggal penebusan. sebelum tanggal penebusan, penerbitnya belum wajib menebusnya. saya pernah menulis buku tentang obligasi. carilah dari buku itu anda akan tahu secara detil apa itu obligasi.

  12. 22 Mayshella May 21, 2016 at 7:54 am

    saya salah satu cucu dari obligasi tahun 1950.
    saya dapat di hub di no 0812 8637 2737

    • 23 jec September 29, 2016 at 2:07 pm

      sama. saya juga cucu pemilik obligasi tahun 1950. sayang pemerintah indonesia sudah menyatakan default alias wan prestasi atas obligasi tersebut. dengan demikian obligasi saya A(dan anda) tidak berharga sama sekali

  13. 24 Risky September 29, 2016 at 1:58 pm

    Selamat malam, saya ingin menanyakan Masalah obligasi ayah saya hingga saat ni pemerintah blm jg membayar hutang nya padahal ini adalah kewajiban Negara,bahkan sdh pernah bertanya ke bank Indonesia dan bank Indonesia mengakui kalau obligasi pecahan 100 dan 1000 ayah saya yg tahun 1950 ini asli,bahkan ayah saya jg sdh pernah membayar sdb di slh satu bank kok ssh skl yah?mhn penjelasan nya

    • 25 jec September 29, 2016 at 2:14 pm

      karena setelah membayar beberapa kupon obligasi tersebut, pemerintah kemudian default (wanprestasi) alias tidak mau membayar baik kupok maupun pokok obligasi tersebut. Mungkin karena yang menerbitkanb adalah pemerintah orla, maka orde baru dan orde reformasi tetap tidak mau membayar. sekali lagi, nasib kita sama. salam Jaka Cahyono


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Situs Ini Telah Dikunjungi

  • 80,405 Tamu

Rubrik

Tulis alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan setiap ada unggahan baru.

Join 27 other followers


%d bloggers like this: